Beranda / Ragam Berita / Kepala sekolah dan guru ikuti pelatihan implementasi kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam

Kepala sekolah dan guru ikuti pelatihan implementasi kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam

Kabid SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura sekaligus ketua panitia, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp menyampaikan sambutan pada kegiatan pelatihan implementasi kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam. (TIFAPOS/La Ramah)

 

TIFAPOS.id Kepala sekolah dan guru jenjang SMA/SMK di Kota Jayapura, Papua, mengikuti pelatihan implementasi kurikulum dengan pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning).

Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi mereka dalam menerapkan pembelajaran yang berfokus pada pengalaman belajar yang bermakna, kritis, dan inovatif.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 19 s.d. 20 Agustus 2025 di Hotel Horison Kotaraja, meliputi pemahaman kerangka kerja pembelajaran mendalam.

Selain itu, penyusunan rancangan pembelajaran dan asesmen yang sesuai, serta refleksi implementasi pembelajaran.

Kepala sekolah dan guru dilatih untuk menyelaraskan pembelajaran mendalam dengan visi, misi, dan tujuan sekolah serta mengelola sumber daya dan kolaborasi inkuiri secara terstruktur.

Kepala sekolah juga didorong untuk menunjukkan kepemimpinan dalam praktik pembelajaran dan lingkungan belajar yang kondusif.

Pelatihan ini diselenggarakan secara tatap muka dengan jam pelajaran yang dirancang khusus untuk guru, kepala sekolah, dan wakasek kurikulum serta pengawas sekolah.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Itje Chodidjah, M.A, yang juga Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO 2021 -2025, Koordinator tim ahli PSPK (Pusat studi Pendidikan dan Kebijakan), Anggota Panel of Expert Indonesia Business Council.

Selain itu, Sigit Utomo, S.Pd., M.Pd yang juga Widyaprada dari BPMP Papua, Sudiman, M.Pd juga fasilitator pembelajaran mendalam untuk kepala satuan pendidikan, dan Joko Yohanis, M.Pd juga fasilitator pembelajaran mendalam untuk guru.

Sebanyak 37 kepala sekolah dan
37 wakasek kurikulum/guru mengikuti pelatihan dua hari, dengan tujuan membekali mereka keterampilan abad 21 agar pembelajaran lebih bermakna dan inovatif.

Pelatihan juga mendukung transformasi paradigma pembelajaran yang selaras dengan Kurikulum Merdeka dan nilai-nilai holistik dalam pendidikan.

“Pelatihan ini adalah bagian dari upaya Pemerintah Kota Jayapura dalam meningkatkan mutu pendidikan dengan memodernisasi pendekatan pengajaran,” ujar Kabid SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura sekaligus ketua panitia kegiatan, Nur Jaya, S.Pd., M.Kp.

Mewakili Plt. Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd berharap, melalui pelatihan tersebut agar kepala sekolah dan guru siap menghadapi tantangan global dan meningkatkan capaian pembelajaran nasional.

Salah satu barasumber, Dr. Itje Chodidjah, M.A mengatakan, investasi pelatihan guru menjadi salah satu strategi paling efektif dalam mendorong peningkatan hasil belajar siswa dan kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Dia juga mengatakan, kurikulum berbasis pembelajaran mendalam (deep learning) adalah pendekatan pendidikan yang menekankan pemahaman konsep secara mendalam, relevansi aplikasi dalam kehidupan nyata, dan keterlibatan peserta didik secara aktif dan bermakna.

Selain itu, pendekatan pembelajaran mendalam menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas (4C) sehingga siswa menjadi subjek aktif dalam proses belajar, bukan hanya penerima informasi.

“Kurikulum ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), kreativitas, kolaborasi, dan kemandirian siswa dengan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” ujar Itje.

Dijelaskannya, ada tiga pilar utama dalam pembelajaran mendalam, pertama adalah pembelajaran berkesadaran (mindful learning), yaitu peserta didik diajak benar-benar sadar akan tujuan dan proses pembelajaran sehingga mampu mengontrol dan merefleksikan pembelajaran mereka sendiri.

Kedua adalah pembelajaran bermakna (meaningful learning), yaitu materi pelajaran tidak hanya dihafal, tetapi dipahami secara menyeluruh dan dapat diaplikasikan dalam berbagai situasi kehidupan nyata, sehingga menumbuhkan motivasi belajar.

Ketiga tentang pembelajaran menggembirakan (joyful learning), yaitu suasana belajar dibuat positif, menyenangkan, dan menantang agar siswa merasa puas dan termotivasi dalam proses belajar.

“Implementasi kurikulum ini memerlukan lingkungan belajar yang kondusif, kemitraan yang bermakna, pemanfaatan teknologi digital, dan peran guru sebagai fasilitator, kolaborator, dan pembangun budaya belajar,” ujar Itje.

Dia juga mengatakan, kurikulum berbasis pembelajaran mendalam selaras dengan profil lulusan yang mengembangkan olah pikir (intelektual), olah hati (etika).

Selain itu, olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik, dengan delapan dimensi profil lulusan termasuk ketakwaan, kewargaan, kreativitas, dan komunikasi.

Kurikulum ini juga merupakan lanjutan dan pendalaman dari Kurikulum Merdeka, yang bertujuan untuk menjawab tantangan abad 21 dan kebutuhan dunia pendidikan modern.

“Pembelajaran mendalam (deep learning) bukanlah pengganti kurikulum melainkan sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang dapat diterapkan di dalam kurikulum yang sudah ada, seperti Kurikulum Merdeka,” ujar Itje.

“Pembelajaran mendalam bukan kurikulum baru melainkan cara atau pendekatan baru dalam pembelajaran agar proses belajar menjadi lebih bermakna, mendalam, dan efektif, diterapkan dalam kurikulum yang sudah ada saat ini,” jelasnya.

Asisten I Setda Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H mengatakan, dengan metode pembelajaran yang lebih kontekstual, interaktif, dan penuh makna melalui berbagai metode seperti pembelajaran berbasis proyek, masalah, dan penelitian.

“Kurikulum berbasis pembelajaran mendalam bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya menguasai konten, tetapi juga mampu berpikir kritis, kreatif, mandiri, dan siap menerapkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Antari.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *