Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. Rustan Saru, M.M membuka Musda VI LDII Kota Jayapura dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Prioritas pada wawasan kebangsaan melalui pembekalan 4 pilar (Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI) sebagai fondasi SDM religius profesional.
• Selaras dengan visi Kota Jayapura sebagai kota jasa unggulan dan menguatkan peran LDII dalam pembangunan daerah.
• Tingkatkan dakwah di tengah tantangan multikultural Kota Jayapura (toleransi, radikalisme).
LEMBAGA Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kota Jayapura, Papua, menggelar musyawarah daerah (Musda) VI di Hotel Horison Kotaraja, Rabu, 11 Februari 2026.
Kegiatan ini diikuti pengurus cabang tingkat distrik dari berbagai wilayah di Kota Jayapura. Hadir pula pimpinan DPW LDII Provinsi Papua, pengurus DPD LDII Kota Jayapura periode 2021-2026, serta perwakilan forkopimda.
Dengan tema “Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Profesional Religius, untuk Mendukung Terwujudnya Kota Jayapura sebagai Kota Jasa yang Berbudaya, Religius, Maju, Mandiri, dan Sejahtera Menuju Jayapura Emas”.
Ketua DPD LDII Kota Jayapura periode 2021-2026, Dadang Hidayat, S.Sos, negara Musda kali ini menjadikan wawasan kebangsaan sebagai prioritas utama.
“Kami memperkuat pemahaman pengurus melalui pembekalan empat pilar kebangsaanx yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Ini bukan sekadar formalitas, tapi fondasi untuk menciptakan SDM LDII yang profesional dan religius,” ujar Dadang.
Dadang menambahkan, penguatan SDM religius profesional ini selaras dengan visi Kota Jayapura sebagai kota jasa unggulan.
Ia juga menekankan capaian lima tahun terakhir, seperti pembangunan masjid, program pendidikan anak yatim, dan kerjasama dengan pemerintah dalam penanganan kemiskinan.
“Kami ingin anggota LDII menjadi pelopor dalam membangun masyarakat yang berbudaya religius, maju, mandiri, dan sejahtera. Menuju Jayapura Emas 2045, LDII siap berkontribusi melalui dakwah, pendidikan, dan pelayanan sosial,” tambahnya.
Dadang berharap Musda VI LDII ini tak hanya agenda internal organisasi, tapi juga kontribusi nyata bagi Papua, khususnya Kota Jayapura yang berdaulat dan makmur.
Ketua DPW LDII Provinsi Papua, H. Sudarmo, S.Pd, menegaskan Musda dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) LDII.
“Proses musyawarah ini harus demokratis, transparan, dan inklusif. Setiap pengurus cabang distrik memiliki hak suara yang setara untuk memilih kepemimpinan periode mendatang,” ujar Sudarmo.
Sudarmo juga mengajak seluruh pengurus untuk terus meningkatkan kualitas dakwah di tengah tantangan multikultural Papua, termasuk isu toleransi dan radikalisme.
“Musda ini menjadi momentum strategis bagi LDII untuk memperkuat peran organisasi dalam pembangunan daerah,” ujar Sudarmo.
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. Rustan Saru, M.M, mengatakan tema Musda VI LDII Kota Jayapura menjadi panduan bagi seluruh peserta dalam merumuskan arah dakwah dan pengembangan organisasi ke depan.
“LDII telah terbukti sebagai pilar utama dalam menjaga dan memperkokoh toleransi umat beragama di Jayapura yang majemuk. Organisasi ini bukan hanya mitra, tapi garda terdepan dalam mendukung program kerja pemerintah daerah,” ujar Rustan.
Rustan juga mengatakan kerja sama LDII dengan Pemkot Jayapura telah terwujud dalam berbagai program, seperti bantuan sosial, penguatan pendidikan karakter di sekolah, dan pengamanan hari besar keagamaan.
Rustan berharap Musda VI ini menghasilkan ketua baru yang mampu bersinergi lebih erat dengan pemerintah.
“Kami butuh pemimpin LDII yang visioner, bisa jadi jembatan antara umat Islam dengan masyarakat adat Papua, serta mendukung target Jayapura sebagai kota jasa berbasis ekonomi halal dan pariwisata religius. Bersama, kita wujudkan Jayapura Emas yang religius dan sejahtera,” ujar Rustan.
Sepanjang hari, Musda diisi dengan sidang pleno, laporan pertanggungjawaban pengurus lama, dan pemilihan pengurus periode 2026-2031.
Para pengurus cabang distrik aktif berdiskusi, menyusun program kerja unggulan seperti pelatihan SDM dakwah digital dan pengembangan ekonomi umat.
(lrm)






