Plt. Kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Nur Jaya, S.Pd., M.KP menyampaikan materi. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Menanamkan jiwa nasionalisme, penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta karakter bangsa kepada generasi muda.
• Peserta didik menjadi individu yang berprinsip dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
• Pahlawan tidak hanya tokoh sejarah, tetapi juga bisa hadir dalam bentuk figur sehari-hari seperti ayah.
BADAN Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Jayapura memberikan penguatan kepada pelajar khususnya SMA Negeri 7 Jayapura sebagai generasi penerus bangsa dalam rangka memperingati Hari Pahlawan ke-80 tahun 2025.
Kegiatan berlangsung di aula SMAN 7 Jayapura, Senin, 10 November 2025 dihadiri peserta didik, yang bertujuan menanamkan jiwa nasionalisme, penguatan ideologi Pancasila, wawasan kebangsaan, serta karakter bangsa kepada generasi muda.
Plt. Kepala Bidang Bina Ideologi Wawasan Kebangsaan dan Karakter Bangsa, Nur Jaya, S.Pd., M.KP, dalam rilisnya menekankan pentingnya memahami nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan ideologi bangsa.
Penguatan ini diharapkan mampu membuat para pelajar tidak hanya memahami nilai Pancasila, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Penguatan pendidikan nilai Pancasila juga direfleksikan melalui konsep “Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat”, yang merupakan manifestasi dari sila pertama hingga sila kelima Pancasila untuk membentuk karakter dan sikap positif dalam diri siswa sesuai nilai-nilai luhur bangsa.
Selain itu, pelajar diberikan wawasan kebangsaan yang fokus pada empat pilar negara, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika.
Penguatan karakter bangsa menjadi bagian dari materi, yang menitikberatkan pada integritas dan sikap negara yang diinginkan oleh Pancasila, sehingga para pelajar dapat tumbuh menjadi individu yang berprinsip dan bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pemahaman ini diharapkan dapat memperkokoh rasa cinta tanah air dan persatuan dalam keberagaman,” ujar Nur Jaya.
Kegiatan ini juga membuka ruang diskusi mengenai sosok pahlawan bagi para peserta didik.
Para pelajar diajak memahami bahwa pahlawan tidak hanya tokoh sejarah, tetapi juga bisa hadir dalam bentuk figur sehari-hari seperti ayah sebagai pahlawan keluarga, hingga Presiden yang merupakan pahlawan dalam memperjuangkan kesejahteraan rakyat.
Sehingga, para pelajar mampu menjadi pahlawan masa kini dengan berjuang untuk kemajuan diri sendiri, keluarga, dan Indonesia secara keseluruhan.
“Semangat Hari Pahlawan ke-80 ini diharapkan mampu membakar motivasi para generasi muda untuk terus berkontribusi nyata dalam membangun negeri,” ujar Nur Jaya.
(ldr)







