Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H meninjau pelaksanaan program MBG di TK dan SD. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, melakukan tinjauan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (18/3/2025).
Kegiatan tersebut berlangsung di TK Juru Selamat Kotaraja, SD Negeri Kotaraja, SD Inpres Kotaraja, dan SD Vim 1 Kotaraja, Kota Jayapura, Papua.
Dalam tinjauannya, wali kota didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, Kabid Pembinaan SMA dan SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp.
Hadir juga Kapolresta Jayapura Kota, Dr. Victor Dean Mackbon, S.H., S.I.K., S.H., M.Si, Kepala Distrik Abepura, Silas Thom Rumbewas, dan Ketua DPRK Kota Jayapura, Theos Rvelino Beniono Ayomi, S.Sos.
Kesempatan tersebut, wali kota menyatakan bahwa program ini disambut baik oleh siswa dan mengapresiasi peran guru serta tim MBG dalam persiapan makanan yang bergizi.
Pembagian MBG juga berlangsung lancar, dengan menu yang disesuaikan untuk bulan Ramadan, seperti telur rebus, jeruk manis, biskuit, dan susu, dengan 1.918 paket MBG tersebar di empat sekolah tersebut.
Respon siswa terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Jayapura menunjukkan antusiasme yang positif. Dalam uji coba yang dilakukan, siswa dan masyarakat memberikan tanggapan baik.
Wali kota juga mencatat kepuasan terhadap antusiasme siswa dan dukungan dari orang tua, menekankan bahwa program ini sangat diterima dengan baik.
Meskipun ada penundaan awal dalam pelaksanaan program karena menunggu arahan dari pemerintah pusat, saat ini program MBG sudah mulai berjalan dan diharapkan dapat menjangkau lebih banyak siswa.
Kesempatan tersebut, wali kota memastikan kualitas makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), karena menu ditetapkan oleh ahli gizi.
Menu makanan disusun oleh ahli gizi untuk memenuhi standar gizi harian anak-anak. Ini termasuk kandungan protein, karbohidrat, sayuran, dan buah-buahan yang seimbang.
Selain itu, program ini dilengkapi dengan pemantauan ketat dari berbagai pihak, termasuk Badan Gizi Nasional.
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menyesuaikan menu agar sesuai dengan selera dan kebiasaan makan anak-anak, serta untuk memastikan bahwa makanan yang disediakan memenuhi standar gizi.
Pemerintah mendorong umpan balik dari masyarakat untuk meningkatkan kualitas program. Ini menunjukkan komitmen untuk terus memperbaiki dan menyesuaikan program berdasarkan kebutuhan lokal.
Proses memasak hingga distribusi makanan diawasi untuk memastikan higienitas dan keamanan makanan sebelum sampai ke tangan siswa.
Dapur yang digunakan juga dirancang untuk memenuhi kapasitas yang diperlukan guna memastikan bahwa program MBG tidak hanya memberikan makanan gratis.
Namun, juga berkualitas tinggi untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan siswa.






