Forum OSIS SMA/SMK memungut sampah di Pantai Base-G. (TIFAPOS/La Ramah)
MELATIH forum OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah) beradaptasi terhadap lingkungan sebagai proses edukasi agar aktif dalam kegiatan pelestariannya.
Sehingga OSIS akan semakin mampu membawa dampak positif bagi lingkungan sekolah dan sekitarnya serta menjadi teladan bagi siswa lain.
Kemandirian ini meliputi aspek emosi, intelektual, dan sosial, sehingga OSIS mampu mengambil inisiatif dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar secara efektif.
“Ini bukan hanya membentuk rasa tanggung jawab, tapi juga melatih OSIS beradaptasi dengan situasi dan kebutuhan lingkungan yang dinamis,” ujar Kabid SMA dan SMK Disdikbud Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp di Pantai Base-G, Distrik Jayapura Utara, Sabtu, 6 September 2025.
Misalnya dengan mengadakan kegiatan aksi bersih-bersih lingkungan di lokasi wisata Pantai Base-G sebagai sarana edukatif untuk berinteraksi dengan alam.
Didampingi langsung dari ESQ Leadership Center, pembelajaran berbasis pengalaman ini membantu membentuk karakter kepemimpinan inklusif, beretika, dan berjiwa sosial.
“OSIS sebagai wadah pembentukan karakter kepemimpinan, tapi juga mengembangkan rasa tanggung jawab dan kepedulian nyata terhadap lingkungan hidup mereka,” ujar Nur Jaya.
Dalam rangka adaptasi terhadap lingkungan yang dikemas dalam rangkaian pelatihan kepemimpinan OSIS SMA/SMK 2025, OSIS dapat mengorganisir kegiatan bersama yang mengharuskan kerja tim, agar siswa belajar memimpin, berkomunikasi, dan berkolaborasi.
Selain itu, membentuk karakter pengurus OSIS agar kreatif, mampu memotivasi anggota OSIS lainnya, dan menjadi lebih percaya diri kompetensi untuk memimpin kegiatan adaptasi lingkungan di sekolah.
Termasuk kemampuan problem solving terkait isu lingkungan, sehingga pengurus OSIS yang tidak hanya aktif berorganisasi tapi juga peduli dan berkontribusi dalam pelestarian lingkungan.
Pelatihan tersebut dapat dilaksanakan dengan dukungan pihak sekolah, komunitas, dan instansi terkait untuk memastikan program berjalan efektif dan berkelanjutan, sehingga menciptakan lingkungan sekolah yang adaptif, bersih, dan sehat.
“Pengembangan karakter kepemimpinan yang tidak hanya berdampak pada siswa secara individu, tetapi juga lingkungan sekolah secara keseluruhan,” ujar Nur Jaya.
Nur Jaya menambahkan Menambahkan, outing class merupakan rangkaian kegiatan character building for the future leader (chapter 2) bagi OSIS SMA/SMK.
Kegiatan ini digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura melalui Bidang SMA/SMK bekerjasama dengan ESQ Leadership Center selama tiga hari atau dari tanggal 4 s.d 6 September 2025.
(ldr)






