Ilustrasi mangrove. (TIFAPOS/Ist)
TIFAPOS.id – Pohon mangrove disebut juga hutan pantai (pesisir) atau hutan bakau (hanya dihuni oleh jenis-jenis tumbuhan dari genus Rhizophora).
Hutan mangrove merupakan sekumpulan pepohonan yang tumbuh di area sekitar garis pantai dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut serta berada pada tempat akumulasi bahan organik dan pelumpuran.
Sebagaimana fungsi tumbuhan yang lain, mangrove juga memiliki fungsi sebagai penyerap gas karbondioksida (CO2) dan penghasil oksiden (O2).
Hutan mangrove juga memiliki peran penting sebagai pencegah abrasi, tempat hidup berbagai macam biota laut, seperti ikan-ikan kecil untuk berlindung dan mencari makan.
Dari fungsi-fungsi tersebut, tentunya hal yang paling esensial bagi kelangsungan hidup manusia khususnya masyarakat di Kota Jayapura, Papua, memanfaatkan hutan mangrove sebagai dapur (mencari kebutuhan makanan untuk diolah).
Saat ini keadaan hutan mangrove di Teluk Youtefa sangat memprihatinkan, baik dari aspek kualitas maupun kuantitasnya terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun akibat tergerus oleh penebangan untuk pembangunan jalan, jembatan, pemukiman, dan perubahan secara alami.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Program Studi Ilmu Kelautan Jurusan Ilmu Kelautan dan Perikanane dan Jurusan Biologi FMIPA Universitas Cenderwasih Jayapura luasan kawasan mangrove pada 1994 sebesar 392.45 hektar.
Sementara luasan mangrove pada 2017 mengalami penurunan menjadi 233.13 hektar. Artinya perubahan luasan mangrove dalam kurun waktu 23 tahun 159.34 hektar atau 40.59%.
Untuk menjaga hutan mangrove sebagai dapur bagi masyarakat terutama di Kampung Enggros dan Kampung Tobati di Kota Jayapura, berbagai aksi sosial dilakukan untuk menjaga hutan mangrove yang hanya tersisa segelintir saja di Teluk Youtefa.
Sepeti yang dilakukan PT. PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat dengan aksi Program tangung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) bekeja sama dengan Rumah Bakau Jayapura dengan programnya pekan aksi peduli (mangrove).
Kedua program tersebut dilebur menjadi satu dengan tujuan Restorasi Tamam Wisata Alam Teluk Youtefa (menduk), salah satunya dengan menanam 1000 bibit mangrove.
Aksi peduli PLN UIW Papua dan Papua merupakan lanjutan dari Green Employee Involvement program tanggung jawab sosial dan lingkungan PLN yang merujuk pada capaian pembangunan berkelanjutan.
Pekan aksi peduli PLN sekaligus dalam rangka Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024 menjadi momen penting sebagai buktk dukungan Net Zero Emissions (keseimbangan antara gas rumah kaca yang masuk ke atmosfer dan pembuangan di luar atmosfer) 2060.
Selain itu, mejaga Papua sebagai paru-paru dunia, dan menjaga serta melestarikan hutan mangrove agar fungsi-fungsinya dapat dioptimalkan demi kelangsungan hidup baik biota laut dan sumber kebutuhan pokok masyarakat.
“Saya berharap masyarakat ikut melestarikan mangrove dengan cara reboisasi atau menanam kembali. Terimakasih kepada Pemkot Jayapura dan DPR Papua yang sudah mensupport kami,” ujar General Manager PT. PLN (Persero) UIW Papua dan Papua Barat Budiono di Lokasi Pantai Menduk, Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (15/6/2024).
Anggota DPR Papua sekaligus masyarakat adat Yonas Alfonsoma Nusi mengapresiasi PLN UIW Papua dan Papua Barat yang turut berkontribusi menjaga kelestarian lingkungan salah satunya menanam bibit pohon mangrove.
“Perlu adanya penyuluhan dalam rangka memahamkan masyarakat terhadap pentingnya kelestarian hutan mangrove bagi lingkungan hidup tapi juga sebagai sumber penghidupan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pendiri Komunitas Rumah Bakau Jayapura, Abdel Gamel Naser berharap bibit pohon mangrove yang ditanam mengisi pori-pori bumi dan bermnafaat bagi masyarakat.
“Ketika membersihkan sampah artinya membersihkan pintu rumah bagi masyarakat di kampung dan penanaman pohon bakau ini mejaga dapur sebagai tempat hidup masyarakat di kampung,” ujarnya.
Penjabat Wali Kota Jayapura Lukas Christian Sohilait melalui Asisten III Setda Kota Jayapura Nur Bi Adji berharap komunitas dan BUMN/BUMD turut serta dalam menjaga kelastarian dan kebersihan lingkungan.
“Jadi, tidak hanya ditanam tapi ada upaya perawatan agar bibit mangrove ini bisa tumbuh subur karena pemulihan lingkungkungan juga meningkatkan penyimpanan karbon dan memperlambat proses ataupun dampak akibat perubahan iklim,” ujarnya.
Pada kesempatan ini juga PLN UIW Papua dan Papua Barat menyerahkan bantuan berupa satu unit paralon rakit kepada komunitas Rumah Bakau Jayapura agar memudahkan dalam membersihkan sampah salah satunya sampah plastik.






