Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Ani Matdoan didampingi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, Klemens Taran saat membuka KSM tingkat Papua. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Kantor Wilayah Kementerian Agama Papua, menyelenggarakan kompetensi sains madrasah (KSM).
KSM tingkat provinsi ini, adalah sebuah ajang berkompetensi dalam bidang sains untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan kecerdasan peserta didik.
Selain itu, juga meningkatkan prestasi serta sebagai alat ukur mengetahui pelaksanaan proses belajar mengajar di satuan pendidikan madrasah yang bernaung di bawah Kementerian Agama.
Tahun 2024 Kanwil Kemenag Papua menyelenggarakan KSM yang tersebar di beberapa kabupaten/kota, salah satunya di Kota Jayapura yang diikuti Madrasah Ibtidayah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA).
Kegiatan ini dipusatnya di MTs Negeri Kota Jayapura di Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kamis (1/8/2024).
Kepala MIN Kota Jayapura, Laili Kurnia Sari, mengatakan KSM tingkat provinsi untuk mengukur kemampuan peserta didik agar menjadi madrasah siap, maju, mandiri, bermutu mendunia.

“Guna mewujudkan semboyan KSM 2024, kompetensi adalah jalan agar sekolah madrasah tidak kalah bersaing dengan sekolah negeri,” ujar Laili.
Laili berharap peserta didik menunjukkan kemampuan terbaik dalam kompetensi tahunan ini, agar menjadi generasi yang berdaya saing di masa depan.
Kepala Kantor Kementerian Kota Jayapura, Ani Matdoan mengatakan KSM melahirkan generasi kreatif, inovatif, sehat, disiplin, mengetahui ilmu teknologi, dan berakhlak baik.
“Harapan kami, agar peserta didik peserta KSM memiliki ketelitian dalam mencermati soal karena terkait dengan pelajaran terintegrasi,” ujarnya.
Plt Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Siti Maimunah mengatakan KSM sudah berlangsung dari 31 Juli 2024 (uji coba dan simulasi.

“Semoga dengan KSM ini bisa membawa nama baik Papua ke ajang nasional. Peserta yang mengikuti KSM ada 20 siswa (MA, MTs, MI). Kategori KSM sistem beregu dan individu,” ujarnya.
Siti menambahkan proses pendaftaran dan seleksi administrasi hingga pelaksanaan tes memanfaatkan Teknologi Informasi guna meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan kompetisi.
“Materi dari masing-masing mata pelajaran, yaknk MA (kimia, fisika, biologi, geografi, terintegrasi, MTs (matematika, IPA, IPS/terintegrasi, MI (matematikan dan IPA/terintegrasi),” sambungnya.






