Beranda / Ragam Berita / Paulus Run 5K: Menguatkan tubuh dan pikiran dengan semangat holistik

Paulus Run 5K: Menguatkan tubuh dan pikiran dengan semangat holistik

Pelari dan panitia Paulus Run 5K 2025 di Kota Jayapura berpose bersama penuh semangat usai meraih medali dan trofi. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Paulus Run 5K menjadi puncak kegiatan kokurikuler kelas VIII SMP YPPK ST Paulus Abepura.

• Tidak hanya lomba lari, tapi proyek pembelajaran lintas mata pelajaran untuk menguji batas fisik.

• Meningkatkan kesehatan jasmani, dan kesadaran lingkungan.

 

PAULUS Run 5K menjadi puncak kegiatan kokurikuler kelas VIII SMP YPPK ST Paulus Abepura, Kota Jayapura, Papua, dengan tema “With love we run, with faith we stand firm, with health we are strong”.

Berdasarkan rilis dari SMP YPPK ST Paulus Abepura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu, 25 Oktober 2025, kegiatan ini mengintegrasikan berbagai mata pelajaran seperti IPA, TIK, PJOK, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, serta Seni Budaya, yang berlangsung di kawasan CFD atau Car Free Day Holtekamp, Jalan Raya Pantai Hamadi-Holtekamp, Distrik Muara Tami.

Acara ini diikuti oleh 400 peserta, terdiri dari 80% siswa-siswi SMP, 15% tenaga pendidik (tendik), serta 5% tamu undangan, termasuk Direktur Eksekutif YPPK Kab/Kota Jayapura, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, pihak Ruang Guru, BNN Provinsi Papua, Bank BRI, dan pengawas Dinas Pendidikan Kota Jayapura.

Kegiatan dimulai pukul 05.30 hingga 10.00 Waktu Papua, ditutup dengan aksi peduli lingkungan melalui bersih-bersih area serta pemberian doorprize bagi peserta beruntung.

Dukungan kegiatan datang dari BNN Provinsi Papua, Bank BRI, PT Penerbit Erlangga, Mass Media, Cimory, Ruang Guru, Genza Education, dan dana dari Kepala Satuan Pendidikan SMP YPPK ST Paulus Abepura.

Paulus Run 5K bukan hanya ajang lomba lari cepat, tapi sebuah proyek pembelajaran lintas mata pelajaran. Peserta diajak menguji batas diri dalam tantangan lari 5 kilometer dan meningkatkan kualitas hidup melalui kesehatan jasmani dan kesadaran lingkungan.

Guru PJOK memandu siswa untuk berlatih teknik lari, pengaturan napas, dan pentingnya pemanasan, sekaligus menanamkan disiplin fisik guna mencapai garis akhir.

Integrasi dengan IPA terlihat dari pemahaman fisiologi tubuh, siswa mencatat denyut jantung, laju pernapasan, serta kebutuhan hidrasi sebelum, selama, dan sesudah lari. Mereka juga mempelajari efek olahraga pada sistem peredaran darah dan metabolisme.

Dalam aspek kebahasaan, di bawah bimbingan guru Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, siswa menulis laporan perjalanan atau jurnal reflektif.

Tulisan dibuat dalam Bahasa Indonesia dengan bahasa lugas dan ringkasan singkat dalam Bahasa Inggris menggunakan kosa kata yang relevan dengan kesehatan, atletik, dan motivasi.

Bidang TIK dan Seni Budaya sangat berperan penting. Siswa menggunakan aplikasi tracker lari untuk merekam jarak, waktu tempuh, dan kalori yang terbakar. Data ini diolah dalam spreadsheet dan disajikan dalam infografis atau presentasi digital menarik yang menunjukkan peningkatan performa mereka.

Selain itu, mereka membuat grafiti sebagai bagian dari pameran kegiatan menggunakan frame foto, sehingga siswa SMP tidak hanya memperkuat kebugaran jasmani, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, analisis data, komunikasi.

Serta kerja sama, membuktikan bahwa proses belajar dapat berlangsung di luar ruang kelas, tapi juga mencerminkan kebersamaan, antusiasme, dan sportivitas generasi muda Kota Jayapura, karena didukung oleh para guru, pembina, dan tokoh pendidikan yang selalu siap memotivasi dan mendampingi peserta untuk terus berprestasi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mengapresiasi kegiatan PAULUS Run 5K sebagai puncak kokurikuler kelas VIII SMP YPPK ST Paulus Abepura yang mengusung tema “With love we run, with faith we stand firm, with health we are strong”.

Ia berharap kegiatan ini menjadi contoh inspiratif integrasi pembelajaran lintas mata pelajaran yang tidak hanya meningkatkan kebugaran fisik siswa tetapi juga mengembangkan keterampilan akademik dan karakter.

Selain itu, kegiatan Paulus Run 5K dapat memotivasi sekolah-sekolah lain di Kota Jayapura untuk mengadopsi model pembelajaran inovatif yang menggabungkan aktifitas jasmani, ilmu pengetahuan, teknologi, bahasa, dan seni budaya secara holistik.

Ia juga menginginkan kegiatan ini terus berlanjut dan menjadi wadah pengembangan kualitas hidup siswa melalui olahraga, kesadaran lingkungan, serta pembelajaran yang memacu kreativitas dan kolaborasi.

“Saya optimis, siswa yang terlibat tidak hanya menjadi lebih sehat dan disiplin, tetapi juga siap menyambut tantangan masa depan dengan kecakapan keterampilan yang lebih komprehensif,” ujar kepala dinas.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *