Jose Augusto Nerotou dan kolega mengikuti World Innovation Tech Challenge 2024 Korea. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan meluncurkan program Numbay Pintar untuk pandai berhitung melalui metode pembelajaran GASING (gampang, asik, menyenangkan).
Metode GASING dalam rangka meningkatkan daya saing dan numerasi baik guru dan siswa, bekerja sama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya yang dipimpin Profesor Yohanes Surya, sejak 2023.
Metode GASING adalah proses langkah demi langkah, yang disusun sedemikian rupa sehingga penguasaan materi dibangun dari pemahaman materi sebelumnya.

Manfaat metode pembelajaran GASING agar memiliki guru yang pandai berhitung dan mampu melaksanakan pengimbasan dan menjadi kader peningkatan kemampuan berhitung di sekolah.
Adapun manfaat untuk peserta didik adalah meningkatkan komunikasi dan kolaborasi serta keterampilan berpikir tingkat tinggi melalui proses belajar pandai berhitung serta meningkatkan sikap kolaborasi dan komunikasi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan metode GASING telah mengorbitkan siswa berprestasi pada ajang nasional dan internasional.
Salah satunya Jose Augusto Nerotou siswa SMP Kalam Kudus Jayapura yang baru saja kembali dari Korea, setelah berkompetisi pada ajang World Innovation Tech Challenge (WITH) 2024 Korea.
“Ananda Jose adalah siswa GASING angkatan 2023 yang dibina Profesor Yohanes Surya,” ujar Abdul Majid di kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Senin (4/11/2024).
Jose, sapaan akrabnya, berangkat Minggu malam dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Jakarta bersama tim menuju Korea untuk mengikuti WITH Korea 2024.

Pada ajang tersebut, Jose masuk dalam kategori Junior Coding Level bersama siswa berpretasi lainnya di Indonesia, yaitu Felicia Dahayu dari Banyuwangi meraih medali emas.
Sementara, Creesya Wianopa dari Gunung Mas Kalteng, Uriel Algifari dari Halmahera Tengah dan Esra Weyai dari Biak Numfor meraih medali perungu.
“Jose berhasil membawa pulang medali Silver. Tentunya kami besyukur dan bangga, semoga siswa lainnya di Kota Jayapura bisa mengikuti jejak Jose, untuk terus mengukir prestasi baik nasional dan internasional,” ujarnya.

Abdul Majid menambahkan, setelah mengikuti ajang internasional, Jose akan mengikuti kompetisi sains dan matematika tingkat Asia pada 11-16 November 2024 di Banyuwangi, Jawa Timur, Indonesia.
Plt Sekda Kota Jayapura Evert Nicholas Merauje meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura terus memonitoring guru dan peserta didik yang sudah mengikuti pelatihan dan pendampingan dengan metode pembelajaran GASING.
“Semua anak harus pandai berhitung baik perkalian, pengurangan, dan pembagian. Harus memiliki komitmen dan kepercayaan diri agar meningkatkan pelayanan pendidikan di Kota Jayapura,” ujarnya.






