Kepala SMP Pembangunan V Yapis Waena, Irmansyah, S.Pd., Gr didampingi Pengawas Pembina SMP, Dra. Devlin M. Lolowang, M.Pd memantau pelaksanaan ANBK 2025. (TIFAPOS/La Ramah)
PELAKSANAAN ANBK tahun 2025 di SMP Pembangunan V Yapis Waena, Perumnas I, Kota Jayapura, Papua, berjalan lancar sesuai jadwal yang ditetapkan.
Serta tanpa kendala teknis berkat persiapan matang, dukungan teknisi IT, dan pengawas yang sigap, sehingga proses asesmen dapat berjalan efektif dan aman.
Pelaksanaan ANBK berlangsung dua hari dari tanggal 25 s.d 26 Agustus 2025, menggunakan sistem online di laboratorium sekolah.
Diikuti 45 siswa utama dan 5 siswa cadangan, yang diawasi oleh guru serta teknisi yang memastikan kelancaran dan integritas ujian.
Peserta ANBK adalah siswa kelas 8 yang dipilih secara acak berdasarkan data dari Dapodik dengan metode random sampling oleh sistem dari Kemendikbud.
Selain itu, pelaksanaan ANBK disiapkan dengan simulasi terlebih dahulu untuk memastikan peserta dan sekolah siap menghadapi asesmen berbasis komputer ini.
Kepala SMP Pembangunan V Yapis Waena, Irmansyah, S.Pd., Gr mengatakan, hasil ANBK dapat digunakan sebagai evaluasi dan perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah.
Selain itu, berdampak positif terhadap pembelajaran dengan memberikan data penting yang menjadi dasar refleksi dan perbaikan mutu pendidikan.
“Hasil ANBK membantu sekolah memahami kekuatan dan kelemahan dalam literasi dan numerasi siswa, sehingga guru dapat merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai kebutuhan siswa,” ujar Irmansyah di SMP Pembangunan V Yapis Waena, Senin, 25 Agustus 2025.
Bahkan, lanjut Irmansyah, hasil ANBK dapat digunakan untuk mengidentifikasi area yang perlu intervensi pendidikan khusus, sehingga pembelajaran di sekolah lebih terfokus pada peningkatan pemahaman siswa dengan pendekatan yang tepat.
Selain itu, ANBK mendorong perbaikan metode pengajaran dan penguatan karakter siswa, serta penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar.
“Sekolah yang memanfaatkan hasil ANBK secara optimal mampu meningkatkan kualitas pembelajaran secara keseluruhan,” ujar Irmansyah.
Meski hasil ANBK tidak langsung memengaruhi nilai rapor siswa atau kelulusan, dikatakan Irmansyah, data dari ANBK menjadi bahan evaluasi penting bagi guru.
Termasuk kebijakan sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berkelanjutan yang lebih berkualitas dan relevan dengan kebutuhan siswa.
Sehingga terjadi peningkatan kualitas pembelajaran melalui refleksi data hasil asesmen, pengembangan metode pengajaran, intervensi yang tepat bagi siswa.
Serta pembentukan evaluasi sekolah yang berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan secara menyeluruh.
Irmansyah menambahkan, ANBK juga berdampak positif pada mutu sekolah khususnya dalam peningkatan kualitas pendidikan.
ANBK sendiri terdiri dari tiga instrumen utama, yakni Asesmen Kompetensi Minimum (literasi dan numerasi), survei karakter, dan survei lingkungan belajar.
Selain itu, memberikan data objektif mengenai capaian kompetensi literasi dan numerasi siswa secara menyeluruh, yang kemudian digunakan sekolah untuk evaluasi dan perbaikan kualitas pembelajaran.
ANBK juga mendorong sekolah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan memperbaiki infrastruktur teknologi seperti komputer dan jaringan internet agar siap menghadapi ujian berbasis komputer.
Sehingga sekolah terdorong untuk menyusun kurikulum yang lebih relevan dengan pengembangan kompetensi literasi dan numerasi siswa.
“Hasil ANBK memberikan data objektif yang membantu sekolah dalam mengevaluasi kinerja serta mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan baik pada siswa maupun proses pembelajaran,” ujar Irmansyah.
Hal ini, lanjut Irmansyah, memungkinkan sekolah melakukan perbaikan dalam metode pengajaran, pengelolaan jadwal, serta memotivasi seluruh pihak untuk meningkatkan kualitas pembelajaran secara menyeluruh.
ANBK juga memetakan kesenjangan pendidikan sehingga pemerintah dapat menyalurkan dukungan lebih tepat sasaran kepada sekolah yang membutuhkan.
Termasuk sebagai alat evaluasi dan pemetaan mutu pendidikan yang memungkinkan intervensi tepat sasaran untuk perbaikan mutu sekolah di Kota Jayapura.
Untuk tahun 2025, pelaksanaan ANBK SMP dijadwalkan berlangsung dari tanggal 25 s.d 28 Agustus 2025, menggunakan sistem daring di laboratorium sekolah.
Sebanyak 1.566 siswa dari 40 sekolah jenjang SMP mengikuti ANBK 2025.
(rdn)






