Beranda / Ragam Berita / Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua menekankan mutu layanan pendidikan

Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua menekankan mutu layanan pendidikan

TIFAPOS.id Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua berlangsung di Hotel Ultima Entrop Jayapura, Kota Jayapura, Senin (7/7/2025) dengan tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua”.

Kegiatan yang diinisiasi Balai Bahasa Provinsi Papua dan instansi terkait sebagai upaya memperkuat kolaborasi antar daerah di tanah Papua untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan dasar dan menengah.

Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk menyatukan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh agama, guna memastikan semua anak di Papua mendapatkan akses pendidikan yang berkualitas.

Acara ini sejalan dengan upaya nasional yang juga menggelar Konsolidasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun 2025, yang bertujuan memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan berbagai pihak terkait demi mewujudkan pendidikan yang bermutu, inklusif, dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

Di tanah Papua, konsolidasi ini juga terkait dengan berbagai program prioritas pendidikan, termasuk pengoperasian Sekolah Rakyat yang akan memberikan akses pendidikan gratis dengan sistem asrama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan melalui pendidikan berkualitas.

Konsolidasi ini menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, menyusun langkah strategis, dan memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan pendidikan di tanah Papua, sehingga dapat meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan dasar dan menengah di wilayah tersebut

Selain itu, menjadi wadah dialog dan sinergi untuk menyamakan persepsi, membangun kerangka kerja bersama, serta memperkuat komitmen kolektif dalam menghadapi tantangan pendidikan di tingkat regional, sehingga dapat menghasilkan langkah-langkah strategis yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan mutu pendidikan dasar dan menengah secara menyeluruh di Papua.

Pemangku kepentingan termasuk pemerintah daerah, masyarakat, dan lembaga pendidikan terlibat dalam kegiatan Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua. (TIFAPOS/Ist)

Untuk itu, konsolidasi tersebut sangat berpengaruh positif terhadap pelaksanaan pendidikan di wilayah Papua, yaitu meningkatkan akses pendidikan, terutama di daerah terpencil dan sulit dijangkau, melalui pembangunan infrastruktur seperti sekolah, jalan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Keamanan di lingkungan sekolah agar proses belajar-mengajar dapat berlangsung kondusif dan aman dari gangguan konflik sosial yang kerap terjadi di Papua.

Kualitas pendidikan dengan fokus pada peningkatan kompetensi dan jumlah guru, termasuk pelatihan guru lokal serta pemberian insentif untuk menarik guru berkualitas ke Papua.

Mengembangkan kurikulum yang kontekstual dan mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal Papua, sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dan bermakna bagi siswa serta meningkatkan motivasi belajar mereka.

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk memperluas akses sumber belajar dan meningkatkan mutu pengelolaan pendidikan di sekolah-sekolah Papua.

Pelaksanaan pendidikan di Papua diharapkan menjadi lebih efektif, inklusif, dan berkualitas, serta mampu mengatasi tantangan geografis, sosial, dan budaya yang selama ini menghambat pemerataan pendidikan di wilayah tersebut.

Peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung kegiatan Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua juga dianggap sangat strategis dan saling melengkapi, yaitu pemerintah pusat bertugas sebagai pengatur, pemberi layanan, dan pemberdaya.

Pemerintah pusat juga menyusun kebijakan, memberikan dukungan anggaran, serta menyediakan standar dan pedoman pelaksanaan pendidikan yang harus diikuti daerah.

Selain itu, pemerintah pusat mendorong inovasi dan pengembangan sumber daya manusia melalui program pelatihan dan beasiswa untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Papua.

Sementara, pemerintah daerah berperan sebagai pelaksana utama di lapangan. Mereka mengelola dan melaksanakan program pendidikan sesuai kebijakan pusat dengan menyesuaikan kondisi lokal.

Pemerintah daerah juga berfungsi sebagai koordinator, fasilitator, dan stimulator yang mengorganisasi sumber daya, memberikan bimbingan teknis, serta melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan pendidikan di wilayahnya.

Selain itu, pemerintah daerah membangun infrastruktur pendidikan dan menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mendukung keberhasilan program pendidikan.

Kolaborasi dan sinergi antara pusat dan daerah sangat penting agar perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan berjalan efektif dan tepat sasaran.

Perwakilan Kemdikdasmen RI menyampaikan sambutan pada acara Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua. (TIFAPOS/Ist)
Mewakili Kemdikdasmen RI, Kepala Pusat Pelayanan Pembiayaan Pendidikan, Dr. Abdul Kahar, M.Pd menyampaikan sambutan pada acara Konsolidasi Regional Pendidikan Dasar dan Menengah se-Tanah Papua. (TIFAPOS/Ist)

Pemerintah pusat memberikan dukungan teknis dan anggaran, sementara pemerintah daerah mengoptimalkan pelaksanaan di tingkat lokal dengan memperhatikan karakteristik dan kebutuhan masyarakat Papua.

Pelaksanaan Konsolidasi Regional ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola pendidikan di Papua, meningkatkan mutu guru, memperluas akses pendidikan, dan mengatasi tantangan geografis serta sosial budaya yang ada.

“Saya menyambut baik dan mengapresiasi atas terselenggaranya rapat konsolidasi ini, yang menjadi wadah strategis bagi kita semua untuk memperkuat sinergi, koordinasi dan kolaborasi antar wilayah di tanah Papua,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat & Budaya, Matias B. Mano, S.Par., M.KP dalam rilisnya mewakili Pj. Gubernur Papua, Mayjen (Purn) Ramses Limbong, S.IP., M.Si.

Kesempatan tersebut, menekankan penguatan sinergi lintas sektor dan antar wilayah bahwa pendidikan adalah urusan bersama seluruh pemangku kepentingan.

Selain itu, dorong inovasi lokal dalam model pembelajaran yang kontekstual tanpa meninggalkan kompetensi abad 21 dan peningkatan kompetensi guru dan kepala sekolah sebagai ujung tombak reformasi pendidikan.

Serta, bangun sistem data dan pemetaan kebutuhan pendidikan yang akurat, agar intervensi lebih tepat sasaran, dan keterlibatan masyarakat adat dan tokoh agama dalam mendorong kesadaran pentingnya Pendidikan.

“Kita tidak ingin ada anak Papua yang tertinggal hanya karena lahir di daerah terpencil. Seharusnya, semua anak Papua memiliki akses pada pendidikan yang berkualitas, relevan dengan konteks lokal, dan membentuk karakter yang tangguh serta cinta Tanah Air,” ujar Mano.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *