Beranda / Ragam Berita / Paroki Kristus Terang Dunia gelar lomba debat OMK

Paroki Kristus Terang Dunia gelar lomba debat OMK

Pelaksanaan lomba debat OMK berlangsung sengit. (TIFAPOS/Istimewa)

TIFAPOS.id – Paroki Kristus Terang Dunia, Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Papua menggelar lomba debat Orang Muda Katolik (OMK).

Kegiatan ini diikuti 10 KBG (Komunitas Basis Gerejani) di paroki, dengan mosi atau topik perdebatan pada bidang pendidikan, lingkungan hidup, dan seputar kehidupan menggereja.

Kegiatan yang berlangsung di aula St. Ignatius, diselenggarakan Tim Kerja Dies Natalis ke-17 Paroki Kristus Terang Dunia, yang telah selesai dihelat pada Sabtu sore (27/7/2024).

Koordinator lomba debat OMK dari Multimedia Paroki Kristus Terang Dunia Waena, Bobby Dumatubun mengatakan kategori pemenang tim favorite berdasarkan pilihan penonton di aula dan live streaming.

“Penerapan voting online ini, selain memanfaatkan teknologi kekinian juga untuk memberikan kesempatan kepada penonton daring maupun luring menjatuhkan pilihannya kepada tim yang menjadi favorit mereka,” ujar Bobby dalam rilisnya, Minggu (28/7/2024).

Ketua Tim Kerja Hari Ulang Tahun Paroki Kristus Terang Waena, Frederick Awarawi menekankan tujuan kegiatan tersebut untuk menggali kreativitas dari anak muda Katolik dalam menanggapi secara kritis isu-isu social.

Awarawi yang juga menjabat Staf Ahli Wali Kota Jayapura, juga menekankan isu dalam kehidupan sehari-hari terutama keresahan bagi masyarakat umum dan umat Katolik secara khusus.

Pelaksanaan Lomba Debat OMK

Adapun lomba debat yang dimoderatori Marcel, terbagi tiga sesi yaitu pemaparan argumentasi, tukar menukar argumentasi, dan pembacaan konklusi dari tim pro dan tim kontra.

Pada sesi perdebatan pertama, mempertemukan KBG. Emanuel sebagai tim pro dan KBG St. Ursula sebagai tim kontra.

Kedua tim ini, mendebatkan mosi terkait “pengaruh adat istiadat dalam kehidupan keluarga Katolik”. Perdebatan kedua tim dalam sesi debat pertama ini berlangsung alot dan sengit.

Pelaksanaan lomba debat OMK berlangsung sengit. (TIFAPOS/Istimewa)

Kedua tim mengajukan argumentasi yang berbasis data dan interpretasi yang cukup dalam, namun pada akhirnya dewan juri yang terdiri atas, Dr. Ina Lefaan, M.Pd, Evaristus Silitubun, SS., M.Pd dan Karl Wagab Meak, ST., MT, memberikan victory point (Point Kemenangan) untuk KBG Emanuel, dengan selisih nilai yang sangat tipis.

Kemeriahan terus berlanjut, dengan perdebatan sesi kedua yang mempertemukan KBG Sto. Barnabas sebagai tim pro dan KBG Sta. Clara sebagai tim kontra yang mengambil mosi perdebatan tentang “penggunaan kantong plastic di tanah Papua”.

Mosi debat kedua ini juga berlangsung cukup panas, kedua tim saling bertukar interupsi dalam mempertahankan argumentasinya masing-masing, walaupun di akhir perdebatannya, dewan juri memberikan kemenangan kepada tim pro, yakni KBG Sto. Barnabas.

Mosi kedua, dengan tema sampah plastic ini juga di selingi dengan pemutaran video teaser dari Komunitas Rumah Bakau Jayapura yang bertemakan “mencintai alam”.

Pada sesi perdebatan selanjutnya, mempertemukan KBG Sto. Petrus sebagai tim pro yang berhadapan dengan KBG. Reinha Rosari sebagai tim kontra yang memperdebatkan mosi “seharusnya anak OMK harus berasal dari setiap KBG di Paroki”, juga berlangsung cukup sengit.

Infografis. (TIFAPOS/Ramah)

Namun, lebih banyak diwarnai dengan asumsi dan opini pribadi serta masih kurang mengeksplorasi data-data penunjang yang menguatkan argumentasi dari masing-masing tim pro dan kontra.

Perdebatan di sesi ketiga, dimenangkan oleh tim pro dari KBG St. Petrus. Pada sesi perdebatan keempat, mempertemukan tim pro oleh KBG Sta. Bernadetha dan tim kontra oleh KBG Sta. Maria.

Kedua tim memperdebatkan terkait topic “Pandangan Gereja Katolik tentang Pacaran Beda Agama”. Pada sesi ini, juga berlangsung cukup panas, karena masing-masing tim mengemukakan dasar argumentasi yang cukup kuat, baik berdasarkan hukum gereja maupun hukum positif serta norma-norma etika di masyarakat.

Mosi perdebatan keempat ini, diselingi dengan pandangan dari para penanggap yang terdiri dari Prof. Ave Lefaan selaku Guru Besar Sosiologi dari UNCEN dan Stanis Hike, SH, sebagai salah satu Tokoh Umat Katolik di Keuskupan Jayapura.

Mereka berdua memberikan informasi dan opini serta berbagi pengalaman untuk para peserta dan penonton yang hadir maupun yang menonton melalui siaran live streaming.

Pada sesi perdebatan yang keempat dimenangkan oleh KBG Sta. Maria berdasarkan akumulasi nilai oleh para dewan juri. Di sesi perdebatan terakhir, mempertemukan KBG Sto. Andreas sebagai tim pro melawan KBG Sta. Monika sebagai tim kontra.

Foto bersama panitian lomba debat OMK berlangsung sengit. – Tifa/Paroki Kristus Terang Dunia

Mosi perdebatan yang dibahas pada sesi terakhir ini berkaitan dengan topic pendidikan, yakni “Pendidikan karakter seharusnya memiliki peran yang lebih besar ketimbang pendidikan akademik di sekolah”.

Pada mosi debat ini, kedua tim cukup menampilkan adu informasi dan opini yang baik, namun tim juri memberikan penilaian yang lebih tinggi kepada tim pro yang diwakili oleh KBG Sto. Andreas berdasarkan parameter penilaian yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Penentuan pemenang lomba debat OMK oleh dewan juri diputuskan berdasarkan akumulasi nilai dari kelima pemenang dari lima sesi debat, yang akhirnya mengantarkan KBG. Barnabas sebagai pemenang pertama.

Kemudian disusul oleh KBG Emanuel dan KBG Sto. Andreas sebagai Pemenang kedua dan ketiga.

Diakhir lomba debat ini, KBG Sto. Andreas menjadi pemenang favorit melalui voting online yang dilakukan oleh panitia lomba, sekaligus menutup rangkaian acara lomba debat OMK.

Tag: