Suasana saat perwakilan koalisi partai empat calon pasangan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen menghadiri pleno penetapan ke empat pasangan calon Bupati di Kantor KPU Waropen. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Waropen, Papua, menetapkan pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen, Lamek Maniagasi dan Berthy Buiney sebagai peserta pada pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Waropen tahun 2024.
Calon Bupati Kabupaten Waropen, Lamek Maniagasi memastikan, pihaknya telah dinyatakan menerima surat keputusan (SK) penetapan paslon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Waropen 2024 Nomor 489 Tahun 2024. SK tersebut diserahkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Waropen, Minggu (22/9/2024).
“Puji Tuhan, tadi sekitar jam 18.00 Waktu Papua, kami telah ditetapkan dan menerima SK sebagai calon peserta pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Waropen tahun 2024, ujar Lamek saat dikonfirmasi TIFAPOS.id di salah satu posko pemenangannya di Kampung Nubuai, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, Minggu (22/9/2024).
Dikatakan Lamek, KPU Kabupaten Waropen telah menetapkan empat paslon Bupati dan Wakil Bupati.
“Siapapun yang akan terpilih dalam pilkada Waropen 2024 harus melihat berbagai aspek yang tidak pernah tercover dengan baik,” ujarnya.
“Banyak hal yang perlu kita bicarakan tentang bagaimana masa depan Waropen, saya mau kasih tahu, Waropen hari ini ‘hancur’ dalam pengelolaan keuangan daerah. Posisi kita berada paling di bawah dari 500 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Maka kita yang maju pada Pilkada ini, kalau terpilih harus perbaiki, itu tidak butuh waktu yang singkat,” ujarnya.
Lamek menegaskan, pembangunan kembali berbagai aspek yang ‘rusak’ di kabupaten membutuhkan kerja sama berbagai stakeholder pemerintahan memperbaiki berbagai aspek yang buruk di Kabupaten Waropen.
Menurutnya, pola pikir para calon Bupati saat ini yang menganggap penyelesaian rusaknya berbagai aspek di Waropen tidak sulit diselesaikan.
“Mereka berpikir masalah di Waropen mudah saja untuk diselesaikan, sebenarnya tidak mudah. Keuangan daerah kita itu, dari pusat sudah menentukan terutama dari DAU (dana alokasi umum), pembagiannya di kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur sudah jelas. Penggunaannya sekitar Rp200 milyar sampai Rp300 milyar, dan saya lihat itu tidak cukup. Maka saya harap kita tetap semangat untuk memperbaikinya,” ujarnya.
Empat pasangan sudah ditetapkan, lanjut Lamek, sebagai peserta pilkada Kabupaten Waropen dan menjadi suatu hal yang baik. Setelah melalui perjuangan yang panjang diharapkan yang terpilih tidak menyalahgunakan kekuasaan yang diembankan dari masyarakat Waropen.
“Tidak boleh seperti sekarang, banyak pegawai yang diganti di dinas-dinas. Mereka belum jadi bupati, sudah ambil kebijakan ganti sana, ganti sini. Ini penggunaan kekuasaan yang paling kurang ajar di Waropen. Jadi, kalau terpilih, pihak-pihak itu yang akan merusak kabupaten ini,” ujarnya. (Advetorial)






