Beranda / Ragam Berita / Melindungi perempuan dan anak Port Numbay menuju Papua Emas 2041

Melindungi perempuan dan anak Port Numbay menuju Papua Emas 2041

Motivator menyemangati peserta sosialisasi dengan inspiratif dan semangat membangun generasi muda Papua. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Mendukung visi Papua Emas 2041 melalui pemberdayaan generasi muda.

• Mendorong gotong royong menuju Papua Emas 2041.

• Pemuda menjadi pelopor pencegahan kekerasan.

 

DINAS Kesehatan Kota Jayapura menggelar sosialisasi dengan tema “Selamatkan Perempuan dan Anak Port Numbay untuk Masa Depan Papua” di Hotel Horison Kotaraja dari tanggal 17 s.d 19 Desember 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perlindungan dan pengembangan keluarga di wilayah Port Numbay, yang bertujuan mendukung visi Papua Emas 2041 melalui pemberdayaan generasi muda.

Peserta kegiatan terdiri dari pemuda-pemuda dari 10 adat di Port Numbay (Kota Jayapura), yang mewakili berbagai suku dan komunitas lokal.

Mereka terlibat aktif dalam diskusi, workshop, dan sesi interaktif yang dirancang untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan perempuan dan anak.

Selama tiga hari, peserta mengikuti berbagai sesi praktis, termasuk simulasi penanganan kasus kekerasan, workshop parenting, dan diskusi kelompok tentang pengembangan ekonomi keluarga.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber ahli yang memberikan wawasan mendalam, seperti motivator Jose Ohei, S.S., M.Hum.

Motivator Ohei menekankan pemuda sebagai agen perubahan, yang harus aktif melindungi perempuan dan anak dari berbagai ancaman sosial, seperti kekerasan domestik dan eksploitasi.

“Pemuda Port Numbay adalah kunci masa depan Papua. Dengan semangat gotong royong, kita bisa wujudkan Papua Emas 2041 yang adil dan sejahtera,” ujar Ohei.

Selain itu, acara juga diisi oleh sesi kesehatan yang dipimpin oleh dokter Jan, Sp. Ongkologi, dan dokter Apter, Sp. Obgin.

Dokter Jan membahas pentingnya deteksi dini kanker pada perempuan, terutama di daerah terpencil seperti Port Numbay, di mana akses layanan kesehatan masih terbatas.

Ia menjelaskan bahwa kanker serviks dan payudara sering kali terdeteksi terlambat karena kurangnya edukasi, sehingga sosialisasi ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran.

Sementara itu, dokter Apter fokus pada kesehatan reproduksi perempuan dan anak, termasuk pencegahan kehamilan tidak diinginkan, nutrisi anak, serta penanganan masalah kesehatan mental yang sering terkait dengan trauma keluarga.

“Perempuan dan anak adalah tulang punggung masyarakat. Melindungi mereka berarti melindungi masa depan Papua,” ujar dokter Apter.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, drg. Juliana Napitupulu, M.M mengatakan tema kegiatan menekankan pada pencegahan kekerasan, kesehatan reproduksi, dan pendidikan keluarga sebagai fondasi bagi pembangunan berkelanjutan di Papua.

Selain itu, kegiatan ini sejalan dengan program pemerintah daerah untuk memperkuat keluarga sebagai unit dasar masyarakat.

“Perlindungan perempuan dan anak bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga pemerintah. Ini langkah konkret menuju Papua Emas 2041, di mana setiap keluarga sejahtera dan mandiri,” ujar drg. Juliana.

Ia juga menyoroti data dari Dinas Kesehatan yang menunjukkan peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan di Papua, sehingga edukasi tersebut sangat penting bagi generasi muda.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemuda Port Numbay dapat menjadi pelopor dalam mencegah kekerasan dan mempromosikan kesehatan keluarga.

Selain itu, diharapkan juga ilmu yang sudah diperoleh pada kegiatan tersebut dapat diterapkan agar semakin luas manfaatkan guna mewujudkan perempuan dan anak Port Numbay sebagai masa depan Papua.

“Dengan fokus pada perempuan dan anak, acara ini diharapkan dapat berkontribusi pada pembangunan manusia yang berkualitas, mendukung visi Papua Emas 2041 sebagai provinsi yang maju dan berdaulat,” ujar drg. Juliana.

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *