Calon Wali Kota Jayapura nomor urut 1, Frans Pekey dan kolega. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura nomor urut 1, Frans Pekey-Mansur (PEKMAN) bersama koalisi legowo atau menerima dengan ikhlas hasil pleno KPU Kota Jayapura.
Ungkapan itu disampaikan calon Wali Kota Jayapura, Frans Pekey kepada wartawan di salah satu cafe di Kota Jayapura, Papua, Kamis (12/12/2024).
Rapat pleno ditetapkan, Rabu (11/12/2024) jam 06.40 Waktu Papua, setelah menyelesaikan rekapitulasi suara Pilkada 2024 di lima distrik di Kota Jayapura.
Pleno yang ditutup waktu dini hari itu, menetapkan hasil perolehan suara (final) dari dua pasangan calon gubernur dan empat paslon wali kota.
Kesempatan tersebut, paslon nomor urut 4, Abisai Rollo-Rustan Saru (ABR-HARUS) memperoleh suara 72.351.
Posisi kedua ditempati paslon Jhony Banua Rouw-Darwis Massi (JBR-HADIR) yakni 68.922 suara.
Urutan ketiga ditempati paslon Boy Markus Dawir-Dipo Wibowo (BMD-DIPO) sebanyak 28.019 suara.
Adapun urutan ketiga ditempati paslon Frans Pekey-Mansur (PEKMAN) yakni 26.105 suara.
“Kami tidak mengajukam gugatan ke mahkamah konstitusi. Selamat kepada ABR-HARUS sebagai calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura periode 2024-2029,” ujar Pekey.
Pekey mengatakan, ABR-HARUS masing-masing memiliki pengalaman baik legislatif dan eksekutif.
Ia meyakini, pemerintahan di bawah komando ABR-HARUS dapat berjalan lancar dan memenuhi harapan masyarakat terutama melaksanakan janji politik selama masa kampanye.
Ia juga mengatakan, masyarakat tetap menjaga situasi Kota Jayapura agar aman dan kondusif, supaya aktivitas sosial dan kemasyarakatan berjalan lancar.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada partai politik pengusung Koalisi Kota Jayapura Sejahtera, relawan, dan pendukung,” ujar Pekey.
Kesempatan tersebut, Pekey memberikan catatan untuk KPU Kota Jayapura terkait kenaikan DPT (daftar pemilih tetap), yang dinilai tidak normal sehingga terjadi pelanggaran.
“Masih terdapat penempatan TPS dan domisili acak, sehingga menyulitkan pemilih, akibatnya menurunkan partisipasi pemilih. Demokrasi adalah dari rakyat untuk rakyat,” ujar Pekey.






