Beranda / Ragam Berita / Lulusan SMK selalu menjadi pilihan

Lulusan SMK selalu menjadi pilihan

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd dan kolega saat foto bersama 10 terbaik lulusan SMKN 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Lulusan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) memiliki berbagai pilihan setelah lulus, termasuk bekerja langsung melanjutkan studi ke perguruan tinggi, atau membuka usaha sendiri karena memiliki kompetensi.

Hal itu disampaikan Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd dalam acara penamatan 276 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Jumat (9/5/2025).

Ia juga mengatakan, lulusan SMK selalu menjadi pilihan karena SMK mengajarkan keterampilan praktis yang langsung dapat diterapkan di dunia kerja, membuat lulusan lebih siap dan kompeten dibanding lulusan SMA.

Program magang dan kerja sama dengan perusahaan memberi siswa pengalaman nyata, sehingga lulusan SMK lebih diminati perusahaan yang mencari tenaga kerja siap pakai.

Banyak industri, terutama manufaktur dan teknologi, lebih memilih lulusan SMK karena mereka dapat langsung berkontribusi tanpa pelatihan panjang.

Pendidikan SMK hanya tiga tahun, sehingga lulusan bisa cepat memasuki dunia kerja dan membangun karir. Lulusan SMK juga dibekali keterampilan bisnis dan kewirausahaan, sehingga bisa membuka usaha sendiri setelah lulus.

Ia juga mengatakan, SMK menyesuaikan kurikulum dengan kebutuhan industri terkini, menjadikan lulusan adaptif terhadap perubahan di dunia kerja.

“Karena keunggulan-keunggulan itu, lulusan SMK menjadi pilihan utama bagi perusahaan dan juga bagi siswa yang ingin cepat mandiri dan siap kerja. Bukan hanya lokal tapi juga internasional,” ujar Rocky.

Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Elia Waromi, S.Pd., M.Pd menyampaikan selamat kepada peserta didiknya yang meraih 10 besar nilai terbaik. (TIFAPOS/La Ramah)

Kesempatan tersebut, Rocky berharap lulusan SMK menjadi barometer prestasi bagi jenjang pendidikan di bawahnya, baik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Mampu menekan angka pengangguran dengan memiliki keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja dan industri, serta mampu menciptakan peluang usaha sendiri melalui kewirausahaan.

Adanya kolaborasi dan sinergi yang baik antara SMK dengan pemerintah dan dunia industri untuk meningkatkan kompetensi siswa dan kelengkapan sarana praktik, sehingga lulusan SMK dapat bersaing di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional.

Ia juga berharap, agar kepala SMK mengelola sekolah seperti CEO perusahaan dengan meningkatkan kerja sama dengan industri, serta guru dan instruktur harus terus meningkatkan kompetensi agar relevan dengan kebutuhan industri.

“Lulusan SMK menjadi tenaga kerja yang kompeten, siap kerja, berdaya saing tinggi, dan mampu berkontribusi pada pengurangan pengangguran dan peningkatan ekonomi daerah,” ujar Rocky.

Selain itu, peran orang tua terhadap siswa lulusan SMK sangat krusial dalam berbagai aspek, terutama dalam mendukung kematangan karir dan kesiapan kerja anak.

Seperti, dukungan orang tua berupa pujian, kasih sayang, perhatian, dan waktu yang diberikan sangat berpengaruh terhadap kematangan karir siswa SMK.

Semakin tinggi dukungan sosial orang tua, semakin tinggi pula kematangan karir anak, yang membantu siswa mengembangkan karirnya secara optimal.

Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Elia Waromi, S.Pd., M.Pd menyampaikan selamat kepada orang tua peserta didiknya yang meraih 10 besar nilai terbaik. (TIFAPOS/La Ramah)

Orang tua berperan dalam mendampingi anak memilih jurusan SMK yang sesuai dengan minat dan bakatnya, serta memberikan restu dan motivasi agar anak bertanggung jawab atas pilihannya tanpa tekanan atau perbandingan dengan anak lain.

Ia juga meminta orang tua sebaiknya mengawasi kesehatan dan perkembangan anak, serta mendorong anak untuk berkomunikasi dan berinteraksi secara profesional selama praktik kerja lapangan, sehingga anak tidak merasa takut menghadapi dunia kerja nyata.

Dukungan orang tua juga berhubungan dengan kesiapan kerja siswa SMK, meskipun peran guru pembimbing juga sangat penting dalam mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja.

“Harapannya bisa langsung ada di dunia kerja. Kepada sekolah dan stakeholder untuk mendukung pendidikan. Saya menyampaikan terima kasih kepada tenaga pendidikan dan kependidikan serta orang tua siswa,” ujar Rocky.

Sebelumnya, ia mengapresiasi SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, karena menggelar acara kelulusan berlangsung sederhana (di sekolah) sesuai arahan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H.

Kepala SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura, Elia Waromi, S.Pd., M.Pd, mengatakan SMK memastikan kualitas lulusannya sesuai kebutuhan industri melalui adopsi standar KKNI.

SMK menggunakan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) untuk menyelaraskan kompetensi lulusan dengan standar nasional yang diakui industri.

Fasilitas praktik diperbarui sesuai teknologi terkini dan guru diberi pelatihan berkelanjutan agar mampu mengajarkan keterampilan relevan industri.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd foto dengan guru di SMK Negeri 2 Bisnis dan Manajemen Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

Melibatkan industri dalam penyusunan kurikulum, pelaksanaan magang, dan evaluasi lulusan agar materi dan pengalaman siswa sesuai kebutuhan pasar kerja.

Kurikulum disesuaikan secara berkala dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan.

Evaluasi dan audit berkala dengan melibatkan pihak industri untuk memastikan mutu lulusan tetap terjaga dan sesuai standar. Memberikan pengalaman langsung di dunia kerja agar siswa siap menghadapi tantangan industri sesungguhnya.

Sertifikasi yang diakui industri sebagai bukti keterampilan lulusan yang memenuhi standar kerja. Model pembelajaran berbasis produksi nyata yang meniru proses industri untuk mengasah keterampilan dan sikap kerja siswa sesuai standar industri.

“Dengan sinergi antara SMK, industri, dan pemerintah, lulusan SMK diharapkan memiliki keterampilan teknis dan soft skills yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja modern,” ujar Waromi.

Ia juga mengatakan, keuntungan utama yang didapatkan siswa lulusan SMK yaitu menguasai keahlian kejuruan dengan pelajaran praktik yang lebih diutamakan, sehingga keterampilan langsung siap pakai di dunia kerja.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd dan kolega foto dengan orang tua dan peserta didik. (TIFAPOS/La Ramah)

Mendapatkan pengalaman praktik kerja lapangan (PKL) di industri yang memberikan gambaran nyata tentang dunia kerja dan meningkatkan peluang diterima kerja.

Siap langsung bekerja setelah lulus karena sudah dibekali keterampilan teknis dan soft skills sesuai kebutuhan industri, dengan peluang kerja lebih besar dibanding lulusan SMA.

Peluang membuka usaha sendiri lebih mudah karena mendapat bekal kewirausahaan selama sekolah. Bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan fleksibilitas memilih jurusan yang sesuai atau berbeda dari keahlian SMK.

Kesempatan kerja sambil kuliah, sehingga bisa mandiri secara finansial saat menempuh pendidikan lebih lanjut. Pembelajaran yang sesuai minat dan bakat dengan berbagai jurusan keahlian yang tersedia di SMK.

“Lulusan SMK memiliki bekal keterampilan praktis, pengalaman industri, dan fleksibilitas pendidikan yang menjadikan mereka siap bersaing di dunia kerja maupun melanjutkan studi,” ujar Waromi.

Ia juga mengatakan, selain keahlian teknis, SMK juga mengajarkan soft skills penting seperti komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, dan kemampuan adaptasi yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern.

Lulusan SMK juga mengikuti Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) yang memberikan sertifikat kompetensi sesuai bidang keahlian, sebagai bukti keterampilan yang diakui industri

Kesempatan tersebut, dikatakan Waromi, sebanyak 276 siswa lulus 100% pada Tahun Ajaran 2024/2025, yang terbagi di lima keahlian yaitu Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi sebanyak 50 siswa.

Pemasaran sebanyak 41 siswa, Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis 82 siswa, Akuntansi dan Keuangan Lembaga 78 siswa, dan Usaha Layanan Wisata ada 25 siswa.

Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd diwawancara wartawan. (TIFAPOS/La Ramah)

Kepala Bidang Pembinaan SMA dan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.KP, menegaskan agar SMK meningkatkan pelatihan soft skills bagi siswa.

Diantaranya, rutin mengadakan pelatihan atau workshop yang fokus pada pengembangan soft skills seperti komunikasi, kepemimpinan, manajemen waktu, dan problem solving.

Metode pembelajaran yang mengharuskan siswa bekerja dalam kelompok menyelesaikan proyek, sehingga melatih kemampuan kerjasama, komunikasi, dan tanggung jawab.

Melalui OSIS, pramuka, seni, dan olahraga, siswa belajar kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, dan disiplin. Pengalaman langsung di dunia kerja membantu siswa mengasah soft skills seperti etika kerja, komunikasi profesional, dan adaptasi lingkungan kerja.

Ia juga mengatakan nilai-nilai seperti integritas, disiplin, dan tanggung jawab diajarkan melalui kurikulum dan kegiatan rutin, membentuk karakter siswa yang baik.

Penilaian tidak hanya teknis tapi juga soft skills, memberikan umpan balik untuk pengembangan diri siswa serta mengundang praktisi untuk memberikan pelatihan dan seminar yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja modern.

“Saya berharap kepala sekolah dan guru mampu membekali siswa tidak hanya dengan hard skills tapi juga soft skills yang esensial untuk sukses di dunia kerja,” ujar Nur Jaya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *