Beranda / Ragam Berita / Nelayan diminta agar tidak melaut saat cuaca buruk

Nelayan diminta agar tidak melaut saat cuaca buruk

Nelayan di Pangkalan Pendaratan Ikan Hamadi, Kota Jayapura, Provinsi Papua sedang bongkar muatan. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id – Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, mengimbau nelayan agar tidak melaut saat cuaca buruk untuk menjaga keselamatan jiwa mereka.

Nelayan disarankan menunda keberangkatan, menggunakan alat pengaman seperti baju pelampung, dan memantau prakiraan cuaca sebelum melaut. Jika kondisi tidak mendukung, nelayan harus berhenti beraktivitas di laut.

Nelayan memastikan keselamatan saat cuaca buruk, seperti menepi ke pulau terdekat atau bersandar di pelabuhan, memantau prakiraan cuaca secara rutin, dan mengikuti arahan dari otoritas pelayaran serta kru kapal.

Mereka juga menggunakan tanda alam dan indikator cuaca seperti awan, bunyi gelombang, dan arah angin untuk memprediksi kondisi.

Selain itu, nelayan melakukan pengecekan kapal, alat keselamatan seperti APAR dan life jacket, serta mengurangi aktivitas di laut saat cuaca ekstrem.

“Cuaca buruk berdampak negatif terhadap produksi ikan nelayan, menyebabkan penurunan hasil tangkapan dan pendapatan,” ujar Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Iman Djuniawal, M.Si di Kantor DPR Papua, Rabu (16/4/2025).

Ia juga mengatakan, gelombang tinggi, angin kencang, dan curah hujan yang meningkat menghambat aktivitas melaut, mengurangi jumlah trip dan jenis ikan yang bisa ditangkap, serta meningkatkan risiko keselamatan nelayan.

Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua, memberikan pendidikan dasar keselamatan pelayaran, pelatihan keterampilan bertahan hidup di laut, pertolongan pertama, navigasi, dan simulasi penanganan situasi darurat di laut.

Selain itu, pelatihan ini juga bertujuan meningkatkan kompetensi nelayan agar lebih siap menghadapi risiko di laut dan mendapatkan sertifikasi resmi dari pemerintah.

Untuk memutuskan kapan waktu yang tepat untuk melaut, dikatakan Iman, nelayan memperhatikan fase bulan karena memengaruhi perilaku ikan, terutama ikan yang bermigrasi atau mencari makan di permukaan.

Memilih waktu saat cuaca baik dan gelombang laut tidak tinggi. Gelombang besar biasanya terjadi saat musim hujan (Desember-Februari), sehingga nelayan cenderung tidak melaut saat itu demi keselamatan.

Nelayan sering melaut pada malam hari saat angin darat bertiup dari darat ke laut, yang membantu pelayaran, dan kembali ke daratan saat angin laut bertiup dari laut ke darat di siang hari.

Nelayan menggunakan pengetahuan tradisional seperti membaca tanda-tanda alam, posisi bintang, dan arah mata angin untuk menentukan waktu dan lokasi melaut yang aman dan potensial menghasilkan tangkapan ikan.

Beberapa nelayan juga mengikuti kalender lokal atau tradisional yang menunjukkan kapan ikan banyak atau sedikit, sehingga mereka menyesuaikan waktu melautnya.

“Nelayan menghindari melaut saat cuaca buruk, gelombang tinggi, atau fenomena alam yang berisiko, dan memilih waktu malam hari saat kondisi angin mendukung pelayaran dan ikan lebih aktif mencari makan,” ujar Iman.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *