Plt. Kepala Distrik Jayapura Selatan Alfrida Soro, S.IP meminta Musrenbang. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Kelanjutan Musrenbang tingkat kelurahan.
• Wadah usulan program pembangunan untuk realisasi anggaran 2027.
• Empat bidang prioritas, yaitu sarana/prasarana, sosial budaya, ekonomi, pemerintahan.
MUSYAWARAH Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Distrik Jayapura Selatan tahun 2026 berlangsung di halaman Kantor Distrik Jayapura Selatan, Selasa, 24 Februari 2026.
Hadir dalam kegiatan ini Plt. Kepala Distrik Jayapura Selatan Alfrida Soro, S.IP, para kepala kelurahan, perwakilan RT/RW, serta dinas-dinas terkait seperti Dinas Pekerjaan Umum (PU), Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Jayapura.
Plt. Kepala Distrik Alfrida Soro menekankan Musrenbang ini merupakan kelanjutan dari pembahasan tingkat kelurahan.
Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah penting bagi masyarakat untuk menyuarakan usulan program pembangunan yang sesuai kebutuhan langsung, menargetkan realisasi pada tahun anggaran 2027.
“Kita sudah membahas empat bidang prioritas di tingkat kelurahan, dan kini dibahas secara lebih mendalam di tingkat distrik,” ujar Alfrida Soro.
Dikatakannya, empat bidang tersebut meliputi sarana dan prasarana, sosial budaya, ekonomi, serta pemerintahan.
“Usulan program harus benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Sudah ditetapkan oleh Bappeda untuk diprioritaskan dan dikerjakan tahun depan,” tambahnya.
Menurutnya, pembahasan sarana dan prasarana menjadi sorotan utama. Warga mengusulkan perbaikan jalan rusak akibat hujan deras musim lalu, pembangunan drainase untuk mencegah banjir, serta peningkatan akses air bersih di permukiman padat.
“Jalan lingkungan bolong-bolong, sulit dilalui kendaraan darurat,” ujar Alfrida Soro.
Selain itu, bidang sosial budaya tak kalah penting, dengan usulan pembangunan rumah adat untuk pelestarian budaya suku-suku asli Papua.
Serta, program pemberdayaan pemuda melalui sanggar seni dan pelatihan keterampilan lokal juga digaungkan.
Di sektor ekonomi, peserta mendorong pengembangan pasar tradisional digital, pelatihan UMKM berbasis pertanian organik, dan akses kredit murah bagi petani kecil.
Sementara bidang pemerintahan menyoroti digitalisasi layanan publik, seperti aplikasi pelaporan masyarakat dan peningkatan posko keamanan perbatasan.
Alfrida Soro berharap semua usulan ini dapat dijawab secara nyata oleh dinas terkait. Kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan swasta untuk kesejahteraan bersama.
“Musrenbang bukan sekadar seremoni, tapi komitmen untuk membangun Jayapura Selatan yang lebih maju. Kami akan fasilitasi agar prioritas Bappeda terealisasi di 2027,” Alfrida Soro.
Ia juga mengingatkan agar usulan bersifat realistis, terukur, dan berkelanjutan, mengingat keterbatasan anggaran daerah.
Kegiatan ini diakhiri dengan penyusunan daftar usulan final yang akan diserahkan ke Musrenbang tingkat kota. Bappeda Kota Jayapura menjanjikan verifikasi cepat untuk memastikan program tepat sasaran.
“Musrenbang Distrik Jayapura Selatan ini menjadi contoh partisipasi masyarakat yang aktif, sejalan dengan semangat pembangunan berbasis bawah di Kota Jayapura,” ujar Alfrida Soro.
“Dengan fokus pada empat bidang prioritas, Jayapura Selatan optimis menyongsong 2027 dengan infrastruktur lebih baik, ekonomi berkembang, budaya terjaga, dan tata kelola yang prima,” sambungnya.
Alfrida Soro menambahkan Kantor Distrik Jayapura Selatan sudah seharusnya dibangun direhab untuk membantu pelayanan maksimal.
(lrm)







