Beranda / Ragam Berita / Lulusan SMA/SMK diharapkan menjadi generasi berkualitas dan terampil

Lulusan SMA/SMK diharapkan menjadi generasi berkualitas dan terampil

Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id  Kepala Bidang Pembinaan SMA/SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kotq Jayapura, Nu Jaya, S.Pd., M.Kp, mengatakan menjadi generasi berkualitas dan terampil membutuhkan pendidikan yang komprehensif, penguatan karakter.

“Pendidikan yang berkualitas sangat krusial, karena melalui pendidikan generasi muda dapat mengembangkan pengetahuan dan keterampilan seperti komunikasi, kreativitas, dan pemecahan masalah, serta nilai-nilai moral seperti integritas, kejujuran, dan tanggung jawab,” ujar Nur Jaya di Jayapura, Senin (5/5/2025).

Ia juga mengatakan, pengembangan karakter dan nilai-nilai positif seperti disiplin, kerja keras, empati, dan etika sangat penting agar generasi muda memiliki kepribadian yang kuat dan bertanggung jawab.

Peran guru dan keluarga sangat vital sebagai pembimbing dan teladan dalam membentuk karakter dan keterampilan generasi muda. Guru yang kompeten dan lingkungan belajar yang mendukung akan meningkatkan hasil belajar siswa.

Mendorong kemandirian, kreativitas, dan minat bakat melalui kesempatan bereksplorasi dan pengembangan diri agar generasi muda memiliki kemampuan praktis dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Selain itu, pemanfaatan teknologi dan pendidikan karakter juga penting untuk menyiapkan generasi yang adaptif dan berakhlak baik dalam era digital.

Oleh karena itu, Nur Jaya berharap lulusan SMA/SMK Tahun Ajaran 2024/2025 menjadi generasi yang berkualitas, cerdas, terampil, berwawasan luas, berkarakter baik, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Harapan tersebut meliputi, lulusan mampu diterima di perguruan tinggi sesuai potensi dan minatnya serta memiliki kompetensi akademik dan kejuruan yang baik, didukung oleh nilai-nilai akhlak mulia dan kecakapan hidup (life skill).

Menjadi calon pemimpin bangsa yang berwawasan global dan berbudaya lingkungan, serta mampu menunjukkan prestasi akademik dan non-akademik yang membanggakan sekolah.

Memiliki komitmen belajar yang tinggi, disiplin, dan mampu berinovasi serta beradaptasi dengan perkembangan zaman, termasuk pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Serta, berkolaborasi dengan berbagai pihak dan berkontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar, menciptakan suasana sekolah dan belajar yang kondusif, dan mendukung pengembangan potensi siswa secara optimal.

“Lulusan SMA/SMK adalah mereka menjadi individu yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, keterampilan, dan sikap yang siap bersaing dan berkontribusi di tingkat nasional maupun global,” ujar Nur Jaya.

Ia juga menekankan, untuk mendukung kemandirian dan kreativitas generasi muda, dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) dan pembelajaran berbasis masalah yang memberi kesempatan bagi siswa untuk mencari solusi nyata, bekerja dalam tim, dan mengembangkan keterampilan komunikasi serta kolaborasi.

Memberikan ruang dan kebebasan bagi siswa untuk berekspresi, mengeksplorasi ide-ide baru, serta mengembangkan minat dan bakat mereka secara personal dan inklusif.

Menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung, di mana siswa merasa nyaman untuk mengemukakan pendapat dan mencoba hal-hal baru tanpa takut salah.

Mengintegrasikan teknologi dan soft skill relevan dengan kebutuhan industri agar siswa siap menghadapi tantangan dunia kerja serta mendorong kemandirian dalam mengatur waktu dan tanggung jawab belajar.

Memberikan tanggung jawab dan kesempatan memimpin dalam kegiatan sekolah untuk melatih pengambilan keputusan dan manajemen waktu.

Membangun komunitas kreatif dan menyediakan akses terhadap sumber daya seperti mentor, ruang kerja, dan pelatihan yang mendukung pengembangan karya dan inovasi.

Mengapresiasi dan memberikan penghargaan atas karya dan prestasi generasi muda untuk meningkatkan motivasi mereka terus berkarya dan berinovasi.

“Pendekatan holistik ini melibatkan peran pendidik, keluarga, dan lingkungan yang mendukung agar generasi muda dapat tumbuh mandiri dan kreatif secara optimal,” ujar Nur Jaya.

Kesempatan tersebut, Nur Jaya menegaskan kepada kepala sekolah agar memotivasi kehidupan sekolah untuk mencapai tujuannya, seperti menetapkan visi dan misi sekolah yang jelas dan inspiratif, sehingga seluruh warga sekolah memiliki arah dan tujuan bersama.

Membangun tim kerja yang solid dan berkomitmen, mendorong komunikasi terbuka dan kolaborasi antar guru, siswa, dan staf. Meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan, pembinaan, dan memberikan penghargaan atas prestasi mereka.

Menghadirkan budaya sekolah yang positif dan suasana belajar yang kondusif, menjadi teladan dalam menjunjung nilai-nilai tersebut.

Memberikan motivasi secara langsung kepada guru, siswa, dan tenaga kependidikan dengan pendekatan humanis, pembagian tugas yang adil, serta pengawasan dan evaluasi yang berkelanjutan.

Melibatkan orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan serta merayakan prestasi sekolah untuk meningkatkan semangat bersama.

Mengelola lingkungan sekolah yang mendukung, termasuk sarana prasarana dan penggunaan teknologi untuk menunjang pembelajaran.

Dengan strategi ini, kepala sekolah diharapkan tidak hanya memotivasi individu, tetapi juga membangun sinergi kolektif yang mendorong pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan berkelanjutan.

“Terima kasih kepada bapak ibu/guru yang sudah membekali anak dengan ilmu dan karakter. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada orang tua yang berkontribusi dalam memajukan siswa. Selamat atas kelulusannya, ini bukan akhir dari perjuangan kalian. Saya berharap sukses ke depannya,” ujar Nur Jaya.

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *