Beranda / Ragam Berita / Pekan ASI Sedunia diperingati untuk mempromosikan manfaat menyusui

Pekan ASI Sedunia diperingati untuk mempromosikan manfaat menyusui

Seorang ibu sedang menyusui anaknya. (TIFAPOS/Image by Freepik)

TIFAPOS.id – Tanggal 1 Agustus merupakan Pekan ASI Sedunia. Tahun 2024 jatuh pada Kamis.

Hari ASI sedunia yang diperingati sejak tahun 1992 bertujuan untuk mempromosikan manfaat menyusui.

Air Susu Ibu atau ASI sangat penting bagi perkembangan bayi khususnya dari mulai lahir hingga enam bulan pertama paska kelahiran.

Dikutip dari sehatnegeriku.kemenkes.go.id, Kamis (1/8/2024) menyusui adalah salah satu investasi terbaik bangsa, karena ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi untuk dapat tumbuh dan berkembang dengan optimal.

Pentingnya ASI bagi kesehatan bayi yang baru lahir adalah hal yang tidak bisa digantikan dengan air maupun susu formula.

Hal ini, dikarenakan selengkap apapun nutrisi yang terkandung dalam susu formula, tidak akan dapat mengimbangi dan mangganti nutrisi yang terdapat dalam ASI.

Bayi yang tidak mendapatkan ASI beresiko terserang penyakit-penyakit infeksi, seperti diare, infeksi saluran pernapasan, dan infeksi.

Berikut ini adalah beberapa manfaat ASI bagi kesehatan bayi, diantaranya mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi yang berguna untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan fisik serta kecerdasan.

Selain itu, bayi dapat lebih sehat, lincah dan tidak cengeng serta bayi tidak sering sakit.

Terdapat sejumlah manfaat yang dimiliki ASI ekslusif yang dapat diperoleh baik untuk ibu dan bayi, yakni membantu dalam memperbaiki refleks menghisap, dan menelan.

Namun, bagaimana jika ibu bekerja? Apakah bisa tetap memberikan ASI eksklusif selama enam bulan?

Berikut ini beberapa kiat yang dilansir melalui website idai.or.id agar dapat diterapkan oleh ibu pekerja untuk tetap terus memberikan ASI eksklusif bagi bayinya, yaitu menyusui bayi lebih sering di sore atau malam hari dan pada hari libur.

Hal itu, dilakukan agar produksi ASI lebih lancar dan hubungan antara ibu-bayi menjadi lebih dekat, menyusui bayi di pagi hari sebelum meninggalkan bayi ke tempat kerja dan pada saat pulang kerja.

Mempersiapkan persediaan ASI perah di lemari es selama ibu bekerja, menetapkan jadwal memerah ASl, biasanya setiap 3-4 jam, istirahat cukup, minum cukup serta mengkonsumsi makanan bergizi

Memberikan AS perah melalui cangkir, sendok, atau pipet pada jam kerja. ASI perah sebaiknya tidak diberikan dengan botol, karena akan menganggu penyusuan langsung dari payudara.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *