Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menyampaikan sambutan pada musyawarah kerja untuk masa bakti 2022-2027. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Menentukan arah kerja organisasi lima tahun ke depan.
• Evaluasi capaian sebelumnya, dan merumuskan program prioritas hingga 2027.
• Defisit stok darah dan kebutuhan layanan sosial mendesak serta sinergi lintas sektor.
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura menggelar Musyawarah Kerja (Muker) untuk masa bakti 2022-2027 di Grand Tabi Hotel, Senin, 16 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis menentukan arah kerja organisasi kemanusiaan ini selama lima tahun ke depan, di tengah tantangan stok darah yang masih defisit dan kebutuhan layanan sosial yang semakin mendesak di wilayah Kota Jayapura.
Muker ini dihadiri berbagai pihak penting, seperti Dewan Kehormatan PMI Kota Jayapura, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura, pengurus PMI, pengurus Unit Donor Darah (UDD), serta Sekretaris PMI Provinsi Papua, dr. Raflus Doranggi, M.H.
Forum relawan dan tamu undangan lainnya turut meramaikan kegiatan yang bertujuan merancang program kerja PMI selama lima tahun mendatang.
Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi lintas sektor.
“PMI harus bersinergi dan berkolaborasi dengan instansi pemerintah, lembaga keagamaan, hingga perguruan tinggi agar program-program kita berjalan optimal,” ujar Rustan.
Rustan menambahkan, musyawarah ini bukan sekadar rutinitas, melainkan momentum untuk menyusun roadmap kerja yang adaptif terhadap dinamika sosial di Jayapura.
Muker ini juga bertujuan mengevaluasi capaian masa bakti sebelumnya sekaligus merumuskan program prioritas hingga 2027, mencerminkan komitmen PMI dalam mendukung pembangunan daerah.
Selain itu, diskusi difokuskan pada empat pilar utama PMI, yaitu penanggulangan bencana, kesehatan masyarakat, darah dan layanan kesehatan, serta sosial kemanusiaan sehingga generasi muda lebih aktif terlibat.
“Salah satu isu penting yang dibahas adalah kelangkaan stok darah. Data internal PMI Kota Jayapura menunjukkan, meski upaya donor darah rutin digencarkan, kebutuhan warga masih jauh melebihi pasokan,” ujar Rustan.
Rustan mengatakan, selama 2025 saja, UDD PMI Jayapura telah mendistribusikan lebih dari 5.000 kantong darah, namun permintaan terus meningkat akibat kasus kecelakaan lalu lintas dan penyakit kronis.
dr. Raflus Doranggi, yang juga hadir sebagai perwakilan PMI Provinsi, mendukung penuh agenda ini.
“Kolaborasi provinsi dan kota harus ditingkatkan, termasuk dengan melibatkan TNI-Polri serta perusahaan swasta untuk kampanye donor darah massal,” ujar Raflus.
Ia berharap Muker ini menghasilkan kebijakan konkret, seperti pembentukan posko donor darah permanen di setiap kelurahan.
Kegiatan berlangsung sehari penuh dengan sesi rapat kerja, presentasi laporan pertanggungjawaban, dan pemilihan pengurus baru jika diperlukan.
Para peserta juga meninjau booth simulasi donor darah dan penanggulangan bencana, sebagai pengingat peran PMI di tengah risiko gempa dan banjir di Kota Jayapura.
Muker ini diakhiri dengan komitmen bersama, yang diharapkan menjadi tonggak baru bagi PMI Kota Jayapura, serta semangat gotong royong, yang siap berkontribusi lebih besar bagi kesejahteraan masyarakat Kota Jayapura, menuju Papua yang tangguh dan sejahtera.
(lrm)







