Beranda / Ragam Berita / Kisah Muhammad Sheva, pemuda 19 tahun asal Jayapura: Tembus UI dengan beasiswa dan bangun bisnis dari nol

Kisah Muhammad Sheva, pemuda 19 tahun asal Jayapura: Tembus UI dengan beasiswa dan bangun bisnis dari nol

Mahasiswa sekaligus pengusaha, Muhammad Sheva Dzakwandika berpose dengan almamater Universitas Indonesia. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Muhammad Sheva Dzakwandika, pemuda Jayapura berusia 19 tahun, membuktikan mahasiswa perantauan tidak harus bergantung pada kiriman orang tua.

• Mendapat beasiswa penuh kuliah di Universitas Indonesia (UI) dan membangun bisnis photobox estetik bernama Shenbox yang menjadi trendsetter di Papua.

• Kolaborasi sebagai kunci sukses.

 

SIAPA bilang mahasiswa perantauan harus bergantung pada kiriman orang tua?

Muhammad Sheva Dzakwandika, pemuda asal Jayapura yang kini berusia 19 tahun, membuktikan bisa menjadi pengusaha muda dengan tekad dan kerja keras sebagai modal utama.

Alumni SMA Negeri 4 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, berhasil memperoleh beasiswa penuh untuk menempuh studi di Universitas Indonesia (UI), sekaligus membangun bisnis photobox estetik yang kini menjadi trendsetter di Papua.

Awal Membangun Shenbox

Pada tahun 2025, saat banyak anak muda seusianya masih beradaptasi dengan kehidupan di Jakarta, Sheva sudah memulai usaha bernama Shenbox (@shenbox.id).

Bisnis photobox ini menyediakan layanan dengan konsep modern dan vintage, bahkan melengkapi produknya dengan fitur Artificial Intelligence (AI), yang menjadi pelopor di Papua.

Kelahiran Shenbox berakar dari kesadaran Sheva bahwa ia tidak mewarisi kekayaan materi, melainkan warisan tekad untuk berjuang dan menciptakan sesuatu dari nol.

Dengan visi jelas, ia mulai membangun bisnisnya secara bertahap, melibatkan teman dan komunitas lokal, serta menjalin kerja sama dengan berbagai event dan kafe di Jayapura, seperti Esge Park.

Shenbox kini mampu memberikan pengalaman unik bagi pelanggan serta membuka peluang baru bagi anak muda di daerahnya.

“Tekad itulah yang menjadi modal utama, bukan kekayaan. Saya ingin membuktikan bahwa asal ada kemauan, semua bisa dimulai dari nol,” ujar Sheva dalam rilisnya di Jakarta, Selasa, 4 November 2025.

Dukungan Keluarga, Pasangan, dan Investor

Perjalanan bisnis Sheva tidak berjalan sendiri. Dukungan moral dan finansial dari keluarga dan pasangan menjadi pilar utama saat mengembangkan Shenbox.

Mereka memberikan motivasi sekaligus masukan yang sangat berguna dalam mengelola dan memperluas bisnis.

Selain itu, Sheva juga berhasil mendapatkan investor pertama yang mempercayakan modal awal untuk usaha tersebut. Pendanaan ini memungkinkan Shenbox berkembang lebih profesional dan meningkatkan kualitas layanan.

“Dukungan dari keluarga dan investor membuat saya semakin percaya diri menjalankan bisnis ini tanpa mengorbankan fokus kuliah di Program Studi Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI,” ujar Sheva.

Mengelola Bisnis di Perantauan

Menjalankan usaha dari jarak jauh saat menjalani kuliah dan aktif dalam organisasi kampus bukan hal mudah.

Sheva menghadapi tantangan besar dalam mengatur waktu dan sumber daya. Ia menerapkan sistem manajemen jarak jauh yang efektif dengan merekrut dan melatih tenaga kerja lokal di Jayapura.

Ia juga mengawasi keuangan bisnis dengan ketat agar operasional berlangsung stabil dan menghasilkan pendapatan yang konsisten.

Upaya ini berhasil, Shenbox kini menjadi sumber penghasilan yang membantu banyak anak muda mendapatkan pekerjaan.

“Meski tidak berada di belakang konter setiap saat, saya bisa mengelola tim yang solid dan memastikan bisnis berjalan lancar,” ujar Sheva.

Belajar Mandiri Sejak Dini

Motivasi Sheva dalam berwirausaha lahir dari keinginan membuktikan bahwa anak Papua mampu memulai sesuatu tanpa harus menunggu kepastian atau kesempatan.

Ia melihat bisnis sebagai sarana untuk berkontribusi pada daerahnya, membuka lapangan kerja, dan mendorong pertumbuhan kreativitas pemuda Papua.

Dalam menjalani peran gandanya sebagai mahasiswa, pebisnis, dan aktivis kampus, ia disiplin dalam manajemen waktu sekaligus paham pentingnya mendelegasikan tugas kepada tim terpercaya.

Pendekatan ini membuatnya bisa menjaga keseimbangan antara kuliah, organisasi, dan bisnis.

Visi dan Harapan untuk Masa Depan

Sheva memiliki ambisi besar untuk mengembangkan Shenbox ke pasar yang lebih luas, membawa inovasi kreatif berbasis Papua ke tingkat nasional.

Menurutnya, setiap tantangan dalam dunia wirausaha adalah kesempatan belajar dan bertumbuh.

“Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa anak Papua tidak harus menunggu kesempatan datang. Mereka bisa menciptakan peluang sendiri dengan tekad dan kerja keras,” ujar Sheva.

Tips Awal Berbisnis ala Muhammad Sheva

Bagi anak muda yang ingin memulai usaha, Sheva membagikan beberapa kiat berharga berdasarkan pengalamannya:

• Jangan Takut Mencoba: Jangan menunggu kesempurnaan; mulailah dengan apa yang tersedia.

• Kumpulkan Informasi: Pelajari bisnis yang akan dirintis secara mendalam agar langkah lebih terarah.

• Fokus pada Tekad: Modal bukan segalanya, fokuslah pada keinginan dan komitmen untuk berusaha.

• Bangun Tim yang Kuat: Wirausaha bukan perjalanan sendiri. Kerja sama akan membawa usaha lebih jauh dan sukses.

Sheva mengutip pepatah Afrika yang menjadi motivasi: “If you wanna go fast go alone, if you wanna go far go together” (jika kamu ingin melakukan sesuatu dengan cepat, lebih baik melakukannya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. Namun, jika kamu ingin mencapai tujuan yang lebih jauh dan besar, maka yang terbaik adalah melakukannya bersama-sama dengan orang lain atau dalam kelompok).

“Bagi saya, kolaborasi adalah kunci untuk mencapai tujuan besar,” ujar Sheva.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *