Kepala sekolah dan guru di SMP Negeri 2 Jayapura membahas strategi peningkatan mutu pendidikan, pemanfaatan teknologi dalam proses belajar, dan penguatan komunikasi antar tim pengajar demi tercapainya target sekolah tahun ajaran mendatang. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pelatihan pembuatan soal tes kompetensi akademik.
• Membuat soal yang mampu mengukur kompetensi sesuai standar pendidikan nasional.
• Dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia dan Hari Guru Nasional 2025.
DALAM rangka menyambut akhir semester ganjil tahun ajaran 2025/2026, SMP Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, menggelar pelatihan pembuatan soal tes kompetensi akademik (TKA) sebagai bagian dari persiapan yang matang.
Kegiatan ini berlangsung di ruang pertemuan guru, Kamis, 20 November 2025, dengan tujuan memastikan bahwa proses ujian berjalan lancar dan mampu menghasilkan evaluasi yang komprehensif serta akurat.
Pelatihan ini sekaligus memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN), yang diusung dengan tema “Guru Hebat, Indonesia Kuat”.
Pelatihan ini diikuti oleh seluruh guru di SMP Negeri 2 Jayapura yang mengajar di kelas 7, 8, dan 9 sebagai peserta utama.
Mereka mendapatkan arahan langsung dari narasumber yang berasal dari proktor dan teknisi yang berpengalaman dalam bidang tes kompetensi akademik.
Dalam sesi ini, guru dilatih terkait tingkat kesulitan soal yang sesuai jenjang, serta bagaimana membuat soal yang mampu mengukur kompetensi sesuai standar pendidikan nasional.
Hal ini dianggap penting agar para guru dapat mempersiapkan soal-soal yang tidak hanya memenuhi standar akademik tapi juga mampu menggali potensi siswa secara maksimal.
Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd, mengatakan bahwa pelatihan ini sangat vital.
“Sebagai kepala sekolah, saya merasa penting untuk menyiapkan anak-anak kami agar benar-benar siap menghadapi jenjang pendidikan selanjutnya di SMA maupun SMK,” ujar Enok.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memastikan bahwa soal-soal ujian memiliki level yang sesuai dan mampu mengukur kompetensi siswa secara objektif,” sambungnya.
Ia juga menegaskan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari upaya sekolah meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Jayapura.
Selain itu, pelaksanaan ujian tes kompetensi akademik direncanakan berlangsung selama dua hari, dari 26 November hingga 5 Desember 2025.
Untuk mendukung proses ini, SMP Negeri 2 Jayapura menyiapkan dua laboratorium komputer yang dilengkapi dengan sebanyak 48 komputer.
Sehingga, jumlah tersebut dianggap cukup untuk mengakomodasi seluruh peserta ujian yang berjumlah 364 siswa dari kelas sembilan.
Termasuk, sarana dan prasarana pendukung lain seperti pengaturan jadwal ujian juga telah disusun dengan cermat.
Sekolah sudah mengirimkan pemberitahuan kepada orang tua siswa agar mereka mempersiapkan laptop atau perangkat komputer lainnya agar siswa dapat mengikuti ujian secara optimal.
Selain itu, siswa telah dipersiapkan melalui ujian tengah semester dan ujian harian, sehingga diharapkan mereka sudah familiar dan percaya diri menghadapi ujian kompetensi akademik ini.
“Ujian ini akan menguji dua mata pelajaran utama, yaitu matematika dan bahasa Indonesia, yang merupakan fondasi utama dalam keberhasilan akademik siswa,” ujar Enok.
Pengawas Pembina SMP Negeri 2 Jayapura, Dra. Devlin Lolowang, M.Pd, mengapresiasi langkah tersebut sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan.
Ia mengatakan bahwa pelatihan pembuatan soal ini sangat penting untuk meningkatkan kualitas ujian dan bagi pengembangan mutu pendidikan di tingkat sekolah menengah pertama.
Ia juga mengamati bahwa guru dan siswa sudah menunjukkan kesiapan yang baik untuk mengikuti ujian tersebut.
“SMP Negeri 2 Jayapura berkomitmen dalam menjaga mutu pendidikan melalui persiapan yang matang dan pelaksanaan ujian yang terkendali,” ujar Devlin.
Devlin berharap siswa mampu meraih hasil terbaik dan siap menatap jenjang pendidikan berikutnya dengan percaya diri.
Selain itu, kegiatan ini sekaligus menjadi momentum mempererat keberagaman dan semangat nasionalisme di kalangan guru dan siswa, sesuai dengan tema peringatan HUT PGRI dan HGN 2025.
(ldr)









