Kepala Suku Besar Wonatorei-Imbiri, Yusak Samuel Bisi Wonatorei. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Masyarakat Kabupaten Waropen harus memilih pemimpin kepala daerah yang merupakan putra daerah Waropen. Hal itu berdasarkan refleksi panjang kondisi masyarakat Kabupaten Waropen pada kepemimpinan kepala daerah (bupati) pada periode sebelumnya yang belum maksimal.
Hal itu dikatakan Kepala Suku Besar Wonatorei-Imbiri, Yusak Samuel Bisi Wonatorei kepada TIFAPOS.id saat ditemui di Kali Sanggei, Kampung Urfas Satu, Distrik Urei Faisei, Kabupaten Waropen, Papua, Sabtu (21/9/2024).
Yusak mengatakan masyarakat Kabupaten Waropen harus mampu menilai berbagai masalah dan kekurangan dalam pemerintahan pada periode sebelumnya.
Menurut Yusak, pemerintahan bupati sebelumnya belum secara maksimal melaksanakan wewenangnya berdasarkan sumpah janji pelantikan yang diucapkan. Hal itu harus menjadi refleksi pada masyarakat bahwa yang harus menjadi pemimpin adalah putra daerah Waropen.
“Kita sudah hampir 15 tahun kehilangan hak kesulungan sebagai orang asli Waropen. Hal ini, juga sangat berdampak pada ketertinggalan pembangunan diwilayah Waropen, karena yang bekerja di tanah Waropen bukan orang asli, maka dia tidak berfikir bagaimana bekerja dengan hati di negeri ini,” ujar Yusak dalam wawancara bersama TIFAPOS.id
Yusak menegaskan pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Waropen tahun 2024, menjadi momen penting untuk menentukan perubahan pada pembangunan Kabupaten Waropen dalam berbagai Bidang.
Yusak menambahkan, Kabupaten Waropen sedang tertinggal pada berbagai aspek termasuk pembangunan infrastruktur dam sumber daya manusia (SDM).
“Ketertinggalan ini sedang terpampang dengan jelas di Waropen, itulah yang harus mendasari keputusan masyarakat Waropen untuk memilih sosok pemimpin putra daerah Waropen. Pemerintahan di Waropen, itu hanya boleh dipimpin oleh anak Waropen sendiri, karena yang punya hati untuk negeri ini hanya darah Waropen itu sendiri,” ujarnya.
Yusak yang merupakan ‘Sera’ (Kepala Suku) dalam bahasa Waropen mengimbau, pada pilkada Kabupaten Waropen 2024, masyarakat harus lebih mengutamakan anak asli Waropen, yang dipilih untuk memimpin masyarakat di Kabupaten Waropen dalam lima tahun ke depan.
“Saya nyatakan sikap dengan tegas, masyarakat ini harus pilih Lamek Maniagasi dan Alberthy Buiney jadi bupati dan wakil bupati di negeri ini. Pilih pasangan pemimpin yang murni orang Waropen, bagaimana mau kerja dengan hati kalau darah yang mengalir di dalam dia bukan dari negeri ini. Kalau bisa, jangan pilih orang luar Waropen lagi, sudah cukup hak sulung kita hilang sejak lama,” ujarnya.
Kabupaten Waropen, dilanjutkan Yusak, terbagi dalam beberapa wilayah, yakni Waropen Bawah, Waropen Atas, dan Waropen Tengah. Total populasi penduduknya mencapai 37.643 jiwa pada tahun 2023.
Menurut Yus, dengan jumlah penduduk tersebut, jika pembangunan infrastruktur yang tidak memadai, maka perekonomian akan lemah dan SDM juga di Waropen semakin rendah.
“Sejak berdirinya Waropen hingga 23 tahun ini, yang betul-betul terlihat membangun daerah ini hanya dilakukan oleh bupati yang adalah anak asli Waropen. Jadi, masyarakat ini butuh sosok yang mengerti dan memahami adat dan budaya Waropen. Terus terang, pemerintahan yang sudah berjalan lama ini, orang Waropen sudah kehilangan jati diri,” ujarnya. (Advetorial)






