Beranda / Ragam Berita / Meningkatkan kemampuan penggunaan TIK dalam pendidikan melalui ANBK

Meningkatkan kemampuan penggunaan TIK dalam pendidikan melalui ANBK

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd didampingi Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Eni Kusrini, S.Pd., M.Pd foto bersama peserta pelatihan proktor ANBK 2025. (TIFAPOS/ La Ramah)

 

PEMERINTAH Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membina 100 orang guru jenjang sekolah dasar (SD) dalam penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk pendidikan.

Kegiatan dalam bentuk bimbingan teknis ini berlangsung dari tanggal 1 s.d 3 September 2025 di Hotel Horison Kotaraja, dengan narasumber dari tim teknis ANBK Provinsi Papua dan Kota Jayapura serta dihadiri Pengawas Pembina SD.

Kegiatan yang berlangsung tiga hari ini, dirancang untuk meningkatkan kemampuan dan penguasaan para proktor dalam mengoperasikan perangkat dan aplikasi ANBK.

Pelatihan tersebut mencakup materi teknis seperti instalasi perangkat lunak, setting jaringan, simulasi pelaksanaan ANBK, dan strategi penanganan kendala teknis di lapangan.

Tujuannya agar pelaksanaan ANBK di tingkat sekolah dasar berjalan lancar dan sesuai standar yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain itu, meningkatkan kualitas dan standar proses pembelajaran, melalui sistem asesmen yang modern, efisien, dan dapat diandalkan.

“Penggunaan TIK dianggap perlu untuk membantu siswa dalam mencapai kesusksesan akademik dan menyiapkan mereka dalam menghadapi tantangan di abad ke 21,” ujar Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Dr. Eni Kusrini, S.Pd., M.Pd.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mengatakan, penggunaan TIK untuk pendidikan dapat memudahkan pencarian dan akses informasi secara cepat dan luas, sehingga siswa dan guru dapat memperoleh sumber belajar yang beragam dengan mudah.

Selain itu, kreativitas dan motivasi siswa melalui pembelajaran interaktif dan multimedia yang lebih menarik serta efisiensi administrasi pendidikan dan pengelolaan kelas melalui sistem manajemen pembelajaran (LMS).

Membuka akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif, terutama bagi siswa di daerah terpencil yang sebelumnya sulit dijangkau secara fisik.

Mengubah paradigma pembelajaran menjadi lebih personalisasi, di mana siswa dapat belajar sesuai kecepatan dan gaya belajarnya sendiri.

Sehingga membawa perubahan besar yang dapat meningkatkan kualitas, efisiensi, dan akses pendidikan termasuk perhatian pada aspek sosial-emotional siswa.

Namun, perlu ada upaya untuk mengatasi tantangan seperti kesenjangan digital dan dampak negatif sosial agar manfaat TIK dapat dioptimalkan secara maksimal dalam pendidikan

Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknis dan penguasaan materi bagi proktor dan teknisi yang bertanggung jawab atas pelaksanaan ANBK, sehingga mereka dapat menjalankan tugasnya dengan lancar dan sesuai prosedur.

Selain itu, menambah wawasan dan pengalaman para proktor dalam mengelola aplikasi, perangkat keras, dan menangani kendala teknis selama ujian berlangsung.

Harapannya juga, melalui pelatihan ini, proktor dapat maksimal dalam melaksanakan tugasnya sehingga pelaksanaan ANBK dapat berjalan sukses dan hasil asesmen dapat mencerminkan kualitas pendidikan yang akurat dan valid.

“Kesiapan teknis dan penguasaan materi ini juga penting untuk mendukung evaluasi hasil belajar peserta didik dan peningkatan mutu pendidikan secara keseluruhan,” ujar Rocky.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *