Beranda / Ragam Berita / Musyawarah Kerja PMI Kota Jayapura fokus perluas jangkauan pelayanan

Musyawarah Kerja PMI Kota Jayapura fokus perluas jangkauan pelayanan

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M sekaligus Ketua PMI Kota Jayapura meresmikan Musyawarah Kerja PMI Kota Jayapura. (TIFAPOS.id/La Ramah)

TIFAPOS.id – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura, mengadakan Musyawarah Kerja (Musker) untuk mengevaluasi kinerja dan merumuskan program kerja ke depan.

Kegiatan ini berlangsung di Grand Tabi Hotel Jayapura, Kota Jayapura, Jumat (28/3/2025) dirangkai dengan buka puasa bersama.

Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota dan dewan kehormatan, pimpinan OPD Pemkot Jayapura, perguruan tinggi, kepala SMA dan SMP, SD, PMI Provinsi Papua.

Hadir juga ketua dan anggota Unit Donor Darah Kota Jayapura, PMI distrik, relawan, palang merah remaja, ormas, dan paguyuban.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M sekaligus Ketua PMI Kota Jayapura menyampaikan sambutannya dalam Musyawarah Kerja PMI Kota Jayapura. (TIFAPOS.id/La Ramah)

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, menekankan pentingnya memperluas jangkauan pelayanan publik dan tidak hanya beroperasi saat keadaan darurat.

Ia juga menyatakan bahwa masukan dari peserta sangat penting dalam proses ini agar pelayanan PMI ke depan semakin baik terutama yang membutuhkan darah.

“Musyawarah Kerja ini menjadi platform penting bagi PMI untuk meningkatkan efektivitas pelayanan serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam kegiatan kemanusiaan,” ujar Rustan.

Rutan yang juga menjabat Ketua PMI Kota Jayapura mengatakan minimnya peran serta masyarakat (donor darah) menyebabkan PMI selalu kekurangan stok darah.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M sekaligus Ketua PMI Kota Jayapura (tengah) diwawancarai wartawan. (TIFAPOS.id/La Ramah)

Data PMI Kota Jayapura, dalam sehari mendapatkan donor darah secara sukarela rata-rata 45-50 kantong, sementara yang didapatkan 30 kantong per hari.

Daerah paling banyak adalah darah O antara 45-50 persen, darah A antara 20-25 persen, darah B antara 18-22 persen, yang paling sulit darah AB antara 5-7 persen kami dapatkan.

Sementara, pendonor darah paling banyak laki-laki 80 persen sisanya perempuan. Adapun usia pendonor aktif rata-rata d25 s.d 40 tahun.

Give Blood Save Life adalah slogan PMI yang artinya setetes darah yang diberikan menyelamatkan kehidupan seseorang sebagai upaya untuk menarik minat masyarakat agar bersedia mendonorkan darahnya.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M sekaligus Ketua PMI Kota Jayapura dan Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei. (TIFAPOS.id/La Ramah)

Untuk itu, PMI Kota Jayapura menguatkan sosialisasi guna memberikan pemahaman terhadap tugas-tugas PMI dan donor darah, mengingat betapa pentingnya ketersediaan darah terutama bagi yang membutuhkan.

“Banyak sumber, tapi stoknya terbatas karena sebagian masyarakat yang belum rela dan ikhlas untuk melakukan donor,” ujar Rustan.

Ketua PMI Provinsi Papua, Zakius Degei, berharap dalam Musker tersebut dapat merumuskan program kerja yang komprehensif dan terpadu, bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat dalam kegiatan kepalangmerahan.

Ia juga menekankan pentingnya memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada masyarakat, tidak hanya saat keadaan darurat, tetapi juga dalam kegiatan rutin untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang layanan kemanusiaan.

Kepala Unit Donor Darah Kota Jayapura, dr. Idawati Waromi, Sp.KJ. (TIFAPOS.id/La Ramah)

Selain itu, dengan memperkuat struktur organisasi di tingkat kecamatan, PMI berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, yang memungkinkan mereka lebih dekat dengan masyarakat.

Ia juga berharap PMI bekerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk mengoptimalkan eksistensi mereka dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam kegiatan kemanusiaan.

“PMI berusaha untuk menjadi lebih responsif dan dekat dengan masyarakat, serta meningkatkan efektivitas pelayanan,” ujar Degei.

Dewan Kehormatan PMI Kota Jayapura, Rudolf Dace Siahaya, berharap setiap program dirancang untuk meningkatkan kualitas pelayanan PMI.

Selain itu, memastikan manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat secara luas, seperti, pelayanan sosial, kesehatan, dan lingkungan.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M sekaligus Ketua PMI Kota Jayapura bersama kolega. (TIFAPOS.id/La Ramah)

Ia juga berharap pemerintah daerah mendukung program kerja PMI, guna meningkatkan kualitas pelayanan sosial dan memperluas jangkauan mereka dalam membantu masyarakat.

Kepala Unit Donor Darah Kota Jayapura, dr. Idawati Waromi, Sp.KJ, mengatakan rutin melaksanakan donor darah, meski di bulan Ramadan.

Kesempatan tersebut, Waromi yang juga spesialis kedokteran jiwa, mengatakan ketersediaan stok darah mencukupi untuk kebutuhan warga di Kota Jayapura.

“Target kami 1.200 kantong darah. Puji Tuhan dapat kami penuhi. Ke depannya kerja sama dengan OPD Pemkot Jayapura dan sekolah, sehingga memenuhi kebutuhan darah,” ujar Waromi.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *