TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura, Papua, melalui Lembaga Pengembangan Tawatil Quran (LPTQ) menargetkan juara umum dalam lomba Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXX di Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
LPTQ Kota Jayapura optimis dengan target juara umum karena telah melakukan Training Center (TC) secara terpusat selama dua hari, agar 38 kafilah yang mengikuti MTQ benar-benar siap baik ilmu pengetahuan maupun mental.
Pelaksanaan MTQ dimulai pada 20 dan 21 Juni 2024 kedatangan kafilah, 22 Juni pawai dan malam taaruf, dilanjutkan pelantikan dewan hakim pada 24 Juni 2024.
Lalu, 24 sampai 28 Juni dilaksanakan perlombaan untuk semua cabang lomba. Penutupan MTQ ke-XXX 2024 di Kabupaten Mimika dilaksanakan pada 29 Juni dan 30 Juni kepulangan kafilah ke daerah masing-masing.
Pelaksaan MTQ di Kabupaten Mimika akan berlangsung di empat lokasi, yaitu Gedung dan halaman Eme Neme Yaiware, Gedung Timika Raya, Ruang Serbaguna Hotel Serayu, dan Gedung Serbaguna Masjid Agung Babussalam.
Peserta berasal dari 28 kabupaten/kota tersebar di empat provinsi, dengan jumlah lebih dari 1.000 orang (peserta, juri, official).
Adapun jenis perlombaan pada MTQ ke-XXX 2024 yang diikuti putra putri, yaitu cabang tilawah, hifdzil quran, syahril quran, fahmil quran, kaligrafi al quran, dan karya tulis al quran.
“Kami berharap bisa meraih juara umum. Kafilah yang kami kirim adalah juara terbaik MTQ tingkat kota dari berbagai jenis perlombaan,” ujar Manager Kafilah Kota Jayapura, Hidayat A Gani di Hotel Horison Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Minggu (16/6/2024).
Ketua Umum LPTQ Kota Jayapura, H Fahrudin Pasolo mengaku para kafilah sudah siap mengikuti lomba dengan harapan meraih juara umum.
“Kami sudah siap dan memohon dukungan dari semua pihak agar berhasil meraih yang terbaik. Pesan saya kepada kafilah agar menjaga kesehatan hingga kembali dalam keadaan sehat,” ujar Pasolo.
Penjabat Wali Kota Jayapura, Lukas Christian Sohilait berjarap kepada kafilah agar fokus terhadap target, menjadikan MTQ bagian peningkatan iman untuk menguasai al quran dengan baik.
“STQ merupakan kegiatan keagamaan sebagai media dakwah dan syiar, juga mampu menjadi daya dorong yang kuat dalam membangun nilai-nilai Islam dalam memahami dan mengamalkan al quran,” ujar Sohilait.
Al qur’an mengajarkan kebenaran-kebenaran dan dan tata nilai yang sifatnya universal dan kekal, yang harus diyakini dan diamalkan oleh setiap muslim di manapun berada, dan zaman apapun hidup, namun mempunyai kemampuan dan kelenturan untuk menampung keanekaragaman.
“MTQ mempunyai dampak yang luas terhadap pengembangan bakat dan kemampuan di bidang seni baca, menghafal, dan kemampuan memaknai ilmu-ilmu al quran, sehingga melahirkan generasi emas muslim di Kota Jayapura,” ujar Sohilait.






