Beranda / Ragam Berita / Membangun karakter bangsa generasi muda Kota Jayapura melalui pendidikan dan nilai keluarga

Membangun karakter bangsa generasi muda Kota Jayapura melalui pendidikan dan nilai keluarga

Plt. Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Pendidikan dan keluarga memiliki peranan utama dalam membangun karakter bangsa dan generasi muda Kota Jayapura.

• Keluarga tempat pertama bagi anak belajar norma, etika, dan nilai moral.

• Guru menanamkan sikap nasionalisme dan toleransi terhadap keberagaman budaya.

 

DALAM upaya membangun bangsa yang kuat dan berkarakter, pendidikan dan keluarga memegang peranan penting dalam membentuk karakter generasi muda Kota Jayapura.

Hal itu disampaikan Plt. Kabid Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa pada Badan Kesbangpol Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP ditemui di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua, Senin, 13 Oktober 2025.

Sesuai dengan Pancasila, Undang-Undang (UU) Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan semangat Bhinneka Tunggal Ika, keduanya menjadi fondasi utama dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan dan karakter bangsa.

Pendidikan formal di sekolah menjadi medan utama dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai keadilan, persatuan, dan demokrasi dirancang untuk membentuk karakter peserta didik agar menjadi pribadi yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Guru sebagai pendidik nasional memiliki peran strategis dalam menanamkan sikap nasionalisme, toleransi, dan rasa hormat terhadap keberagaman budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.

Selain pendidikan formal, keluarga memiliki peran yang tidak kalah penting dalam membangun karakter bangsa. Keluarga merupakan tempat pertama bagi anak-anak mempelajari norma, etika, serta nilai-nilai moral.

Orang tua diharapkan mampu memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari sesuai nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika, seperti saling menghormati dan menghargai perbedaan.

“Melalui komunikasi yang baik dan keteladanan, keluarga menjadi fondasi utama dalam menanamkan rasa nasionalisme dan semangat toleransi,” ujar Nur Jaya.

Selain itu, keberagaman budaya dan suku adat yang ada di Indonesia harus dipahami dan dihormati sejak dini oleh generasi muda. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa menjadi pedoman dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah dari keberagaman tersebut.

Pendidikan dan keluarga yang saling mendukung akan mampu menanamkan sikap inklusif, menghargai perbedaan, dan membangun semangat gotong-royong sebagai ciri khas bangsa Indonesia.

Peran pemerintah melalui kebijakan dan regulasi juga harus memperkuat upaya tersebut, seperti penguatan kurikulum berbasis nilai-nilai kebangsaan dan program-program yang memperkuat nasionalisme di berbagai tingkatan.

“Guru, orang tua, dan masyarakat perlu bersinergi dalam menanamkan karakter bangsa yang berlandaskan Pancasila dan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Nur Jaya.

Sehingga pendidikan dan keluarga yang saling mendukung, diharapkan generasi muda Indonesia tidak hanya berkompeten secara akademik, tetapi juga mampu menjadi pribadi yang berkarakter, menghormati keberagaman, dan menjaga keutuhan NKRI.

“Inilah kunci membangun bangsa yang kokoh dan berdaya saing di masa depan,” ujar Nur Jaya.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *