Kebersamaan para ibu dan anak-anak ikut merayakan Hari Ibu 2025. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Menginspirasi masyarakat luas untuk menghargai peran ibu.
• Mengingatkan bahwa di balik pengasuhan, ibu tetap individu dengan mimpi dan kebutuhan.
• Diharapkan menjadi tradisi tahunan untuk merayakan fondasi keluarga.
DI TENGAH kesibukan sehari-hari, perjalanan menjadi ibu sering kali penuh pengorbanan yang tak terlihat.
Terinspirasi oleh fenomena “Flamingo Era” saat seekor flamingo kehilangan warna pinknya karena fokus merawat anak, Kalbe Nutritionals melalui merek Morinaga meluncurkan inisiatif “Semua Bunda Dirayakan”.
Inisiatif ini bertujuan memberikan apresiasi kepada para ibu di Indonesia, mengingatkan peran mereka sebagai pengasuh juga layak dirayakan, bukan hanya sebagai pendamping tumbuh kembang anak.
Melalui kampanye ini, Morinaga mengajak ribuan ibu untuk berbagi cerita kerinduan mereka sejak menjalani peran sebagai bunda.
Lewat Wall of Love yang hadir di platform online dan offline store, lebih dari 1.000 ibu berpartisipasi.
Cerita-cerita jujur ini mengungkap kerinduan akan waktu untuk diri sendiri, ruang bernapas, dan keseimbangan emosional.
Temuan menarik dari kampanye ini menunjukkan bahwa sekitar 30% ibu merindukan “me-time” sederhana, hampir 15% ingin menghabiskan waktu bersama teman-teman, dan 15% lainnya ingin kembali belajar atau mengembangkan potensi diri yang sempat tertunda.
Kenty Novita Pratiwi Senior Brand Manager Morinaga dalam rilisnya di Jakarta, Senin, 22 Desember 2025 mengatakan Morinaga mengapresiasi perjalanan setiap bunda, sebagai penentu pilihan terbaik untuk si kecil, termasuk seluruh perjuangan dan perubahan yang mereka jalani.
“Kami yakin tumbuh kembang si kecil tidak berjalan sendirian. Ada seorang bunda yang juga bertumbuh, belajar, dan beradaptasi setiap hari,” ujar Kenty.
Menurutnya, memasuki fase “Flamingo Era”, saat bunda berusaha tetap anggun di tengah tantangan fisik dan emosional, Morinaga ingin hadir bukan hanya sebagai nutrisi, tetapi sebagai teman perjalanan.
“Melalui ‘Semua Bunda Dirayakan’, kami ingin mengembalikan ‘warna’ bunda yang mungkin sempat memudar, dan mengingatkan kebahagiaan bunda adalah fondasi kebahagiaan keluarga,” sambungnya.
Sebagai wujud apresiasi nyata, Morinaga mewujudkan kerinduan 10 ibu terpilih, mulai dari sesi me-time yang sederhana hingga pengalaman bermakna seperti workshop pengembangan diri.
Puncak perayaan berlangsung pada Hari Ibu melalui acara “Suara Untuk Bunda”, sebuah momen selebrasi yang diciptakan sebagai ruang aman bagi para ibu untuk berhenti sejenak dan merayakan diri.
Acara ini berkolaborasi dengan Nyanyi Bareng Jakarta (NBJ), komunitas bernyanyi pertama di Indonesia yang didirikan pada April 2025 oleh Meda Kawu, Gladys Santoso, dan Jusuf Winardi. NBJ dikenal mengedepankan kebersamaan dan koneksi emosional melalui musik.
Dalam sesi bernyanyi bersama yang inklusif dan penuh empati, para ibu diajak mengekspresikan perasaan melalui lagu-lagu akrab, melepaskan emosi terpendam, dan terhubung satu sama lain dalam suasana hangat tanpa penilaian.
Kolaborasi ini menjadi bagian penting dari perayaan, menghadirkan musik sebagai medium sederhana namun kuat untuk memulihkan dan mengembalikan rasa pada diri para ibu.
Selain itu, Morinaga menghadirkan instalasi Digital Wall of Love, yang menampilkan rangkuman cerita, impian, dan keinginan ibu dari berbagai daerah di Indonesia.
Instalasi ini simbolkan tidak ada satu pun cerita bunda yang terlalu kecil untuk dilihat dan dirayakan.
Lebih dari 40 tahun bersama keluarga Indonesia, Morinaga berkomitmen tidak hanya pada nutrisi anak, tetapi juga pada perjalanan emosional para ibu yang menjadi fondasi kuat sebuah keluarga.
“Sebab pada akhirnya #WaktuTakBisaKembali, dan setiap perjalanan bunda memiliki warna yang pantas dirayakan,” ujar Kenty mengutip pesan kampanye ini.
Inisiatif ini tidak hanya memberikan ruang bagi ibu untuk merenung, tetapi juga menginspirasi masyarakat luas untuk lebih menghargai peran ibu.
Dengan partisipasi masif dan kolaborasi kreatif, “Semua Bunda Dirayakan” menjadi bukti di balik pengasuhan penuh cinta, setiap ibu tetaplah individu dengan mimpi dan kebutuhan yang ingin terus hidup.
“Acara ini diharapkan dapat menjadi tradisi tahunan, mengingatkan merayakan ibu adalah merayakan fondasi keluarga,” ujar Kenty.
(ldr)






