Beranda / Opini / Kreativitas mahasiswa Akuntansi Uncen: Mengolah ubi ungu jadi cuan dalam praktik kewirausahaan

Kreativitas mahasiswa Akuntansi Uncen: Mengolah ubi ungu jadi cuan dalam praktik kewirausahaan

Mahasiswa Universitas Cenderawasih Jayapura saat menjajakan dagangan mereka. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Oleh: Bane Bibiram Wisabla, Caren Mabel, Inusen Mirin, Anna Melani Welerubun, Alvera Merry Wakum, Priska Yuliana Sinon

 

SEMANGAT kewirausahaan mahasiswa Universitas Cenderawasih (Uncen) terpancar nyata di lingkungan kampus. Sejak pukul 08.30 Waktu Papua, deretan lapak kreatif mulai
mewarnai aktivitas akademik sebagai bagian dari praktik mata kuliah Komunikasi dan Presentasi Bisnis.

Kegiatan ini bukan sekadar tugas perkuliahan biasa, melainkan ajang bagi mahasiswa
untuk terjun langsung merasakan dinamika dunia usaha.

Di bawah bimbingan dosen pengampu Oscar Oswald O. Wambrauw dan Kurniawan Patma, para mahasiswa dituntut untuk mengintegrasikan teori bisnis dengan aksi nyata di lapangan.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Kelompok 7D yang menamakan diri mereka
“BOBOBI”. Kelompok mahasiswa Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis
(FEB) Universitas Cenderawasih.

Inovasi pangan lokal kelompok BOBOBI memilih strategi unik dengan mengangkat potensi pangan lokal, yaitu ubi ungu. Produk unggulan mereka, Bola Ubi, dibuat melalui proses yang telaten.

Ubi direbus selama 40 menit hingga empuk, dihaluskan, lalu diberi isian cokelat lumer
dan keju gurih. Perpaduan rasa manis alami ubi dengan topping modern ini sukses menarik minat para pembeli.

Tak hanya itu, mereka juga menawarkan Roti Goreng Krispi. Roti tawar yang dibaluri
mentega, tepung jagung, dan putih telur ini digoreng hingga kuning keemasan,
menghasilkan tekstur renyah di luar namun lembut di dalam dengan isian cokelat melimpah.

Sebagai pelengkap, tersedia pula es teh manis dalam porsi jumbo yang menyegarkan. Strategi pemasaran yang cerdas sebagai mahasiswa Akuntansi, kelompok BOBOBI paham betul cara menarik konsumen.

Mereka menerapkan promo menarik “Beli 3 roti goreng, gratis 3 es teh manis”. Strategi ini terbukti ampuh menarik kerumunan mahasiswa yang datang berkelompok untuk berbelanja sekaligus berhemat.

Melalui praktik ini, kami belajar banyak hal, mulai dari kerja sama tim, manajemen
waktu, hingga cara berkomunikasi yang efektif dengan pelanggan. Ini adalah pengalaman berharga untuk memahami proses bisnis secara nyata, dari produksi hingga penjualan.

Kegiatan ini diharapkan mampu melatih rasa tanggung jawab dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan ide usaha sederhana, namun bernilai jual tinggi.

Mahasiswa Uncen membuktikan bahwa
mereka tidak hanya piawai mengelola angka di atas kertas, tetapi juga cekatan dalam
membangun peluang ekonomi berbasis inovasi lokal.

 

(Penulis adalah mahasiswa jurusan Akuntansi Universitas Cenderawasih Jayapura)

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *