TIFAPOS.id Pelepasan siswa-siswi SMA Unggulan Taruna Cenderawasih telah dilaksanakan dengan khidmat dan penuh makna di halaman Asrama Yayasan Gema Valentine Papua di Jalan Alfa Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Senin (7/7/2025).
Acara ini diikuti oleh 90 siswa-siswi SMA UTC Angkatan I, dalam memasuki massa basis sebuah implementasi dari kurikulum bela negara yang berlangsung di Rindam XVII/Cenderawasih selama satu bulan.
Dalam acara yang dihadiri kerabat, orang tua, dan pemerintah daerah, salah satu orang tua siswa, Soleman Mallo menanggapi terhadap pelepasan anaknya mengikuti pendidikan bela negara sangat positif dan penuh harapan.
Dia mengaku, melihat perubahan signifikan pada sikap dan karakter anaknya. Contohnya, anak yang sebelumnya kurang disiplin, atau berwatak keras menjadi lebih tenang, sopan, disiplin, dan patuh kepada orang tua serta lebih menghargai teman sebaya.
Selain itu, program pendidikan bela negara ini tidak hanya sekali jalan, tapi terus berlanjut dan bahkan diperluas cakupannya agar lebih banyak siswa yang mendapat manfaatnya.
Seperti, membentuk mental, karakter, dan kedisiplinan anak sehingga mampu menghadapi tantangan masa depan, termasuk mendorong pencapaian cita-cita seperti menjadi atlet atau pribadi yang lebih bertanggung jawab.
“Sebagai orang tua saya mengapresiasi pihak-pihak yang sudah menghadirkan SMA Unggulan Taruna Cenderawasih yang ingin mencerdaskan anak-anak Port Numbay (Kota Jayapura),” ujar Mallo.

Ketua Yayasan Gema Valentine Papua yang juga merangkap kepala sekolah, Nerlince Wamuar Rollo menyampaikan ucapan selamat dan harapan agar ilmu dan karakter yang diperoleh selama pendidikan.
Selain itu, acara yang dihadiri oleh kerabat dan orang tua siswa, dan pemerintah daerah merupakan momen penting yang menandai awal pendidikan dan awal perjuangan para siswa untuk meraih masa depan sesuai cita-cita mereka.
“Diklat bela negara di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan jiwa kebangsaan siswa,” ujar Rollo.
Dia juga mengatakan, diklat bela negara menanamkan semangat patriotisme dan nasionalisme yang kuat melalui pembelajaran dan pelatihan tentang nilai-nilai bela negara, sejarah perjuangan bangsa, serta wawasan kebangsaan.
Kedisiplinan, kemandirian, dan jiwa kepemimpinan siswa melalui kegiatan seperti Peraturan Baris Berbaris (PBB), pelatihan fisik, dan pembinaan mental yang terstruktur.
Keterampilan fisik dan mental yang diperlukan untuk menghadapi berbagai situasi, termasuk strategi pertahanan dan kewaspadaan dini, sehingga siswa siap berkontribusi dalam mempertahankan kedaulatan negara.
Memupuk rasa tanggung jawab sosial dan kerja sama antar siswa dari berbagai daerah, mempererat persaudaraan dan solidaritas nasional.
Pengalaman edukatif yang menyeluruh, termasuk penyuluhan tentang bahaya narkoba dan radikalisme, serta motivasi dari narasumber berpengalaman untuk membentuk karakter yang tangguh dan berintegritas.
Serta, pentingnya kesadaran dan komitmen terhadap bela negara secara menyeluruh, sehingga siswa tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga kesiapan mental dan fisik untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Para siswa diminta dapat memanfaatkan kesempatan belajar di sekolah ini dengan sebaik-baiknya, berprestasi di berbagai bidang, serta menjadi generasi penerus bangsa yang berkontribusi positif bagi masyarakat dan negara.
Serta, siap menghadapi tantangan global dengan pengetahuan dan keterampilan yang relevan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
“Dengan dukungan semua pihak, saya yakin SMA Unggulan Taruna akan terus maju dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujar Rollo.
Kesempatan tersebut, Rollo juga mengharapkan guru untuk terus tingkatkan profesionalisme dengan inovasi dalam metode pengajaran dan serta kompetensi agar dapat memberikan pembelajaran yang bermutu tinggi dan inspiratif.
Selain mengajar, guru diharapkan menjadi panutan dan pembimbing yang mampu membentuk karakter siswa secara holistik.
Kerja sama yang solid antara guru, staf, dan yayasan sangat penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan berkualitas.
“Mari bersama-sama kita wujudkan SMA Unggulan Taruna sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berprestasi, dan mampu mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia,” ujar Rollo.

Untuk itu, Rollo mengharapkan sekolah ini terus berkembang menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga mampu membentuk karakter siswa yang berintegritas, kreatif, dan berwawasan luas.
Serta, sebagai tempat yang nyaman dan inspiratif bagi seluruh civitas akademika, di mana nilai-nilai kebersamaan, disiplin, dan tanggung jawab dapat tumbuh dengan baik.
Harapan ini tidak hanya menyangkut aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan, dan peran sekolah dalam pendidikan itu sendiri.
Diantaranya, akses pendidikan yang setara bagi semua, baik laki-laki maupun perempuan, agar setiap siswa di sekolah unggulan taruna dapat berkembang tanpa diskriminasi gender.
Sekolah unggulan diharapkan menjadi pelopor dalam memberikan kesempatan yang sama bagi taruna dan taruni untuk berprestasi dan berkarier di masa depan.
Tidak hanya menekankan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, disiplin, dan jiwa kepemimpinan yang kuat pada setiap siswanya.
Sekolah unggulan taruna juga diharapkan mampu memberdayakan siswa perempuan agar berani bermimpi besar, mengambil peran kepemimpinan, dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Sebagai tokoh perempuan yang aktif dan perhatian terhadap dunia pendidikan, Rollo ingin agar nilai-nilai seperti keberanian, kemandirian, dan integritas menjadi bagian utama dalam sistem pendidikan taruna.
Selain itu, sekolah menjadi tempat yang mendukung kreativitas dan inovasi, termasuk bagi taruni, agar mereka dapat berkontribusi nyata bagi bangsa.
Dia juga menekankan pentingnya pendidikan karakter, moral, dan spiritual yang seimbang dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu berpikir kritis, kolaborasi, dan literasi digital yang siap menghadapi tantangan global.
Sekretaris Disdikbud Kota Jayapura sekaligus ketua panitia, Yoppi Hanuebi mewakili Plt Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mengatakan, dari 123 yang mendaftar hanya terpilih 90 orang (sisanya tidak sesuai persyaratan).
Karena menggunakan dana otsus (otonomi khusus), Dinas Pendidikan mengharapkan siswa-siswi SMA Unggulan Taruna Cenderawasih dapat belajar dengan baik agar menjadi pemimpin masa depan bangsa Indonesia yang memiliki integritas, jiwa patriotisme, dan etika yang baik.
Mereka juga diharapkan mampu membaca situasi, mengatasi permasalahan, bertanggung jawab, serta menunjukkan semangat dan prestasi terbaik demi kebanggaan almamater dan negara.
Dinas Pendidikan juga menekankan bahwa proses pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan penerimaan siswa benar-benar adil dan berdasarkan kualitas akademik serta potensi siswa.
Selain itu, pendidikan di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih menanamkan nilai-nilai nasionalisme, kepemimpinan, kedisiplinan, dan rasa kebersamaan antar siswa.
Kurikulum semi militer dan sistem asrama bertujuan mencetak generasi penerus yang kuat, disiplin, dan peduli sesama, sehingga mereka siap menghadapi tantangan global dan berkontribusi positif bagi bangsa.
“Harapan Dinas Pendidikan adalah agar mereka menjadi pribadi yang unggul secara akademik dan karakter, mampu memimpin dengan integritas, dan berkontribusi nyata untuk kemajuan bangsa Indonesia,” ujar Hanuebi.
Hanuebi menambahkan, Dinas Pendidikan memberikan tiga ruang kelas baru (lengkap) dari anggaran perubahan Oktober-November 2025.
Selain itu, membangun lapangan futsal lengkap sebagai pelengkap tempat olahraga, dan Kerja sama dengan universitas di luar daerah untuk melanjutkan sekolah bagi lulusan SMA UTC.

Plh Lembaga Pendidikan Rindam XVII/Cenderawasih, Kapten Inf. Joko Sulistiyo, yang kesehariannya menjabat Kaurung Dodikjur Rindam XVII/Cenderawasih mengatakan, pelaksanaan implementasi kurikulum bela negara di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih dilakukan secara terintegrasi dan sistematis dengan pendekatan yang komprehensif, meliputi aspek akademik, kepribadian, fisik, dan karakter kepemimpinan.
Diantaranya, pendekatan pembelajaran menggunakan metode intelektualistik, aktualistik, laboratorik, inspiratif, dan keteladanan. Materi bela negara diajarkan melalui mata pelajaran khusus seperti kenusantaraan, kepemimpinan, kewirausahaan, dan bela negara itu sendiri.
Kegiatan pembelajaran tidak hanya teori, tapi juga praktik melalui kegiatan rutin terjadwal, kegiatan terprogram, proyek, dan kegiatan kreatif mandiri yang menanamkan nilai-nilai patriotisme, kedisiplinan, dan kesiapan fisik mental.
Melibatkan pelatihan fisik dan mental serta pembekalan strategi pertahanan. Ini bertujuan mengembangkan jiwa patriotisme dan kepedulian terhadap bangsa secara menyeluruh.
Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui tes lisan, tertulis, dan praktik untuk mengukur pemahaman dan kemampuan siswa secara kuantitatif dan kualitatif.
Pengasuhan dan pengawasan siswa juga menjadi bagian penting, dengan pembentukan pleton patroli keamanan sekolah untuk membantu pengawasan dan penyesuaian jadwal latihan agar tidak bertabrakan dengan kegiatan militer lain seperti latihan AKMIL.
Kurikulum bela negara ini juga diintegrasikan dengan kurikulum nasional dan kurikulum khusus lainnya, seperti kurikulum kemaritiman, sehingga pembelajaran berjalan beriringan dan efektif.
“Implementasi kurikulum bela negara di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kesiapsiagaan bela negara melalui kombinasi pembelajaran teori, praktik, dan pengasuhan yang terstruktur dan berkelanjutan,” ujar Joko.
 (lrh)






