Kepala BKPP Kota Jayapura, Dr. Robert Johan Betaubun, S.Pd., M.M menyampaikan sambutan. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kota Jayapura, Papua, menggelar bimbingan teknis (bimtek) layanan administrasi kepegawaian paperless dan manajemen talenta.
Kegiatan ini berlangsung di aula BKPP Kota Jayapura, Selasa (25/3/2025), yang dihadiri oleh masing-masing perwakilan organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemkot Jayapura.
Kesempatan tersebut dihadiri oleh Kepala BKN RI, Prof. Dr. Zudan Arif Faktulloh, S.H., M.H serta Deputi BKN RI secara online.
Kepala BKPP Kota Jayapura, Dr. Robert Johan Betaubun, S.Pd., M.M, mengatakan penerapan kebijakan paperless dan manajemen talenta di instansi kepegawaian berkontribusi signifikan dalam meningkatkan layanan administrasi.
Ia juga mengatakan, kebijakan paperless bertujuan mengurangi penggunaan kertas, yang berujung pada efisiensi waktu dan biaya serta meningkatkan kemampuan pegawai.
Penggunaan portal pegawai menjadi kunci dalam mengurangi dokumen fisik. Portal ini memungkinkan pegawai untuk mengakses data dan dokumen secara digital, menggantikan kebutuhan akan arsip fisik.
Penerapan sistem digital memudahkan pemantauan dan evaluasi proses administrasi, sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan data kepegawaian.

Selain itu, manajemen talenta di ASN mencakup akuisisi, pengembangan, retensi, dan penempatan pegawai. Ini bertujuan untuk memastikan pegawai yang memiliki kompetensi tinggi dapat ditempatkan sesuai dengan kebutuhan instansi.
Ia juga mengatakan, manajemen talenta menjadi pilar penting dalam sistem merit yang menekankan kualifikasi dan kinerja pegawai. Hal ini membantu dalam regenerasi kepemimpinan dan memastikan bahwa pegawai terampil siap untuk posisi strategis di masa depan.
Digitalisasi dalam manajemen talenta memungkinkan pengelolaan data ASN yang lebih efisien, dengan penerapan teknologi. Ini mencakup pengajuan kenaikan pangkat, cuti, dan pensiun tanpa menggunakan dokumen fisik.
Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara memfasilitasi pengelolaan data secara real-time tanpa memerlukan dokumen fisik, yang mendukung proses administrasi yang lebih cepat dan efektif.
Ia berharap, dengan mengintegrasikan kebijakan paperless dan manajemen talenta, instansi pemerintah dapat meningkatkan efisiensi layanan administrasi kepegawaian secara signifikan.
“Aplikasi ini mulai diterapkan Mei 2025. Saya optimis pengelolaan kepegawaian di Pemerintahan Kota Jayapura ke depannya semakin baik,” ujar Betaubun.
Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, Frederik Awarawi, S.H., M.Hum, mewakili Wali Kota Jayapura, S.H., M.H, mengatakan merumuskan strategi pengembangan SDM yang lebih baik.
Ia juga mengatakan, transformasi ini tidak hanya mengurangi penggunaan kertas tetapi juga meningkatkan kualitas layanan publik dengan membuatnya lebih responsif terhadap kebutuhan pegawai.

Selain itu, proses seperti absensi, pengajuan cuti, dan kenaikan pangkat kini dilakukan secara otomatis, mempercepat alur kerja dan mengurangi intervensi manual.
“Dengan digitalisasi, transparansi dalam administrasi meningkat, yang pada gilirannya memperkuat kepercayaan publik terhadap instansi pemerintah. Proses yang lebih terbuka mengurangi potensi kesalahan dan korupsi,” ujar Awarawi.
Ketua Tim Kerja Data dan Informasi Aparatur BKPSDM Kota Tangerang, Taufik Hidayat, S.T., M.T mewakili Kepala BKPSDM Kota Tangerang, mengatakan sebagai wujud nyata meningkatkan kualitas pelayanan di era digital.
Ia juga mengatakan, pengelolaan data pegawai secara terpusat, mengurangi kebutuhan akan ruang penyimpanan fisik dan biaya operasional terkait dengan penggunaan kertas dan perlengkapan administrasi.
Selain itu, dengan data terintegrasi, manajer dapat melakukan analisis kinerja karyawan secara lebih akurat, mendukung pengambilan keputusan berbasis data yang lebih baik.
Serta, efisiensi dan transparan dalam meningkatkan pelayanan kepegawaian yang modern dan efektif.
“Penerapan aplikasi digital dalam kepegawaian meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses administrasi, dan meningkatkan kepuasan karyawan melalui kemudahan akses dan pengelolaan informasi,” ujar Taufik.






