Beranda / Ragam Berita / Masyarakat Papua dapat bantuan ATENSI dari Kemensos RI

Masyarakat Papua dapat bantuan ATENSI dari Kemensos RI

Kemensos RI berikan bantuan kepada masyarakat Papua. (TIFAPOS/Kemensos RI)

TIFAPOS.id – Masyarakat Papua mendapatkan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dan pemberdayaan sosial kepada sejumlah masyarakat di Papua.

Bantuan itu dari Kementerian Sosial melalui Tri Rismaharini sebagai wujud perhatian dan kepedulian kepada warga Papua.

Penyerahan bantuan simbolis disampaikan Mensos Risma diwakili Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa, Don Rozano Sigit Prakoeswa, Senin (26/8/2024).

Penyerahan bantuan ATENSI diberikan kepada 13 anak di Jayapura, Papua. Bantuan tersebut berupa alat perlengkapan sekolah, sandang, pangan, nutrisi, dan alat kebersihan diri.

“Untuk disabilitas kami ada bantuan ATENSI. Bantuan yang diberikan telah melalui asesmen kemudian memenuhi kelayakan,” ujar Sekretaris Dirjen Rehabilitasi Sosial Kemensos, Salahudin Yahya dalam rilisnya, Rabu (28/8/2024).

Bantuan ATENSI juga diberikan kepada tiga orang disabilitas berupa alat bantu kursi roda dan tongkat adaptif.

“Saya senang, baru pertama kali dapat bantuan kursi roda. Terima kasih kepada Mensos Risma atas bantuan,” ujar salah satu warga Kota Jayapura sekaligus penerima bantuan, Ice Kogoya (42).

Kemensos RI berikan bantuan kepada masyarakat Papua. (TIFAPOS/Kemensos RI)

Selain ATENSI, Mensos Risma juga memberikan bantuan pemberdayaan sosial kepada masyarakat di Kabupaten Asmat dan Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Kami bekerja sama dengan Keuskupan dalam pendampingan di lapangan, sekarang sudah berproses,” ujar Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati.

Untuk Pegunungan Bintang, lanjutnya, bantuan yang diberikan berupa ternak babi sejumlah 646 ekor. Sedangkan bantuan yang diberikan di Asmat berupa ayam petelur 1.500 ekor, ayam pedaging 1.000 ekor, benih lele 5.000 ekor, mesin pembuat pelet, uji coba budi daya jagung, serta rumah madu.

Dijelaskannya, Mensos Risma secara konsisten memprioritaskan berbagai penanganan kemiskinan di daerah perbatasan, salah satunya Papua.

Hal itu dilakukan karena jika kemiskinan di daerah perbatasan tidak ditangani maka dapat memperbesar potensi hancurnya keutuhan dan persatuan bangsa.

“Ketika masyarakat di daerah perbatasan merasa negara tidak hadir menjangkau mereka, maka mereka mudah dipengaruhi berbagai pihak untuk memisahkan diri dari Indonesia,” ujarnya,

“Dengan berbagai bantuan yang diberikan di Papua tersebut, hal itu memperlihatkan perwujudan negara hadir merangkul mereka hingga ke perbatasan,” sambungnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *