PLN gerebek sampah di pantai. (TIFAPOS/Ist)
TIFAPOS.id – Peduli terhadap lingkungan merupakan sikap dan tindakan yang berupaya untuk mencegah kerusakan pada lingkungan alam di sekitarnya, dan juga berupaya untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan alam yang sudah terjadi.
Upaya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan diwujudnyatakan PLN khususnya PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku dan Papua melalui program gerebek sampah di Pantai Holtekamp, Kota Jayapura, Papua, Senin (3/6/2024).
Aksi nyata yang dilakukan PLN sebagai wujud karakter peduli terhadap lingkungan (kebersihan, keindahan, kenyamanan, dan sehat) mencerminkan kepedulian dan kepekaan terhadap lingkungan.
Bersama Pemerintah Kota Jayapua, komunitas Rumah Bakau Jayapura maupun stakeholder lainnya, aksi gerebek sampah yang berlokasikan di samping Venue Dayung berlangsung antusias.
“Saya yakin berdampak (gerebek sampah) besar bagi bebersihan, kesehatan, dan kenyamanan di Pantai Holtekamp ini,” ujar General Manager PT. PLN (Persero) UIP Maluku Papua Wisnu Kuntjoro.
Turun dengan kekuatan penuh baik unit Maluku Papua dan Pelaksaan Proyek, aksi gerebek sampah dalam rangka menyongsong Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2024, berhasil mengumpulkan berbagai macam jenis sampah yang didominasi plastik.
“Semoga Pantai Holtekamp ini lebih nyaman dan asri sehingga setiap orang yang datang berkunjung betah untuk berlama-lama. Saya berharap masyarakat menjaga kebersihan pantai dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ujarnya.
Berkat aksi gerebak sampah tersebut, Pemerintah Kota Jayapura menyampaikan terimakasih atas aksi nyata yang dilakukan perusahaan pelat merah tersebut dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Stakeholder berperan penting dalam menjaga kelestarian dan penanganan lingkungan. Aksi yang dilakukan PLN sebagai contoh untuk mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan,” ujar Sekretaris Daerah Kota Jayapura, Frans Pekey.
Peduli dan menjaga lingkungan masih minim di Kota Jayapura, karena sebagian masyarakat masih membuang sampah sembarangan (bukan pada tempatnya). Hal ini memicu keberadaan lingkungan tidak bersih dan tidak sehat.
“Dibutuhkan komitmen penanganan sampah dari hulu hingga hilir. Kalau kita sayang hidup maka sayang juga lingkungan karena lingkungan bisa menyebabkan musibah kalau tidak dirawat baik. Mari satu hati melestarikan lingkungan kita,” ujar Pekey.






