Beranda / Ragam Berita / Pelatih dan wasit futsal di Papua terima lisensi

Pelatih dan wasit futsal di Papua terima lisensi

Ketua AFK Kota Jayapura Matias Benoni Mano bersama pelatih dan wasit futsal dalam acara penyerahan lisensi. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Bertempat di Gedung Olahraga (GOR) Waringin, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Minggu (11/8/2024) telah diserahkan sertifikat atau lisensi nasional dan daerah.

Lisensi itu diserahkan secara langsung oleh Ketua Asosiasi Futsal Kota (AFK) Kota Jayapura, Matias Benoni Mano kepada pelatih futsal level 1 nasional dan wasit futsal level 2 daerah.

“Mereka sudah mengikuti kursus dari Januari 2024 atau satu minggu kursus. Peserta dari Manokwari (Papua Barat), Jayawijaya (Papua Pegunungan), Timika (Papua Tengah), Papua Selatan, Kabupaten Jayapura (Papua), Kota Jayapura (Papua),” ujar Matias Mano di Jayapura, Senin (12/8/2024).

Lisensi merupakan bentuk pengakuan resmi yang diberikan oleh federasi sepak bola atau badan tertentu. Dengan adanya lisensi, pelatih maupun wasit futsal dinyatakan secara resmi telah menyelesaikan program pelatihan kursus.

Penyerahan lisensi yang disaksikan langsung perwakilan PSSI Pusat dan Asprov PSSI Papua, pelatih dan wasit futsal telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk menjadi pelatih yang berkualitas.

“Ini program kerja AFK Kota Jayapura periode 2022-2024. Ini program terakhir AFK dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) untuk pelatih dan wasit di Papua khususnya di Kota Jayapura,” ujarnya.

Membangun tim futsal dengan performa terbaik tak luput dari peran seorang pelatih agar melahirkan pemain profesional. Begitupun juga menghadirkan pertandingan yang sportif tak luput dari peran wasit.

Inilah mengapa, pelatih dan wasit futsal harus memiliki lisensi menjadi hal yang patut untuk diperhatikan agar kualitas pertandingan menjadi profesional.

Ketua AFK Kota Jayapura Matias Benoni Mano bersama pelatih dan wasit futsal dalam acara penyerahan lisensi. (TIFAPOS/Ramah)

“Peserta mendafatar masing-masing kategori baik pelatih atau wasit kami siapkan 30 orang. Pelatih terpenuhi target tapi lulus ada 29 (satu tidak menyelesaikan kursus). Wasit mendaftar 23 orang dan lulus semua,” ujarnya.

Antusiasme masyarakat terhadap olahraga futsal di tanah air terbilang cukup tinggi. Kondisi tersebut dapat menambah peluang besar bagi siapapun yang ingin mengembangkan karir sebagai pelatih dan wasit futsal.

“Proses untuk mendaftar sertifikast nasional ditandatangani oleh Ketua PSSI, Erick Thohir dan wasit ditandatangani oleh Asprov PSSI Papua. Proses panjang karena harus diverifikasi kembali dan tanda tangan,” ujarnya.

Matias Mano berharap ilmu yang sudah didapatkan dapat diterapkan. Pelatih futsal menjadi pembina yang baik dalam mengembabgkan SDM Papua dari usia dini hingga dewasa khususnya olaraga futsal.

Begitu juga dengan wasit futsal diminta tetap berkoordinasi dengan asosiasi dalam pertandingan agar menghasilkan pertandingam yang sprotif.

“Mengajarkan etika, attitude, mental, spritual, fisik. Tujuan akhir adalah pertandingan berkualitas, tidak merugikan tim lain. Kedepannya kami tetap lakukan untuk wasit ke jenjang lebih tinggi atau ke level 1. Ini yang sedang kami upayakan terus,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *