Beranda / Opini / Membangun kinerja guru yang unggul: Sinergi kepemimpinan pelayanan kepala sekolah, pembelajaran mendalam dan media digital

Membangun kinerja guru yang unggul: Sinergi kepemimpinan pelayanan kepala sekolah, pembelajaran mendalam dan media digital

Mahasiswa Program Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih Jayapura, Yultin Tonglo. (TIFAPOS/Ist)

Oleh : Yultin Tonglo

TIFAPOS.id  Pendidikan adalah pilar utama untuk mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, dengan menciptakan generasi yang kompeten, inovatif, dan berdaya saing, siap mengemban tonggak kepemimpinan bangsa.

Di era digital yang serba cepat ini, dunia pendidikan dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menjawab tantangan zaman.

Salah satu kunci keberhasilan pendidikan adalah peran pemimpin sekolah yang tidak hanya mengelola administrasi, tetapi juga memberikan pelayanan yang mendukung guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam dan pemanfaatan media digital.

Dengan pendekatan ini, guru dapat berkinerja optimal dan menciptakan proses belajar mengajar yang lebih efektif serta bermakna bagi siswa.

Kunci utama keberhasilan penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan, termasuk SMA, terletak pada kualitas dan efektivitas kinerja para pendidik, yaitu guru.

Guru merupakan garda terdepan dalam proses transformasi ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, dan pengembangan potensi siswa. Kinerja guru yang optimal akan membawa kualitas yang unggul.

Tidak hanya mencakup kemampuan mengajar di kelas, tetapi juga meliputi perencanaan pembelajaran yang matang.

Pelaksanaan proses belajar mengajar yang inovatif dan partisipatif, evaluasi pembelajaran yang komprehensif, serta pengembangan profesionalisme diri secara berkelanjutan.

Oleh karena itu, peningkatan kinerja guru menjadi agenda prioritas yang harus terus diupayakan oleh berbagai pihak, mulai dari pemerintah, institusi pendidikan, hingga masyarakat.

Kepala sekolah harus berperan sebagai pemimpin yang mendukung dan melayani. Artinya, kepala sekolah harus bisa memotivasi guru-guru untuk terus berkembang dan berinovasi dalam cara mengajar.

Dengan menciptakan budaya kerja yang kolaboratif, kepala sekolah dapat mendorong guru untuk berbagi praktik terbaik dan saling belajar satu sama lain. Ini akan meningkatkan semangat tim dan memperkuat komitmen terhadap tujuan pendidikan.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018, tugas utama kepala sekolah adalah mengawasi dan mengelola lembaga pendidikan.

Sebagai pemimpin yang bertugas mengawasi proses pendidikan dan sumber daya sekolah, termasuk guru yang berperan sebagai pelaksana utama pembelajaran.

Selain itu kepala sekolah sebagai pemimpin harus mampu menginspirasi dan memotivasi guru untuk mencapai potensi terbaik mereka. Kepemimpinan yang berbasis pelayanan menekankan pada dukungan dan pengembangan profesional guru.

Kepala sekolah perlu memberikan umpan balik yang konstruktif dan adil dalam penilaian kinerja guru. Hal ini akan membantu guru memahami area yang perlu diperbaiki dan merayakan pencapaian mereka.

Selanjutnya, untuk mendukung guru dalam menerapkan pembelajaran mendalam (deep learning), pelatihan berkelanjutan harus disediakan oleh kepala sekolah.

Kurikulum yang diterapkan dapat mendukung dan memberikan pelatihan agar guru bisa menerapkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk mengimplementasikan strategi pembelajaran yang efektif. Ini termasuk integrasi proyek, diskusi kelompok, dan metode pembelajaran aktif lainnya.

Menurut Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti (2025), pembelajaran mendalam dapat diwujudkan melalui tiga elemen utama, yaitu Meaningful Learning, Mindful Learning, dan Joyful Learning, yang mengintegrasikan aspek intelektual, etika, estetika, dan fisik secara holistik.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan kemampuan akademik siswa, tetapi juga karakter dan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian.

SMA Negeri 3 Sentani diharapkan dapat menerapkan pembelajaran mendalam, mengapa? karna pembelajaran mendalam merupakan metode yang menekankan pemahaman konsep secara komprehensif dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata sesuai materi yang didapati.

Apa yang disampaikan Hattie (2012), pembelajaran yang berfokus pada pemahaman mendalam mampu meningkatkan hasil belajar siswa secara signifikan karena guru mengajak siswa untuk berpikir kritis dan reflektif. Namun, keberhasilan metode ini sangat bergantung pada dukungan dan pelayanan dari pemimpin sekolah.

Dalam meningkatkan mutu pembelajaran maka pimpinan lewat pelayanannya mengarahkan bagaimana mengkombinasi pembelajaran mendalam dan media digital untuk berinovasi dan berkinerja optimal.

Guru tidak hanya menjadi penyampai materi, tetapi juga fasilitator yang mampu mengelola pembelajaran aktif dan bermakna dengan dukungan teknologi.

Hal ini sejalan dengan hasil studi yang menegaskan bahwa media digital mampu mengurangi kebosanan dan meningkatkan minat belajar siswa, sehingga guru lebih termotivasi untuk memberikan yang terbaik dalam proses pembelajaran.

Kita tidak bisa mengabaikan peran media digital. Di era sekarang, teknologi bisa menjadi alat yang sangat berguna dalam proses belajar mengajar.

Dengan menggunakan video, simulasi, dan platform pembelajaran online, guru bisa membuat pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.

Kepala sekolah juga harus mendukung guru dalam memanfaatkan teknologi ini, termasuk memberikan pelatihan agar mereka lebih percaya diri dalam menggunakan media digital.

Di dunia pendidikan, penggunaan media digital dari juga memengaruhi kemampuan siswa untuk berpikir kritis (Tazqiah Nuralizza et al. , 2024).

Media digital seperti video pembelajaran, aplikasi interaktif, dan platform pembelajaran daring tidak hanya mempermudah penyampaian materi, tetapi juga meningkatkan keterlibatan siswa.

Dengan media digital, guru dan siswa dapat mengakses berbagai sumber daya pendidikan dari seluruh dunia. Ini memperluas wawasan dan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.

Contoh media digital yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran berbasis digital adalah World Wide Web (WWW), yang dapat diberikan kepada semua orang di sekolah atau di komunitas melalui Google, WhatsApp, YouTobe dan banyak jenis informasi dan pengetahuan lainnya.

Selain itu, pemanfaatan media digital dalam pembelajaran semakin menjadi kebutuhan utama. Dalam model TPACK menunjukkan bahwa integrasi teknologi, pedagogi, dan konten secara simultan dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.

Dengan dukungan pemimpin sekolah yang menyediakan akses dan pelatihan teknologi, guru dapat memaksimalkan potensi media digital untuk meningkatkan kinerja guru.

Study di Indonesia oleh Kemdikbudristek (2023) mengungkapkan bahwa sekolah yang dipimpin oleh kepala sekolah yang aktif memberikan pelayanan dan dukungan dalam penggunaan teknologi digital menunjukkan peningkatan kinerja guru hingga 30% dibandingkan sekolah lain.

Hal ini membuktikan bahwa peran pemimpin dalam pelayanan sangat penting untuk mendorong guru berinovasi dan berkinerja optimal.

Sinergi antara kepemimpinan pelayanan kepala sekolah, pembelajaran mendalam, dan media digital adalah kunci untuk membangun kinerja guru yang unggul.

Dengan pendekatan yang terintegrasi, kita dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung pengembangan profesional guru dan meningkatkan kualitas pembelajaran bagi siswa.

Upaya kolektif dari semua pemangku kepentingan dalam pendidikan akan menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga siap menghadapi tantangan di masa depan.

 

​​​​​​​
(Penulis adalah guru SMA Negeri 3 Sentani, saat ini mahasiswa program studi Magister Manajemen Pendidikan FKIP Universitas Cenderawasih)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *