Beranda / Ragam Berita / Menjaga kerapian dan disiplin siswa lewat program cukur rambut di SMPN 2 Jayapura

Menjaga kerapian dan disiplin siswa lewat program cukur rambut di SMPN 2 Jayapura

Alumni SMPN 2 Jayapura sedang mencukur rambut. (TIFAPOS/Istimewa)


Ringkasan Berita

Meringankan beban keluarga dan meningkatkan citra serta kesejahteraan siswa.

Mengurangi kesenjangan sosial karena semua siswa mengikuti aturan penampilan yang sama dan membantu mencegah gangguan belajar seperti penyebaran kutu.

Program ini menjadi sarana pembinaan karakter, mendukung persiapan siswa menghadapi dunia kerja yang menghargai kerapian.

 

SEKOLAH Menengah Pertama (SMP) Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, melibatkan alumni dalam program cukur rambut secara berkala atau massal guna menjaga kerapian dan disiplin siswa.

Program yang diprakarsai Wakil Kepala Sekolah Kesiswaan untuk meringankan beban keluarga siswa sekaligus meningkatkan citra serta kesejahteraan siswa.

Selain itu, penampilan yang rapi dan terawat meningkatkan rasa percaya diri siswa, sehingga mereka lebih siap dalam mengikuti aktivitas belajar mengajar.

Kerapian juga menciptakan suasana sekolah yang nyaman dan tertib yang mendukung proses pembelajaran.

Lebih jauh, program ini dapat mengurangi kesenjangan sosial di kalangan siswa karena semua siswa mengikuti aturan yang sama mengenai penampilan.

Rambut yang rapi juga membantu meminimalkan gangguan saat belajar, mencegah penyebaran kutu atau penyakit terkait rambut, serta membangun karakter siswa yang rapi, bersih, dan disiplin.

Program cukur rambut juga menjadi sarana pembinaan karakter yang penting sebagai persiapan siswa menghadapi dunia kerja di masa depan, di mana kerapian merupakan nilai yang dihargai.

“Tidak gratis tapi siswa membayar di bawah harga. Kami sudah sampaikan dengan orang tua, dan mereka sangat menyetujui program ini,” ujar Kepala SMPN 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd di Jayapura, Rabu, 10 September 2025.

Secara sosial, kegiatan ini dapat mempererat hubungan antar siswa, guru, dan staf sekolah karena dilakukan secara bersama-sama dengan pendekatan yang bijak dan tidak memalukan.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa keteraturan dalam berpenampilan adalah bagian dari membangun sikap disiplin dan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari siswa.

Untuk merancang program cukur rambut yang inklusif di sekolah, dikatakan kepala sekolah, yaitu dilakukan evaluasi kebutuhan dan karakteristik setiap siswa agar program dapat menyesuaikan dengan berbagai kebutuhan, termasuk siswa dengan kebutuhan khusus.

Memastikan fasilitas dan lingkungan program dapat diakses oleh semua siswa, dan libatkan guru serta staf yang terlatih dalam mendukung keberagaman kebutuhan siswa.

Kemudian, program dengan konsep keterjangkauan dan tanpa diskriminasi, seperti layanan cukur subsidi bagi siswa yang membutuhkan, agar semua siswa merasa mendapat kesempatan yang sama.

Program juga dapat melibatkan kolaborasi antara sekolah, orang tua, komunitas, dan penyedia layanan cukur rambut profesional untuk menciptakan suasana yang suportif dan ramah.

SMPN 2 Jayapura juga mengedukasi edukasi siswa terkait perawatan rambut dan kedisiplinan yang disampaikan dengan cara yang inklusif dan komunikatif.

Termasuk memberikan kesempatan belajar keterampilan cukur rambut bagi siswa yang berminat, sehingga bisa menjadi modal wirausaha.

“Menjaga kerapian rambut, siswa diharapkan bisa menghormati norma dan nilai sekolah serta menjaga citra baik dirinya dan sekolah di masyarakat,” ujar kepala sekolah.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *