Ketua WHDI Provinsi Papua, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.M.Pd bersama kolega tabur bunga makam pahlawan di Taman Makam Pahlawan Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya perempuan Hindu pendiri organisasi.
• Bukan hanya ritual, tapi momentum perkuat solidaritas antar generasi.
• Ziarah sarana kenang jasa pahlawan perempuan Hindu pendiri WHDI, perkuat solidaritas internal.
SEBANYAK 70 orang pengurus Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) provinsi, kota, dan kabupaten di Provinsi Papua berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jayapura, Sabtu, 14 Februari 2026.
Kegiatan ziarah ini merupakan bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-38 WHDI Provinsi Papua dan Kota Jayapura 2026, untuk mengenang jasa para pahlawan, khususnya perempuan Hindu yang telah membangun organisasi ini.
Bertemakan “Pemberdayaan Perempuan Dalam Membentuk Keluarga Sehat dan Sejahtera Menuju Indonesia Emas”, menjadi landasan bagi peserta dari Kabupaten Keerom, Kabupaten Jayapura.
Hadir juga Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Papua, I Wayan Wira Adnyana, S.Ag dan Ketua PSN Provinsi Papua, Jro Mangku Gede Made Sudayasa, serta Jalasenastri,
PWKI, WKRI, Wanita Islam, GOW, Persit, dan PKK Kota Jayapura.
Ziarah dimulai pukul 07.00 Waktu Papua dengan prosesi ziarah yang berlangsung lancar di TMP Jayapura, sebuah kompleks pemakaman yang menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi para pahlawan nasional dan tokoh-tokoh penting di Papua.
Peserta, yang sebagian besar adalah perempuan Hindu, mengenakan pakaian organisasi dan membawa bunga serta sesajen sebagai bentuk penghormatan.
Ketua Panitia Kegiatan, Ni Luh Sukaryasih, S.Pd mengatakan ziarah tersebut berjalan dengan lancar tanpa hambatan.
“Kami sangat bersyukur atas partisipasi aktif dari semua pihak. Ziarah ini bukan hanya ritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat solidaritas antar generasi,” ujar Ni Luh.
Selain ziarah, kegiatan ini juga mencakup donor darah dan kunjungan kasih, yang menunjukkan komitmen WHDI terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Donor darah dan kunjungan kasih ini adalah wujud nyata dari tema acara, di mana perempuan berperan aktif dalam membangun keluarga sehat dan sejahtera,” ujar Ni Luh.
“Di era digital saat ini, kegiatan ini juga menjadi pengingat tradisi lisan dan ritual masih relevan untuk membentuk karakter generasi muda,” sambungnya.
Ketua WHDI Provinsi Papua, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.M.Pd menekankan pentingnya ziarah sebagai sarana untuk mengenang jasa pahlawan, terutama perempuan Hindu yang mendirikan WHDI serta memperkuat solidaritas internal.
“WHDI didirikan oleh para perempuan visioner yang berjuang untuk emansipasi dan kesejahteraan umat Hindu. Ziarah ini adalah cara kita menghormati mereka, sekaligus mengingatkan generasi muda tentang nilai-nilai yang telah diwariskan,” ujar Kabeningsih.
Kabeningsih menjelaskan WHDI sebagai mitra dari Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), telah berperan penting dalam membentuk karakter bangsa melalui pendidikan, sosial, dan budaya.
Kabeningsih juga mengatakan agar generasi penerus terus mengingatkan generasi muda tentang pencapaian PHDI dan WHDI di masa lalu, sehingga ziarah ini bukan sekadar ritual, melainkan panggilan untuk bertindak.
“Kita harus memastikan, apa yang telah dibangun oleh para pendahulu tetap berdaya dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang melestarikan tradisi, tetapi juga tentang menghargai jasa pahlawan dan meneladani semangat mereka dalam membangun Indonesia Emas,” ujar Kabeningsih.
Kabeningsih menambahkan pemberdayaan perempuan adalah kunci untuk mencapai keluarga sehat dan sejahtera, yang pada akhirnya akan mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Selain itu, WHDI sebagai wadah bagi perempuan Hindu untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional, yang menunjukkan perempuan Hindu siap berkontribusi lebih besar lagi.
HUT ke-38 ini juga menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan panjang organisasi, yang telah menghasilkan ribuan kader perempuan yang berperan di berbagai bidang, seperti pendidikan agama, kesehatan, dan ekonomi keluarga.
“Dengan mengenang jasa pahlawan dan meneladani semangat mereka, WHDI berharap dapat terus membentuk generasi yang kuat, sehat, dan sejahtera, dan menjadi sosok yang menyayangi tanpa membeda bedakan,” ujar Kabeningsih.
(lrm)








