Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd membuka pelatihan aplikasi SPMB SMP. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang SMP mengadakan pelatihan aplikasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026, dengan target 4.719 siswa.
Kegiatan yang berlangsung di aula SMP Negeri 9 Jayapura, Distrik Jayapura Selatan, diikuti kepala sekolah, operator dan panitia SPMB dari 43 SMP/MTs, yang pendaftaran dibuka mulai 16 Juni 2025.
Poin utama dalam SPMB untuk SMP tahun 2025 adalah SPMB menggantikan sistem PPDB dengan empat jalur seleksi, yaitu jalur domisili, jalur afirmasi, jalur prestasi, dan jalur mutasi.

Kepala Bidang SMP, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan selain pelatihan juga diisi dengan diskusi dan sosialisasi sehingga terjadinya kesepahaman dalam menggunakan sistem tersebut.
Pelatihan itu juga bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada kepala sekolah, operator, dan panitia terhadap pelaksanaan SPMB, agar mereka dapat mengelola proses penerimaan murid baru secara digital dengan efektif.
Aplikasi SPMB untuk SMP membantu menyederhanakan proses administrasi pendaftaran murid baru, mengelola data secara terpusat dan aman, serta mengotomatisasi tahapan seleksi hingga pengumuman hasil.
Ini juga memperkuat branding sekolah dan memperluas jangkauan promosi secara online. Fitur notifikasi otomatis dan kanal komunikasi terintegrasi memudahkan interaksi antara panitia, calon murid, dan orang tua.
Peserta pelatihan aplikasi SPMB, mendapatkan pelatihan dari penyedia aplikasi untuk setup sistem, konfigurasi fitur, dan penggunaan aplikasi secara menyeluruh.
“Pelatihan aplikasi SPMB jenjang SMP meliputi pengenalan sistem digital pendaftaran, pengelolaan data, proses seleksi otomatis, dan komunikasi yang efisien untuk mendukung penerimaan murid baru yang lebih cepat, akurat, dan transparan,” ujar Purnama.

Ia juga menjelaskan, manfaat menggunakan aplikasi SPMB di SMP, yaitu mempermudah proses pendaftaran siswa baru secara 100% online, sehingga calon siswa dan orang tua tidak perlu datang langsung ke sekolah.
Mengelola data pendaftaran, verifikasi, seleksi, dan pengumuman hasil dalam satu sistem terintegrasi yang cepat, aman, dan mudah digunakan, memantau progres pendaftar, status seleksi, dan pembayaran secara real-time, membantu kepala sekolah mengambil keputusan berbasis data.
Mengurangi beban administrasi panitia karena proses input data, seleksi otomatis, dan cetak hasil seleksi dilakukan dalam satu dashboard tanpa tumpukan dokumen, dan menjamin keamanan data peserta didik dan orang tua dengan standar keamanan internasional.
Selain itu, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam proses penerimaan siswa baru, mendukung jalur penerimaan yang lebih adil dan beragam seperti jalur domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi dengan kuota yang lebih proporsional.
“Aplikasi SPMB membantu sekolah SMP menjalankan proses penerimaan murid baru yang lebih efisien, transparan, dan profesional. Aplikasi SPMB tidak hanya mempermudah proses pendaftaran, tetapi juga menjadi alat strategis untuk memperkuat branding sekolah secara keseluruhan,” ujar Purnama.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, berharap kepala sekolah menjadi pemimpin yang mampu meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan, bertanggung jawab penuh atas manajemen pendidikan, memberi contoh baik, dan menjadi inspirator bagi siswa serta staf sekolah.
Selain itu, kepala sekolah juga harus mampu menyusun program sekolah yang meningkatkan mutu, memahami sistem penjaminan mutu internal (SPMI), dan mengintegrasikan program penguatan karakter dan kurikulum dengan baik.
Kepada operator dan kepala sekolah diharapkan berkomunikasi dan bekerja sama secara efektif dalam mengelola data dan informasi pendaftaran siswa baru agar pelaksanaan SPMB berjalan transparan dan lancar. Mereka juga perlu memahami berbagai jalur seleksi seperti domisili, afirmasi, prestasi, dan mutasi.
Selain itu, pelatihan bagi operator penting agar siap menghadapi tantangan pengelolaan data siswa, sementara kepala sekolah harus mempersiapkan kuota dan jalur penerimaan sesuai ketentuan agar proses penerimaan siswa baru berjalan optimal.
Serta, panitia SPMB diharapkan menjalankan proses penerimaan dengan adil, transparan, dan sesuai regulasi, serta mampu mengakomodasi berbagai jalur pendaftaran tanpa memungut biaya.
“Saya berharap kepala sekolah menjadi pemimpin yang profesional dan inspiratif, operator siap mengelola data dengan baik, dan panitia SPMB melaksanakan penerimaan siswa baru secara transparan dan sesuai aturan demi peningkatan mutu pendidikan di SMP,” ujar Rocky.

Kesempatan tersebut, Rocky berharap agar siswa tidak hanya fokus pada sekolah berprestasi karena prestasi siswa mencakup lebih dari sekadar nilai akademik tinggi.
Siswa berprestasi juga mengembangkan potensi diri secara menyeluruh, termasuk aspek non-akademik seperti kegiatan ekstrakurikuler, kecerdasan emosional, dan keterampilan sosial.
Menjadi siswa berprestasi melibatkan pendekatan holistik, yaitu mengatur waktu dengan bijak, aktif berpartisipasi dalam pembelajaran, membangun kebiasaan membaca, serta menjaga keseimbangan antara akademis dan kehidupan sosial.
Selain itu, motivasi, disiplin, konsentrasi belajar, dan kerja keras adalah kunci penting untuk meraih prestasi yang optimal.

“Siswa berprestasi tidak hanya fokus pada nilai sekolah, tetapi juga pada pengembangan karakter, keterampilan, dan keseimbangan hidup yang mendukung kesuksesan jangka panjang,” ujar Rocky.
Ia juga meminta calon siswa khususnya SMP tidak mendaftar lebih dari satu sekolah agar tidak menutup peluang yang lain untuk mendaftar.
“Kalau bisa dua sekolah, kalau sudah sekolah ketiga maka sudah tidak ada namanya lagi. Ini harus dipahami oleh orang tua dan calon siswa khususnya SMP,” ujar Rocky.






