Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura saat menjajakan dagangan mereka. (TIFAPOS/Istimewa)
Oleh: Selvi Nur Afifah, Magdalena Paskalin Sisindey Yowei, Vania Cherlia Monei, Gunsales Doromi, dan Rina Kasipdana
SAAT pembagian kelompok untuk tugas kewirausahaan pada mata kuliah Komunikasi dan Presentasi Bisnis, kami tidak sempat mengikuti kelas pada saat itu.
Agar tetap dapat mengikuti tugas tersebut, ketua kelas kemudian menempatkan kami dalam satu kelompok tersendiri. Dari situlah kami mulai membuat sebuah grup WhatsApp untuk berdiskusi dan mencari ide usaha yang akan kami kembangkan.
Kami kemudian mulai memasarkan produk Timure Cenderawasih “Crispy Banana Candy dan Banana Chocomilk”. Kegiatan penjualan dilakukan di Kantin Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Cenderawasih, yang difasilitasi langsung pihak universitas sebagai bagian dari kegiatan kewirausahaan mahasiswa.
Dari kantin itu, kami memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk kami kepada mahasiswa maupun civitas akademika yang berada di lingkungan kampus.
Kami juga dapat melihat secara langsung respon mahasiswa terhadap produk yang kami buat. Banyak mahasiswa yang mencoba produk kami dan tertarik untuk membelinya kembali.
Beberapa di antaranya bahkan memberikan masukan, seperti menyarankan agar bentuk produk diperbaiki atau isiannya diperbanyak agar lebih menarik.
Dengan semangat yang sama, kami berusaha menghadirkan inovasi sederhana dari bahan lokal yang mudah ditemukan di Papua. Dari pemikiran tersebut lahirlah dua produk inovatif berbahan dasar pisang, yaitu Crispy Banana Candy dan Banana Chocomilk.
Produk ini tidak hanya menawarkan rasa yang menarik, tetapi juga menjadi upaya kecil untuk memperkenalkan kembali potensi pangan lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Usaha ini dikembangkan dalam kegiatan kewirausahaan mahasiswa melalui Ko Bisa Project di Universitas Cenderawasih dengan bimbingan Kurniawan Patma sebagai dosen pengampu.
Dalam prosesnya, kami memulai dari tahap sederhana seperti memilih bahan baku pisang yang berkualitas, melakukan percobaan resep, hingga menentukan konsep produk yang menarik bagi konsumen.
Dalam proses pengembangannya, kami juga menghadapi berbagai tantangan. Tidak semua percobaan produk langsung menghasilkan rasa yang sesuai dengan harapan. Beberapa kali kami harus mencoba kembali komposisi bahan hingga menemukan tekstur dan rasa yang tepat.
Namun melalui kerja sama dan diskusi yang terus dilakukan, kami akhirnya berhasil menghadirkan produk yang tidak hanya menarik dari segi rasa, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk memperkenalkan kembali potensi pangan lokal Papua di lingkungan kampus.
Crispy Banana Candy dibuat melalui proses pengolahan pisang yang menghasilkan tekstur renyah dengan cita rasa manis yang khas.
Sementara, Banana Chocomilk menghadirkan minuman berbahan dasar pisang yang dipadukan dengan cokelat sehingga memberikan rasa yang lebih modern dan digemari oleh kalangan anak muda.
Melalui inovasi ini, Timure Cenderawasih ingin menunjukkan bahwa pangan lokal tidak selalu harus disajikan secara tradisional, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk yang kreatif dan memiliki nilai ekonomi.
Bagi kami, usaha ini bukan sekadar tentang menjual makanan atau minuman. Lebih dari itu, ini merupakan langkah kecil untuk mengingatkan bahwa kekayaan pangan lokal Papua memiliki potensi besar jika dihargai dan diolah dengan kreativitas.
Di tengah arus makanan modern yang semakin beragam, keberanian untuk mengolah bahan lokal seperti pisang menjadi inovasi baru adalah salah satu cara untuk tetap menghargai apa yang tumbuh di tanah sendiri.
Dari langkah sederhana inilah, Timure Cenderawasih berharap pangan lokal Papua dapat kembali dilihat sebagai kebanggaan dan peluang masa depan.
Harapannya, inovasi sederhana ini juga dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani memanfaatkan potensi pangan lokal yang ada di sekitar mereka.
Dengan kreativitas dan kerja sama, bahan pangan lokal yang sering dianggap biasa justru dapat berkembang menjadi produk yang bernilai dan bermanfaat bagi masyarakat.
(Penulis adalah mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Cenderawasih Jayapura)
(ldr)










