Beranda / Ragam Berita / Olahraga boxing harus terus digaungkan di tanah Papua

Olahraga boxing harus terus digaungkan di tanah Papua

Atlet boxing profesional Geisler Ap. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Olahraga boxing merupakan salah satu canang bel diri yang bertanding satu lawan satu untuk melakukan serangan dengan cara memukul memakai tangan yang diberi sarung.

Olahraga boxing dengan jangka waktu pertandingan tiga menit yang disebut ronde menjadi salah satu olahraga favorit di tanah Papua, namun untuk tampil menunjukkan bakat yang dimiliki masih minim.

Untuk itu, diperlukan sebuah event atau pertandingan agar olahraga boxing terus digaungkan atau dikumandangkan, sehingga talenta anak-anak Papua tidak sia-sia.

“Mereka (atlet-atlet boxing) hanya latihan tanpa wadah atau event utuk menyalurkan bakat,” ujar atlet boxing Geislep Ap di Papua Youth Creative Hub dalam acara penutupan East Phoria Sport Championship, Minggu (23/6/2024).

Bakat terutama di bidang olahraga adalah potensi bawaan yang dimiliki oleh seseorang. Potensi bawaan ini akan semakin meningkat bila dikembangkan dengan baik.

Paulus Waterpauw dan Geisler Ap. (TIFAPOS/Ramah)

Pengembangan minat dan bakat olahraga sendiri bertujuan agar sesorang menjadi atlet profesional sesuai dengan minat dan bakatnya, sehingga hasilnya lebih optimal.

“Mereka hanya berharap undangan untuk kejurnas (kejuaraan nasional) ke luar daerah. Untuk itu, saya menyampaikan terimakasih kepada Bapak Paulus Waterpauw yang sudah menyelenggarakan East Phoria Sport Championship,” ujar Geisler.

East Phoria Sport Championship dilaksanakan dari 14-23 Juni 2024 di halaman Papua Youth Creative Hub si Jalan Baru Pasar Youtega, dengan tagline “Mengabdi Untuk Negeri”.

East Phoria Sport Championship betujuan pengembangan prestasi anak-anak muda Papua khususnya di bidang olahraga, seperti bola basket, boxing, PUBG, Mobile Legend, Free Fire disambut antusias.

Selain itu, memberikan wadah kepada usia muda dalam mengembangkan bakat dan minat lewat olahraga, melatih sportivitas, memupuk motivasi berkompetisi, dan bertalenta.

“Event ini kami nantikan terutama adik-adik kami yang aktif, namun vakum atau kosong (tidak ada pertandingan. Event ini harus rutin (dilaksanakan) kalau bisa lima kali dalam setahun supaya bakat anak tidak tenggelam, karena mencari bibit juara sangat susah,” ujar Geissler.

Tag: