Beranda / Ragam Berita / Muskot IV WHDI Kota Jayapura tingkatkan peran organisasi dalam moderasi beragama

Muskot IV WHDI Kota Jayapura tingkatkan peran organisasi dalam moderasi beragama

Sekretaris Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jayapura, Subaeda Wada, S.E., MBA mewakili Ketua GOW Kota Jayapura, Rasmawati Rustan Saru meresmikan kegiatan Musyawarah Kota IV WHDI Kota Jayapura dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Evaluasi dan penguatan organisasi untuk mendukung keharmonisan sosial dan keberagaman di Kota Jayapura.

• Membahasa program kerja dan memilih kepengurusan baru periode 2025-2030.

• Membangun generasi muda Hindu yang moderat dan berbudaya.

 

WANITA Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kota Jayapura, Papua, menggelar Musyawarah Kota (Muskot) IV di Hotel Horison Kotaraja, Sabtu, 1 November 2025.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Melalui Musyawarah Kota IV Kita Tingkatkan Peran WHDI Kota Jayapura Dalam Membentuk Generasi Muda Hindu yang Moderat dan Berbudaya untuk Mendukung Pemerintah Mewujudkan Moderasi Beragama di Kota Jayapura”.

Acara yang dihadiri pimpinan organisasi serta lembaga pemerintah, menjadi momentum penting untuk evaluasi dan penguatan organisasi dalam mendukung keharmonisan sosial dan keberagaman di Kota Jayapura.

Ketua WHDI Kota Jayapura, Ni Made Duwi Gamayanti, S.E., M.Si mengatakan, agenda utama dalam musyawarah ini adalah membahas program kerja lima tahun ke depan, mengevaluasi kinerja pengurus sebelumnya, serta memilih kepengurusan baru periode 2025-2030.

“Kami sudah menjalankan berbagai program di bidang kebudayaan dan sosial yang bersinergi dengan lembaga agama lain serta pemerintah kota Jayapura, termasuk bernaung di bawah gabungan organisasi wanita,” ujar Gamayanti.

“Sinergitas dengan pemerintah dan organisasi perempuan menjadi kekuatan WHDI dalam memperkuat moderasi beragama serta membentuk generasi Hindu yang moderat dan berbudaya,” sambungnya.

Ketua WHDI Provinsi Papua, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.M.Pd menambahkan, musyawarah kali ini berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), yaitu membuat program kerja baru, mengevaluasi kinerja, dan memilih pengurus baru.

“Kepengurusan yang baru diharapkan mampu melanjutkan berbagai program strategis, termasuk mendukung salah satu program prioritas Presiden Prabowo, yakni mengedukasi pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) agar anak-anak PAUD dan Pasraman terbiasa sebelum makan mencuci tangan, yaitu cara mencuci tangan yang benar, dan berdoa sebelum makan,” ujar Kabeningsih.

Dia juga mengatakan, Muskot IV WHDI Kota Jayapura tidak hanya memperkuat keberadaan WHDI Kota Jayapura sebagai organisasi penting di Tanah Papua, tetapi juga turut memberikan kontribusi nyata dalam membangun generasi muda Hindu yang moderat dan berbudaya.

“Musyawarah Kota IV menjadi tonggak penting bagi WHDI untuk terus berperan aktif mendukung pemerintah dalam mewujudkan moderasi beragama dan keharmonisan sosial di Kota Jayapura,” ujar Kabeningsih.

Sekretaris Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Jayapura, Subaeda Wada, S.E., MBA mewakili Ketua GOW Kota Jayapura, Rasmawati Rustan Saru sekaligus meresmikan Muskot IV WHDI Kota Jayapura mengapresiasi langkah WHDI.

Ia menilai program dan visi WHDI selaras dengan semangat Pemerintah Kota Jayapura yang ingin menjaga keharmonisan sosial dan kebhinekaan di Tanah Papua.

“Kami berharap musyawarah ini melahirkan pengurus dan program kerja yang visioner, solid, dan penuh komitmen. Dengan demikian, WHDI dapat terus maju, memberikan manfaat nyata, serta berdampak positif bagi umat Hindu, masyarakat luas, dan daerah,” ujar Subaeda.

Subaeda menambahkan Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) adalah sebuah organisasi sosial kemasyarakatan yang dibentuk khusus bagi wanita yang beragama Hindu di Indonesia.

Organisasi ini telah berdiri sejak tahun 1988 secara nasional, dengan sejarah akar dari berbagai organisasi wanita Hindu lokal sejak tahun 1970-an.

“WHDI berperan strategis dalam pemberdayaan perempuan Hindu, meningkatkan kualitas sumber daya manusia wanita Hindu agar dapat memaksimalkan peran mereka sebagai istri, ibu, umat Hindu, dan anggota masyarakat yang baik,” ujar Subaeda.

“WHDI juga merupakan mitra pemerintah dalam mendukung pencapaian tujuan-tujuan pembangunan, khususnya yang terkait dengan kesetaraan gender, pemberdayaan wanita, kesehatan anak, dan kesejahteraan keluarga,” sambungnya.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *