Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Ani Matdoan, S.Ag., M.M foto bersama peserta Olimpiade Madrasah Indonesia tingkat Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pendekatan holistik menjadi fokus Kemenag untuk mendukung peserta tampil maksimal dengan empati dan kepedulian sesama.
• Kota Jayapura berhasil sebagai juara umum OMI tingkat kota dan menjadi barometer prestasi madrasah Papua.
• Meski dalam kondisi efisiensi anggaran, semangat kebersamaan dan persatuan tetap kuat.
KEPALA Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura, Ani Matdoan, S.Ag., M.M melepas 11 duta Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) asal Kota Jayapura, Papua, untuk berlaga di tingkat nasional di Banten pada 11 s.d 13 November 2025.
“Meski di tengah kondisi efisiensi anggaran, semangat kebersamaan dan persatuan tetap tumbuh kuat sebagai modal utama keberhasilan mereka,” ujar Ani di Kantor Kemenag Kota Jayapura, Rabu, 5 November 2025.
Kakankemenag Ani menegaskan bahwa kunci utama meraih sukses dalam lomba ini bukan hanya kecerdasan intelektual semata, tetapi juga kecerdasan spiritual dan emosional.
Pendekatan holistik ini menjadi fokus utama Kemenag agar para peserta dapat tampil maksimal dengan dukungan empati dan kepedulian sesama.
“Kalau hanya mengandalkan kemampuan dan kekuatan tanpa empati, maka keberhasilan tidak akan berjalan dengan baik,” ujar Kakankemenag Ani.
Selain itu, sikap kepedulian tersebut tercermin dalam apresiasi tinggi yang diberikan Kemenag kepada seksi teknis pendidikan Islam beserta timnya yang solid dalam membina dan mempersiapkan para peserta OMI.
Mereka bekerja keras memoles kemauan dan kualitas para pelajar madrasah agar mampu bersaing di level nasional.
Keberhasilan yang membanggakan datang dari Kota Jayapura yang menjadi juara umum OMI tingkat kota dan sekaligus barometer prestasi madrasah Papua.
Para pelajar madrasah di Jayapura mendominasi hampir seluruh cabang perlombaan mulai jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA).
Peserta dari Jayapura bersaing ketat dalam bidang studi Math, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA meliputi Fisika, Kimia, Biologi), sampai Ilmu Pengetahuan Sosial (IPAS meliputi Ekonomi dan Geografi).
Tahun 2025 ini, Kemenag Kota Jayapura juga menunjukkan inovasi luar biasa dalam pelaksanaan OMI dengan berbagai metode pembinaan dan pengembangan potensi siswa yang adaptif dan modern.
Inovasi tersebut membantu menghasilkan peserta yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh secara spiritual dan emosional.
Melalui OMI, Kemenag Kota Jayapura ingin menumbuhkan semangat belajar yang mengedepankan kecerdasan utuh dalam diri pelajar madrasah, sekaligus mempererat kebersamaan antar daerah.
“Dengan modal tersebut, diharapkan Papua dapat kembali mengukir prestasi gemilang di tingkat nasional dan membawa nama daerah lebih harum,” ujar Kakankemenag Ani.
(ldr)









