Kepala Kantor Kemenag Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M menyerahkan bantuan paket sembako secara simbolis kepada pengurus Panti Asuhan Pelangi Abepura. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Perkuat nilai-nilai empati, kerukunan, solidaritas sosial, dan kepedulian di tengah multikulturalisme.
• Membantu anak-anak tumbuh menjadi generasi yang toleran dan berdaya.
• Sinergi positif antara pemerintah dan masyarakat di tengah tantangan sosial di Papua.
KANTOR Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jayapura menyelenggarakan kegiatan “Kunjungan Kasih Desember” khususnya kepada panti asuhan dalam rangka menyongsong Hari Amal Bakti ke-80, Jumat, 19 Desember 2025.
Kegiatan ini tidak hanya bertujuan memberikan bantuan materi, tetapi juga memperkuat nilai-nilai empati dan kerukunan di Kota Jayapura, yang dikenal sebagai miniatur mini Indonesia dengan keberagaman suku, agama, dan adat istiadat.
Kepala Kantor Kemenag Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M mengatakan kunjungan ini wujud nyata kepedulian terhadap anak-anak di panti asuhan.
“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan materi. Hidup rukun di Kota Jayapura yang multikultural ini membutuhkan empati dan kepedulian dari semua pihak,” ujar Ani dalam rilisnya di Jayapura, Sabtu, 20 Desember 2025.
Sebanyak 50 paket sembako (sembilan bahan pokok), yang disebar ke beberapa panti asuhan.
Paket-paket tersebut berisi bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan kebutuhan sehari-hari lainnya, yang disiapkan melalui kolaborasi dengan Bank Negara Indonesia (BNI).
“Kami berkolaborasi dengan BNI untuk memastikan distribusi bantuan ini tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujar Ani.
Ani menekankan kegiatan ini untuk mengukuhkan kerukunan di Kota Jayapura dalam keberagaman harus saling peduli.
Selain itu, kunjungan kasih tersebut bukan hanya tentang bantuan fisik, tapi juga tentang membangun solidaritas sosial.
“Anak-anak di panti asuhan adalah masa depan kita, dan kita wajib mendukung mereka agar tumbuh menjadi generasi yang toleran dan berdaya,” ujar Ani.
Anak menambahkan, di tengah tantangan sosial di Papua, kegiatan tersebut menjadi contoh positif antara pemerintah dan masyarakat bisa bersinergi.
“Kerukunan bukan sekadar slogan, tapi aksi nyata. Mari kita jaga keberagaman ini dengan empati dan peduli,” ujar Ani.
(ldr)







