Beranda / Ragam Berita / Orbitkan siswa ke dunia kerja, SMKN 2 Jayapura kerja sama program magang ke Jepang

Orbitkan siswa ke dunia kerja, SMKN 2 Jayapura kerja sama program magang ke Jepang

Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Feronika Munthe, S.Pd., M.Pd. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

Pengalaman kerja internasional, sertifikasi internasional, peluang karier di Jepang atau Indonesia.

Magang selama tiga tahun, dengan opsi SSW hingga lima tahun.

Manufaktur, perhotelan, pertanian, teknologi, kesehatan.

 

PPOGRAM magang ke Jepang bagi siswa SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Kota Jayapura, Papua, merupakan kerja sama dengan lembaga penyalur magang di Jepang yang menghubungkan dunia pendidikan dengan dunia kerja internasional.

Program ini berlangsung selama tiga tahun untuk magang, dengan skema lain seperti “Specified Skilled Worker (SSW)” yang bisa berlangsung hingga lima tahun.

Sehingga siswa mendapat pengalaman kerja di sektor industri Jepang seperti manufaktur, perhotelan, pertanian, teknologi, kesehatan, dan lainnya serta sertifikasi internasional dan peluang karier yang lebih luas.

Persiapan mengikuti magang termasuk tes fisik, psikotes, medical check up, serta pelatihan bahasa Jepang (sertifikat minimal N5).

Program ini juga diupayakan untuk mempersiapkan siswa agar siap bersaing di pasar kerja global dan pengalaman kerja luar negeri.

Dengan mengorbitkan siswa SMK ke dunia kerja melalui program magang ke Jepang, diharapkan siswa memiliki pengalaman internasional yang berguna untuk karier masa depan dan sekaligus membuka peluang kerja langsung di Jepang atau di industri terkait di Indonesia setelah kembali.

Namun, siswa harus mengikuti tahapan seleksi ketat dan sistem gugur, yang bertujuan memilih kandidat yang paling memenuhi syarat dan siap kerja.

“Kerja sama akan dilakukan November 2025,” ujar Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Feronika Munthe, S.Pd., M.Pd di Jayapura, Jumat, 19 September 2025.

Dalam perekrutan magang, siswa akan mengikuti pembelajaran bahasa Jepang selama tiga bulan pada Maret s.d Juli sebelum ke Jakarta untuk pemantapan bahasa yang akan berlangsung lima bulan sebelum diberangkatkan ke Jepang.

Adapun seleksi meliputi administrasi, tes tulis dan psikotes, tes fisik, wawancara, kesehatan, dan bahasa Jepang dengan batas usia dan persyaratan kesehatan yang ketat.

Secara rinci, seleksi administrasi yaitu calon peserta mengumpulkan dokumen lengkap, seperti ijazah, KTP, SKCK, surat keterangan sehat, pas foto, dan formulir pendaftaran. Administrasi diperiksa untuk kelengkapan dan keabsahan berkas.

Tes tulis dan psikotes, yaitu calon peserta mengikuti tes tulis berupa tes matematika dasar dan tes kemampuan dasar lain, dan psikotes untuk mengukur kemampuan mental dan kepribadian calon peserta agar sesuai dengan tuntutan kerja di Jepang.

Tes kesehatan dan fisik berupa pemeriksaan kesehatan menyeluruh oleh dokter, termasuk tes fisik untuk memastikan peserta bebas dari penyakit tertentu dan fit secara fisik. Tes fisik bisa meliputi lari, push-up, sit-up sesuai standar yang ditetapkan.

Tes bahasa Jepang yaitu peserta harus mengikuti tes kemampuan bahasa Jepang minimal setara level JLPT N5 atau setara sertifikat bahasa Jepang dasar.

Kemudian dilanjutkan dengan wawancara berupa interviu yang dilakukan oleh tim seleksi, dengan melibatkan psikolog atau tenaga HR, untuk menilai kesiapan mental dan motivasi peserta.

Pengumuman dan daftar ulang bagi peserta yang lolos semua tahapan seleksi diumumkan dan diminta melakukan daftar ulang serta tanda tangan kontrak pendidikan dan kerja.

“Peserta mengikuti pelatihan intensif bahasa Jepang dan keterampilan kerja sebelum berangkat ke Jepang,” ujar Feronika.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *