Beranda / Ragam Berita / Lindungi bahasa daerah: Disdikbud Kota Jayapura fokus bina guru bahasa Skouw

Lindungi bahasa daerah: Disdikbud Kota Jayapura fokus bina guru bahasa Skouw

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menyampaikan sambutan pada kegiatan pembelajaran guru muatan lokal bahasa Skouw. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Menyiapkan guru agar mampu mengajarkan muatan lokal bahasa Skouw secara baik dan benar di sekolah formal.

• Keberadaan penutur asli bahasa Skouw.

• Menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal.

 

PEMERINTAH Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bidang Kebudayaan, terus berupaya melestarikan bahasa daerah dengan membina guru utama pembelajaran muatan lokal bahasa Skouw.

Program ini diselenggarakan sebagai bentuk perhatian khusus terhadap pelestarian bahasa dan budaya lokal yang mulai terpinggirkan.

Pembinaan guru utama bahasa Skouw dilaksanakan melalui pembekalan selama tiga hari, mulai tanggal 13 hingga 15 November 2025, bertempat di Hotel Suni Abepura.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari kepala sekolah dan guru PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga SMK yang berada di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura , Grace L. Yoku, S.Pd., M.Pd mewakili Plt. Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd mengatakan, tujuan utama pembinaan untuk menyiapkan guru agar mampu mengajarkan muatan lokal bahasa Skouw secara baik dan benar di sekolah formal.

Ia menegaskan, keberadaan penutur asli bahasa Skouw sangat penting dalam pengembangan dan pelestarian bahasa tersebut.

“Mencari narasumber sangat susah untuk penutur bahasa Skouw. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya membangun sumber daya manusia yang kompeten dalam mengajarkan bahasa daerah yang unik ini,” ujar Yoku.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa dan budaya lokal, khususnya bahasa Skouw, agar tidak punah oleh perkembangan zaman.

Pemerintah kota juga mengajak semua pemangku kepentingan untuk bersama-sama melindungi dan melestarikan bahasa daerah yang menjadi identitas kultural masyarakat.

Adapun, materi pembekalan yang diajarkan cukup beragam, seperti konservasi bahasa, revitalisasi, kemampuan menyebutkan kata dalam hubungan kekerabatan, menulis puisi, nyanyian rakyat.

Serta, membaca cerpen, mendongeng, berpidato, hingga komedi. Setelah kegiatan pembekalan selama tiga hari selesai, para guru akan mendapatkan pendampingan lanjutan agar penerapan pembelajaran bahasa Skouw di sekolah dapat berjalan efektif.

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M mengapresiasi upaya ini karena pembinaan guru bahasa Skouw sebagai langkah awal yang penting untuk menjaga bahasa daerah agar tetap lestari.

“Ini langkah awal yang pemerintah kota lakukan. Bahasa daerah merupakan jati diri bangsa yang harus terus dilestarikan meski kian terkikis oleh pengaruh peradaban modern,” ujar wakil wali kota.

Menurutnya, bahasa daerah dianggap sebagai ciri khas keragaman bahasa Indonesia yang kaya dan harus dipertahankan oleh seluruh elemen masyarakat.

Ia berharap, para guru dapat merancang pembelajaran dengan baik sehingga program ini berdampak positif bagi pengembangan bahasa Skouw ke depan dan berkembang di tengah generasi muda.

“Program pembinaan ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Kota Jayapura dalam mengoptimalkan peran pendidikan sebagai media pelestarian budaya dan bahasa daerah, sekaligus memperkuat identitas lokal yang unik di tengah dinamika perubahan zaman,” ujar wakil wali kota.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *