Kepala Bidang Pembinaan SMA dan SMK Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp menunjukkan produk siswa SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – SMK yang mandiri melalui model Teaching Factory berfokus pada pengembangan keterampilan siswa agar siap menghadapi dunia kerja.
Pembelajaran Teaching Factory adalah model pembelajaran di SMK berbasis produksi/jasa yang mengacu pada standar dan prosedur yang berlaku di industri, dan dilaksanakan dalam suasana seperti yang terjadi di industri.
“Teaching Factory merupakan pembelajaran produksi yang merupakan framework bagi peserta didik,” ujar Kepala Bidang Pembinaan SMA dan SMK Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp di SMK Negeri 3 Teknologi dan Rekayasa Jayapura, Senin (3/2/2025).
Ia juga mengatakan, Teaching Factory menjadi pendidikan vokasi di masa depan, karena memiliki potensi menjadi pendekatan belajar yang lebih efisien dan efektif jika menjadi bagian dari konteks pendidikan.
Selain itu, Teaching Factory bermanfaat untuk mempersiapkan siswa dengan keterampilan praktis yang dibutuhkan di dunia kerja, meningkatkan daya saing mereka saat lulus.
Siswa diajarkan nilai-nilai seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama, yang esensial dalam lingkungan profesional.
Program ini juga bertujuan untuk membentuk karakter kewirausahaan, mendorong siswa untuk menjadi pelaku usaha yang mandiri.
Nur Jaya berharap, SMK bekerja sama dengan berbagai industri untuk memastikan kurikulum dan praktik sesuai dengan kebutuhan pasar.
Meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan dan kolaborasi dengan ahli dari industri untuk mengoptimalkan metode pengajaran.
Melibatkan siswa dalam proyek nyata, mulai dari perencanaan hingga pemasaran produk, memberikan pengalaman langsung yang berharga.
“Dengan mengadopsi model Teaching Factory, SMK dapat bertransformasi menjadi lembaga pendidikan yang lebih mandiri dan relevan,” ujar Nur Jaya.
Ia juga mengatakan, Teaching Factory mempersiapkan siswa untuk berkontribusi secara signifikan di dunia kerja serta menciptakan wirausaha muda yang inovatif.
Kesempatan tersebut, saat mengunjungi galeri SMK Negeri 3 Jayapura Teknologi dan Rekayasa Jayapura menampilkan hasil karya siswa (sesuai jurusan).
Seperti, meja yang dibuat oleh siswa jurusan las, dan jurusan TKJ dengan produk suvenir berupa gelas.
“Penerapan Teaching Factory SMK merupakan langkah strategis untuk menciptakan lulusan yang mandiri dan siap menghadapi tantangan dunia industri,” ujar Nur Jaya.
Selain itu, model pembelajaran ini mengintegrasikan teori dan praktik, sehingga siswa tidak hanya belajar di kelas tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi yang relevan dengan kebutuhan pasar.






