Beranda / Ragam Berita / Pelajar Papua didorong jadi agen perubahan lewat kegiatan Ko-Kreasi aksi iklim

Pelajar Papua didorong jadi agen perubahan lewat kegiatan Ko-Kreasi aksi iklim

Foto bersama antara pemerintah daerah, panitia, dan peserta Ko-Kreasi Aksi Iklim Remaja Papua. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Menghadapi tantangan perubahan iklim sejak usia dini.

• Aktif melakukan aksi mikro lingkungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

• Pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan generasi masa depan.

 

UPAYA memperkuat peran pelajar sebagai agen perubahan dan pemimpin aksi lingkungan digelar dalam kegiatan Ko-Kreasi Aksi Iklim Remaja Papua.

Kegiatan ini berlangsung di @Home Hotel Jayapura, Kota Jayapura, Jumat, 21 November 2025, melibatkan guru dan siswa dari 15 sekolah di Kabupaten dan Kota Jayapura.

Kegiatan tersebut didukung Kementerian Kehutanan dan Lingkungan Hidup, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) Papua, FOLU Norway’s, serta Forum Indonesia Muda (FIM) Jayapura.

Ketua panitia kegiatan, Rhio Rumaropen, mengatakan sebagai bagian dari langkah strategis dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sejak usia dini.

Termasuk meningkatkan kapasitas Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA, agar aktif melakukan aksi mikro lingkungan di lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk memperkuat kemampuan OSIS sebagai motor penggerak aksi nyata di bidang lingkungan,” ujar Rumaropen.

Rumaropen menjelaskan, selama kegiatan, para peserta mendapatkan materi dan latihan praktik aksi iklim yang meliputi pengelolaan sampah, penghijauan, serta sosialisasi pentingnya menjaga lingkungan sebagai warisan generasi masa depan.

Sehingga, Ko-Kreasi Aksi Iklim Remaja Papua menjadi langkah konkret untuk menguatkan kesadaran dan kemampuan anak muda menghadapi tantangan lingkungan yang kian kompleks.

“Kami berharap melalui pelatihan dan diskusi ini, peserta dapat mencetuskan serta melaksanakan berbagai aksi lingkungan yang berdampak positif,” ujar Rumaropen.

Kegiatan ini mendapatkan perhatian dari Plt. Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Papua, Yaconias Matindom, SP., M.Si, yang menyampaikan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

Dikatakan Matindom, Papua sebagai wilayah dengan luas hutan mencapai 8,305 juta hektar yang tersebar di delapan kabupaten dan satu kota, memiliki peran penting dalam menjaga ekosistem dan keseimbangan alam.

“Kota Jayapura sendiri sangat rawan terhadap bencana seperti banjir dan tanah longsor. Oleh sebab itu, mitigasi melalui gerakan lingkungan seperti menanam pohon dan menjaga kebersihan sangat vital,” ujar Matindom.

Matindom menegaskan perlunya kerja sama antara siswa, guru, dan masyarakat dalam menjaga parit agar tidak tersumbat sampah, yang kerap menjadi penyebab utama banjir.

Lebih lanjut, Matindom menekankan pentingnya pelatihan dan kegiatan serupa dilakukan secara rutin agar dapat membangun kesadaran kolektif.

“Sampah harus dikelola dengan baik. Jika sampah dipilah, tidak hanya mengurangi pencemaran, tetapi juga bisa bernilai ekonomi,” ujar Matindom.

Koordinator Forum Indonesia Muda Regional Jayapura, Farah, menambahkan bahwa isu lingkungan hidup adalah tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda.

Farah mengajak para pelajar untuk mengambil peran aktif dalam mitigasi dampak perubahan iklim dengan berbagai aksi nyata di komunitasnya.

“Remaja sebagai agen perubahan harus selalu terlibat dalam berbagai kegiatan adaptasi perubahan iklim. Dengan pendekatan seperti Ko-Kreasi ini, mereka tidak hanya belajar tapi juga diberi ruang untuk berkontribusi langsung,” ujar Farah.

“Lewat kolaborasi lintas sektor, diharapkan generasi muda Papua menjadi pemimpin yang peduli dan proaktif dalam menjaga kelestarian alam,” sambungnya.

 

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *