Narasumber dan peserta pelatihan pengelolaan manajemen konten kreator foto bersama. (TIFAPOS/La Ramah)
KONTEN kreator memiliki peran penting dalam mendongkrak destinasi wisata melalui promosi digital yang efektif.
Hal itu disampaikan Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Bonor Simanullang mewakili Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richad J. Nahumury, S.IP., M.Si pada penutupan pelatihan pengelolaan manajemen konten kreator di Hotel Best Western Sagita Jayapura, Kamis, 21 Agustus 2025.
Dia juga mengatakan, konten kreator memiliki pengaruh besar dalam membentuk minat wisatawan, terutama generasi muda seperti Alpha, Z, dan milenial.
Mereka mampu menginspirasi calon wisatawan melalui konten pengalaman pribadi yang autentik dan menarik yang memberikan kesan nyata dari destinasi tersebut, sehingga membuat promosi terasa lebih kredibel dibandingkan iklan konvensional.
Selain itu, wisatawan terdorong untuk mengunjungi tempat yang sama agar tidak ketinggalan tren dan pengalaman yang telah dilihat di media sosial.
Untuk itu, Dinas Pariwisata Kota Jayapura melibatkan generasi muda di 10 kampung adat dan satu kampung administrasi, dengan menggelar pelatihan agar memaksimalkan promosi destinasi wisata melalui konten kreator lokal.
Pelatihan yang berlangsung dua hari dari tanggal 20 s.d 21 Agustus 2025 difokuskan untuk membuat konten menarik seperti foto, video, dan storytelling.
Pelatihan ini untuk meningkatkan kualitas konten, sehingga dapat menghasilkan karya yang informatif dan menarik, serta menggali potensi budaya dan kekayaan alam secara maksimal.
Selain itu, konten kreator berperan strategis dalam menyampaikan narasi visual yang tidak hanya menarik, tapi juga membangun citra positif destinasi wisata.
Kolaborasi erat antara pengelola destinasi wisata dan konten kreator agar konten yang dibuat informatif, menarik, serta bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan termasuk menyisipkan pesan keberlanjutan dan tanggung jawab lingkungan di dalam narasi promosi.
Berbagai platform media sosial populer seperti Instagram, TikTok, dan YouTube untuk menjangkau audiens lebih luas secara digital, yang sangat efektif dalam menarik minat wisatawan.
Sehingga promosi destinasi wisata melalui konten kreator lokal dapat dioptimalkan untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, memperkuat citra destinasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah secara berkelanjutan.
“Penekanan pada kolaborasi, kualitas konten, dan keberlanjutan menjadi kunci dalam menjadikan konten kreator sebagai pelaku utama dalam ekosistem promosi wisata modern,” ujar kepala bidang.
Akademisi Universitas Muhamadiah Papua sekaligus narasumber pada pelatihan pengelolaan manajemen konten kreator DR. Nahria, S. Sos., M.Si mengatakan, konten kreator lokal membantu membangun citra positif baik untuk produk, jasa, maupun destinasi lokal.
Mereka juga berperan dalam menjalin hubungan dan interaksi yang kuat dengan audiens sehingga memperkuat keterlibatan komunitas lokal.
Konten kreator juga juga berperan sebagai media penyampaian informasi dan edukasi mengenai budaya, wisata, dan produk lokal.
Mereka mampu menyampaikan konten edukatif yang menarik dan relevan dengan audiens setempat.
Selain itu, dapat memperluas pasar UMKM melalui promosi di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube, sehingga semakin meningkatkan daya saing produk lokal di era digital.
Mereka juga berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas masyarakat lokal dengan cara berkreasi dan menyebarluaskan budaya serta potensi daerah melalui konten digital.
“Saya berharap dapat menghadirkan ide segar dan inovatif dalam bentuk konten yang menarik perhatian dan relatable bagi audiens lokal, sehingga mendorong minat konsumsi dan kunjungan,” ujar DR. Nahria.
Hal yang sama juga diungkapkan Billy Tokoro, konten kreator sekaligus narasumber mengatakan, konten kreator lokal memainkan peran strategis dalam memperkenalkan.
Serta mempopulerkan, dan mengembangkan potensi lokal baik dari segi ekonomi, budaya, maupun sosial melalui inovasi konten yang digital dan interaktif.
Pelatihan bagi para konten kreator memberikan kombinasi pengetahuan teknis, kreativitas, manajemen, serta strategi bisnis digital agar mereka dapat bersaing dan berkembang secara profesional di era konten digital saat ini.
“Saya berharap Papua secara khusus Kota Jayapura semakin dikenal melalui konten kreator dari anak-anak di kampung, yang menghasilkan konten berkualitas dan bisa dikelola secara profesional,” ujar Tokoro.
(lrh)






