Beranda / Opini / Merawat keberagaman, meningkatkan kinerja: Kepemimpinan multikultural di sekolah

Merawat keberagaman, meningkatkan kinerja: Kepemimpinan multikultural di sekolah

Mahasiswa Manajemen Magister Pendidikan di Universitas Cendrawasih Jayapura, Indah Khairunnisa Syaifudin. (TIFAPOS/Ist)

Oleh: Indah Khairunnisa Syaifudin

TIFAPOS.id Indonesia merupakan negara yang multikultural terdiri dari banyak suku, ras, agama, bahasa, budaya yang berbeda-beda.

Keberagaman ini merupakan suatu hal yang baik, namun dibalik itu semua terdapat tantangan yang sangat berat. Di lingkungan kerja, sosial masyarakat, terutama lingkungan pendidikan seprti di sekolah.

Dalam lingkungan pendidikan, menerapkan kepemimpinan multikultural merupakan suatu pendekatan yang baik untuk merawat keberagaman, dan juga meningkatkan kinerja sekolah secara menyeluruh.

Kepemimpinan multikultural merupakan kepemimpinan yang pemimpinnya atau kepala sekolah mengetahui tentang memahami, menghargai, memanfaatkan, keberagaman yang ada di sekolah.

Pemimpin atau kepala sekolah yang mempunyai jiwa kepemimpinan multikultural tidak hanya bersikap adil, namum juga bersikap proaktif untuk membuat lingkungan yang adil, menghormati perbedaan, dan juga menjunjung tinggi nilai kesetaraan antarsesama.

Peran penting yang harus dimiliki oleh pemimpin atau kepala sekolah untuk menjaga dan merawat keberagam yang ada di sekolah dengan cara membangun budaya sekolah yang inklusif, yaitu kepala sekolah mampu untuk menciptakan kebijakan atau membuat program yang menggambarkan nilai-nilai toleransi dan menghormati perbedaan.

Seperti di SD Al-Munawarah Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, pada tahun 2024 saat P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila), sekolah mengadakan kegiatan dengan judul “Kuliner Nusantara”.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya yang berasal dari beragam daerah di Indonesia. Dengan adanya kegiatan seperti ini, dapat memperkuat kebersamaan di lingkungan sekolah.

Meningkatkan kompetensi guru, juga merupakan suatu hal yang penting didapatkan oleh setiap guru, seperti memberikan pelatihan tentang budaya dan adat istiadat.

Kemudian, cara dan langkah pembelajaran yang responsive terhdap latar belakang para siswa yang berbeda-beda. Hal ini, dapat membantu guru untuk memhami latar belakang siswa yang berbeda, juga mampu menciptakan iklim kelas yang baik dan saling menghargai sesama.

Keberanian juga harus dimiliki oleh pemimpin, seorang pemimpin harus menjadi individu yang berani dalam menghadapi, menangani kasus diskrimanasi, perundungan, ataupun perlakuan yang tidak adil karena perbedaan budaya, suku, etnis, dan agama.

Dalam kepemimpinan multikultural yang baik, menjaga keharmonisan juga penting dilakukan untuk memberikan dampak positif kepada warga sekolah agar kinerja dalam bidang akademik dan nonakademik memiliki hasil yang optimal.

Selain itu, siswa yang diterima dan dihargai berpotensi untuk termotivasi saat pembelajaran, berpartisipatif aktif dalam setiap kegiatan yang diadakan disekolah, serta mampu meningkatkan potensi akademik dan nonakademik siswa.

Merawat keberagaman di sekolah bukan hanya tuntutan moral, namun strategi yang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan kualitas di lingkungan pendidikan.

Kepemimpinan multikultural memberikan pendekatan yang lengkap untuk membuat lingkungan belajar yang inklusif, produktif, menghargai, dan menghormati.

Adanya pemimpin yang mempunyai sifat kepemimpinan multikultural sudah pasti memahami dan menghargai perbedaan dari setiap daerah yang ada di Indonesia.

 

 

(Penulis adalah guru bahasa Inggris di SD Al-Munawarah Sentani, saat ini mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih Jayapura)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *